1.3.10

Kemanakah Klab Nonton?

 

Beberapa kali saya ditanya, klab nonton masih ada ga? Saya selalu menjawab: off dulu. Off dulu ya? Iya. Saya dan Wiku Baskoro, koordinator Klab Tobucil sebenarnya sedang memikirkan bagaimana sebaiknya klab nonton ini. Di antara banyak klabs di tobucil, klab nonton adalah kegiatan klab yang peminatnya paling ga jelas. Gagasan awal kegiatan ini sebenarnya ingin mengajak teman-teman mengapresiasi film. Mengingat koleksi film yang saya miliki jumlahnya sangat-sangat banyak (hampir 1500 judul), sayang sekali kalau hanya ditonton oleh saya sendiri dan teman-teman di tobucil saja. Belum lagi, teman-teman dari komunitas film sering memberi materi film-film menarik, seperti kerjasama Kinoki, Cinema Politika yang memberi tobucil tontonan-tontonan luar biasa. 

Saya dan Wiku menduga-duga, mungkin ini ada hubungannya dengan mudahnya orang mendapatkan film-film di toko DVD bajakan setempat. Sehingga orang bisa menonton film di rumah kapanpun dia mau, jadi menonton bersama bukan lagi sebuah kegiatan yang dirasa penting. Mungkin juga ada sebab yang lain. Barangkali teman-teman tobucil punya ide, untuk kegiatan klab nonton ini supaya lebih diminati? [vitarlenology]
Google Twitter FaceBook

1 comment:

diani. said...

iyaaaaa aku dulu suka main ke tobucil karena ada klab nonton. kadang film yang diputer tuh yang jarang ada (bahkan kalo nyari di tempat dvd bajakan ya).
emm gimana kalo film2nya diputer di tempat nonton dengan skala yang lebih besar, mungkin blitz gitu ya? siapa tahu......

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin