Jika ada yang bertanya, kemanakah sesungguhnya Klab Komik yang berkumpul tiap hari Jumat sore? Ini dia jawabannya.
Klab Komik adalah salah satu klab yang relatif cukup diminati. Setiap kegiatannya dihadiri minimal sepuluh peserta. Topiknya menarik, meskipun klab ini sangat hening, karena ketika mulai menggambar komik, sepertinya haram untuk saling berbicara. Meski demikian, sekitar dua bulan belakangan, klab ini tidak lagi rutin berkumpul, dan menyatakan diri vakum pada koordinator Klab di Tobucil, Wiku.
Apa nian penyebab vakumnya? Ternyata, Azisa Noor, salah seorang koordinator, menyebutkan bahwa Oki, sang narasumber tetap, sedang sibuk dan menyelesaikan S-2 nya. Hal tersebut katanya, membuat penyelenggaraan di Tobucil jadi agak sulit, karena Oki mesti membagi fokusnya. Adapun Azisa menemukan kendala lainnya, adalah kenyataan bahwa komikus memang tipikal orang-orang yang rajin berdiam di rumah saja, berkutat menggambar komik. Bukan tipikal orang yang senang berkumpul dan berbagi soal teknik menggambar, pengalaman, wawasan, dan lainnya. Hal tersebut semakin mempersulit cita-cita Klab Komik untuk mewadahi para komikus agar tidak mengotak-ngotakan dirinya dan justru saling berbagi dan memperkuat sesamanya.
Meski demikian, adakah cita-cita dari Azisa untuk menyelenggarakan kembali di Tobucil? “Ada banget, Tobucil tempatnya enak dan sejuk, kita jadi sering ketemu orang yang lebih beragam.”
Mari kita doakan Oki cepat menyelesaikan S-2 nya, agar Tobucil cepat diramaikan oleh Klab Komik yang hening.
Klab Komik dan Oki (membelakangi, pakai batik)
Bookmark this post: |

No comments:
Post a Comment