12.5.10

Balada Duo Jazzer di KlabKlassik


Namanya juga KlabKlassik (KK), seyogianya diwarnai oleh musik klasik di dalamnya. Tapi hari itu ada yang beda, KK kedatangan Ridzky Diansyah dan Jasiaman Damanik (Jazzy), dua gitaris jazz yang kebetulan saja sedang ingin mampir. Ini menyenangkan sekaligus menarik, karena sebelumnya KK baru saja selesai menanggap permainan klasik dari Luthfi. Sebagai informasi, Luthfi ini akan melakukan resital tanggal 3 Juni, dan kemarin itu adalah gladi resiknya. Kontan terjadi perubahan suasana yang cukup kontras, dari tadinya dentang denting gitar klasik yang lembut syahdu, sekarang jadi jazz yang liar dan eksotik. Kedua gitaris tersebut, Ridzky dan Jazzy, berduet memainkan Stella by Starlight, All of Me, dan Desafinado. Yang hadir tak banyak, tapi suasana keakraban sangat kuat dan terasa. Luthfi sampai bilang, “Hati-hati, jangan dekat-dekat, nanti ada yang jadian.”

Suasana seisi Tobucil pun sepertinya terpengaruh dengan permainan kedua gitaris yang sama-sama sempat berguru pada Venche Manuhutu itu. Mereka seolah disuguhi alunan radio KLCBS yang memang khusus menyajikan musik-musik jazz. Ini pun sesungguhnya menjadi semacam keuntungan bagi KK, karena dengan kehadiran mereka, wawasan musik serta apresiasi aktivis KK menjadi bertambah, seperti Sutikno bilang, “Beruntung sekali KK punya suasana yang hangat dan kekeluargaan, sehingga banyak orang yang mau datang dan berbagi ilmunya tanpa berpikir soal uang.”

Kehangatan KK ini mendorong aktivisnya untuk mengusulkan pertemuan setiap minggu saja, karena pertemuan dua kali dalam sebulan ini dianggap kurang mengakomodasi keinginan mereka untuk bersilaturahmi. Diecky kemudian memberi ide bahwa pertemuan Klab bisa diperkuat jadi tiap minggu, asalkan disisipkan pelatihan teori dan komposisi dengan format mentoring di dalamnya. Hal ini, kata Diecky, ditujukan agar yang datang ke KK semakin punya pengetahuan lengkap. Rencananya, jika memang Klab jadi tiap minggu, maka di minggu pertama dan ketiga, akan digunakan untuk belajar teori dan komposisi, yang diusulkan agar lebih enak, menggunakan sistem berbayar. Berbayar agar kurikulumnya berjalan kondusif dan orang tidak keluar masuk seenaknya karena akan merugikan peserta lain juga. Di akhir pelatihan yang rencananya berjalan tiga bulan, akan ada presentasi karya dan komposisi. Terdengar seperi Klab Nulis? Ya, jujur, memang KK terinspirasi dari sana. Mari kita nantikan realisasinya.

Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin