Monday, January 18, 2010

Barkah, Staf Baru di Sabtu Minggu


Dalam blog Tobucil minggu kemarin, ada wawancara dengan Elin Purwanti, manajer Tobucil. Disebutkan bahwa salah satu harapannya di tahun 2010 adalah mendapatkan kasir yang setia dan “Tobucil banget”. Lalu ketika Tobuciler datang di hari Sabtu siang, maksud hati ingin meliput crafty kids, malah bertemu Barkah. Siapa Barkah? Nampaknya, kasir Tobucil yang baru direkrut. Dan hari itu, Sabtu itu, adalah hari resmi pertamanya, setelah ditraining beberapa hari lalu. Barkah yang kelahiran tahun 1990 ini, akhirnya bersedia diwawancara.


Hai, Barkah.
Hai.

Baru, jadi kasir Tobucil?
Iya, baru hari ini. Kemarin ditraining sama Mbak Tarlen sama Mbak Elin.

Memangnya sebelum jadi kasir, Barkah ngapain?
Sejak lulus SMA, saya bantu-bantu Ibu aja jualan di warung nasi. Di daerah Pasir Impun, Ujungberung.

Loh, jadi gak bantu-bantu Ibu lagi dong gara-gara jadi kasir ini?
Kalo bantunya, dari hari Senin sampai Jumat. Kebetulan Sabtu dan Minggu kosong, karena sudah ada pegawai yang bantu-bantu.

Wah, pas dong ya. Gimana emang ceritanya bisa direkrut?
Dulu kan suka ikut klab rajut sama Mbak Upi. Terus belakangan ditelpon Mbak Upi untuk masukin CV. Katanya Tobucil lagi perlu kasir.

Oh, baiklah. Lalu Barkah, apa kira-kira yang Barkah harapkan dari keberhasilan direkrut jadi kasir ini?
Ya, yang pasti, saya mau memperluas link. Karena Tobucil ini linknya cukup luas. Sehingga kalo Barkah disini, bisa belajar banyak dan punya koneksi yang banyak.

Motivasi yang bagus sekali! Lalu Barkah sendiri, cita-citanya apa?
Saya pengen masuk FSRD ITB sebenarnya, karena saya suka gambar. Tapi kemarin pas mau beli formulir, harganya mahal sekali. Jadi nanti saja dulu. Hehehe.

Oh, begitu. Tapi tenang, tidak perlu masuk FSRD kan untuk menyalurkan hobi menggambar? Nah, sekarang Barkah coba gambarkan di kertas ini, gambar yang Barkah paling senang. Yang sederhana aja.
(Sret Sret.. Barkah menggambar di kertas yang Tobuciler sediakan. Jadilah gambar sederhana, semacam boneka salju. Yang katanya, Barkah ingin sekali membuat boneka seperti ini. Tobuciler akhirnya pamit, meninggalkan Barkah yang sedang asyik membuat kantong gehu. Yang dalam kerjanya, ia memenuhi banyak harapan. Harapan dirinya, harapan orangtuanya, harapan Mbak Elin, hingga harapan seluruh umat manusia. Lebay? Tapi demikian kata Sartre)





 Syarif Maulana, Koordinator Klab Klassik dan Kontributor tetap blog tobucil

Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin