1.3.10

Berkenalan Dengan Filsafat Jilid 2: Untuk Apa Filsafat


Rosihan Fahmi masih juga belum bisa menggawangi Madrasah Falsafah Rabu kemarin, sehingga Tobuciler yang hadir menggantikan. Mengusung tema yang ternyata rutin setiap bulannya di minggu keempat, yakni berkenalan dengan filsafat, Tobuciler melemparkan subtema: Untuk apa filsafat itu sebenarnya? Yang hadir ada IBS, Ijal, Natalia, dan Mas Joko. Sedikit memang, tapi tak menghalangi Madfal untuk tetap membahas tema itu.
Ijal berpendapat, bahwa guna filsafat ya itu, mempertanyakan hal-hal yang substansial, yang selama ini luput karena orang terbiasa. Tapi sama seperti Natalia, awal dari belajar filsafat, adalah pertanyaan tentang hal-hal yang sifatnya ontologi, seperti ketuhanan. Lalu Mas Joko menjawab dengan analogi ban bocor. Maksudnya, filsafat adalah untuk menyadarkan bahwa jalan kita tidak selamanya lurus, tapi sesekali mesti sadar pula bahwa ban itu tidak mulus.

Komentar cukup menarik datang dari IBS, yang menyinggung soal manusia. Katanya, setelah membaca Kreutzer Sonata dari Leo Tolstoy, ia semakin setuju bahwa manusia sesungguhnya tidak berbuat apa-apa kecuali kerusakan. Manusia semestinya musnah, karena hidup adalah kesia-siaan belakang. Orang yang mengatakan hidup adalah anugerah dan kebahagiaan, maka tak lebih dari sekedar ilusi. Komentar tersebut mengundang beberapa pertentangan kritis dari Mas Oyeah (yang baru datang) dan Natalia. Sayang sekali, sebelum pertentangan itu betul-betul berkembang, IBS harus pulang, bersamaan dengan kedatangan Mas Heru, yang membuat diskusi tak kalah menariknya.

Mas Heru malah mengritik bahwa program berkenalan dengan filsafat ini, semestinya berbicara metoda. Maksudnya, metoda pendekatan dengan menggunakan cara pandang filsafat tertentu Memang, Tobuciler akui, obrolan kemarin mengalami kebuntuan dan tidak ada debat yang betul-betul seru. Maka itu, diusulkan mengangkat tema pandangan tertentu, agar diskusi lebih hidup. Walhasil, tanggal 28 Maret nanti, berkenalan dengan filsafat akan mengaitkan langsung dengan pandangan eksistensialisme.
Sedangkan tanggal 7 Maret, Madfal akan membahas soal foto-foto alias kamera.
Google Twitter FaceBook

2 comments:

Nia Janiar said...

Madfal tuh udah gak pernah ngirim invitation lewat FB ya?

tobucil n Klabs said...

heheheh... iya :D

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin