17.5.10

Sejarah Adalah Perjuangan Melawan Lupa, Apa Yang Kamu Ingat Tentang Tragedi Mei 98?

Nidandelion Pedestrian
hal yg ga akan pnh kulupain.sgala mcm pjarahan:harga diri,harta,hak sbg manusia..itu smua tjd d hari terakhir ebtanas gw.pusat belanja d dkt rumah abis dijarah dan dibakar,byk bgt korban..tiap mlm bapak2 se-RT gantian jaga malem.d rumah,kita ud siap2 barang2 pnting yg msti dibawa,seandainya ada apa2.kita tdr smbil melukin pentungan,tongkat, dsb,kalo-kalo...
dtambah lg sepupuku yg tinggal d rumah sgt mirip etnis tionghoa.bner2 mencekam..
Harri Safiari
Golkar yang saat itu sempat merajalela hingga dipagar rumah di pedesaan harus berwarna kuning, tiba-tiba jadi lain dan "santun", Ini gejala yang kuamati paling lucu selama hidupku ...
Anggi Hafiz Al Hakam
Mengerikan, selain perjuangan meruntuhkan orde baru, ada kisah sedih dari seorang teman yang ayahnya ikut jadi korban dari pihak Kepolisian. 
Che Setya
kebiadapan masyarakat yang tidak bisa bersabar.......atas ujian dari Allah.s.w.t dengan merampok toko.bank dan merusak infrastruktur negara dengan biadab.membuat perekonomian makin kacau.ya.....itu yang paling saya ingat.dimana mana terjadi anarkisme.subhanallah...
Gustar Mono
benarkah tragedi? sementara banyak yang mengambil keuntungan dari kejadian itu. 
Dhitta Puti Sarasvati
Waktu tragedi Mei, hari itu terakhir sekolah. Saya kelas 3 SMP. Saya tidak bisa pulang karena di sekitar sekolah saya ada kerusuhan. Jadi kami tidak boleh pulang ke rumah sebelum dijemput orang yang lebih dewasa. Kepala sekolah saya dan guru-guru saya menyiapkan makanan buat semua murid yang tertahan di sekolah juga teh hangat. Kami makan bersama sambil minum teh. Di luar sedang rusuh, tapi tidak di dalam sekolah. 
Utari Dewi Narwanti
tragedi mei 98 tidak hanya di jakarta, tapi juga di jogja, meski tidak setragis jakarta. jogja lebih aman. waktu itu di sekitar gejayan sempet rusuh. di sekitar gejayan ini, ada univ. negeri yogyakarta, univ. sanata dharma, dan univ. atmajaya yogyakarta. naah, ada satu korban meninggal yang kudengar waktu itu sebenernya tidak ikut demo and or keributan itu, tapi dia kena imbas kekerasannya... hingga meninggal itu. lalu publik mengabadikan dia sebagai 'pahlawan' dengan memakai namanya sebagai nama salah satu ruas jalan di mrican. kurasa pemakaian namanya untuk nama jalan itu tidak semata-mata karena dia 'pahlawan', tapi sebagai penanda telah terjadi tragedi tersebut.paska kejadian itu, ketika aku berangkat ke kampus, bekas bakarbakaran dan pecahan beling juga batu masih tersisa jejaknya di jalanan. 
Dydy Dyah
13 mei 98, saya ikut shalat ghaib di jalan ganesha, waktu ada kabar mahasiswa trisakti meninggal sehari sebelumnya. Lalu ikut demo ke Gasibu.

Afitz Almanfaluthi
wahh..masih smp kayaknya wktu itu. hehehe...
mengerikan dehh.... anarkis, penembakan, bahkan ada korban meninggal. semua jadi kalap. semoga tidak terulang lagi deh...
Ayoe Sri Rahayu Sangat bersejarah....
(Krn 3hr sblmnya sy plg ke Bdg utk btunangn di tgl.10 Mei '98. Senin balik ke Jkt utk ngantor lg.)
Tgl.12 yg menegangkan, kerusuhan dimana2, panik....
ternyata massa sdh sgt dekat dg lokasi kantor sy di Jl. Majapahit, Harmoni...mereka nyaris mendekati Istana Merdeka.
(Jaman itu blm bs curhat di fb, HP juga msh brg mewah...yg ada cm pager...hiks)
Malam harinya kyk perang, banyak suara tank baja lewat di sekitar tempat kos di Kebon Sirih...suara helikopter mendekat & menjauh menambah suasana tegang.
Di seluruh jl. Merdeka, baik Barat, Timur, Selatan, Utara yg mengelilingi Istana & Monas tiap jarak 100mtr ada 1-2 tank baja + bbrp tentara yg siaga berjaga, plus... gulungan kawat berduri yg memagari jalur lalulintas.
Suasananya menegangkan banget...apalagi menjelang tgl 20...pgn pulang ke Bdg tapi ga bisa...gambirnya tutup! 
Fahmi Arfiandi
hari2 yang menegangkan sekaligus menyenangkan...!!!
Margaretha Nita Andrianti
Waktu kejadian itu saya masih 8 tahun dan lagi demam tinggi. Yang saya tahu, supermarket di luar kompleks perumahan tempat saya tinggal habis dijarah dan dibakar, lalu bapak saya masih berada jauh dari rumah. Yang pasti di mata anak kecil, hal itu menakutkan sekali. Tapi itu pula saat di mana saya pertama kali baca komik Benny n Mice yang Profesi. .Dan setelah baca saya mlihat mahasiswa sudah bertngger di sayap gedung MPR.
Tragedi Mei 98 bukan hanya sekadar pembukaan pintu gerbang reformasi, tetapi satu hari di mana emosi manusia dikerahkan untuk menghabisi manusia yang lain, tanpa alasan jelas. 
Noura Asiah
gerbang sekolah ditutup karena keadaan di luar tidak kondusif, baru bisa pulang sekitar magrib dan harus jalan kaki karena ga ada bis yang berani lewat, suasana mencekam, banyak mobil dibakar dan toko-toko dijarah
Muhammad Meisa
saya masih sekolah dasar ketika tragedi mei pecah. satu yang masih kuat teringat dari dampak tragedi tersebut. ibu bilang sambil menutup pintu" jangan keluar rumah". baru-baru ini saya sadar dan bertanya pada ibu kenapa ketika itu saya tidak boleh keluar. ibu menjawab "mata kamu agar sipit kaya cina".
menyeramkan sekali konflik politik yang menyerang pula rasisme.

TRAGEDI TRISAKTI!!!
yang menewaskan beberapa mahasiswa yang akhirnya disebut dengan "PAHLAWAN REFORMASI " :) 
sebuah kekacauan yang terencana... :( 
gerobak dorong soeharto yang berisi hantu rasialis dan binatang-binatang buas lainnya. 
Pastinya saat itu seluruh anggota TRIAD diperintahkan Godfather TW untuk keluar dari Jakarta karena kerusuhan ini memang sudah direncanakan. 
Ingat banget,karna waktu itu aku masih SMA,sampe mw sekolah itu jalan kaki bareng sm teman2ku.G nyangka dijalan ditawarin naik mobilnya Ali Zainal,itu loh pemain sinetron dan presenter.
Rasanya takut banget waktu itu karna kerusuhan dan demo terjadi dimana mana.Penjarahanlah yg menakutkan aku,karna aku melihat orang2 yg kalap mengamuk,merusak dan merampas hak yg bukan punya mereka.

Aku melihat masa itu membawa perubahan dimana mana,berubah 180 derajat.Pokoknya takut buat keluar rumah..karena jarang ada angkutan umum.Setiap hari beritanya g jauh dari demo n tragedi2 yg memilukan hatiku.Ngga mau lagi deh mengalami itu lagi..Yang positifnya sejak masa itu rakyat jadi ngga takut lagi demo2.Apapun yg dirasa perlu didemo-in..demo aja.. 
gas air mata, tameng fiber glass, polisi baju robo cop, kerusuhan sentimen etnis, prabowo, mahasiswa tertembak, tragedi yang tak pernah terungkap. 
Mengerikan, satu yang masih tersisa selain perjuangan meruntuhkan orde baru adalah kisah sedih dari seorang teman yang ayahnya ikut jadi korban dari pihak Kepolisian. 
mm waktu itu masi SD dan di Palembang, dan tetangga2 yg chinese pada minjem sejadah buat dipajang di dpan rumah, trus toko yg jaraknya sekitar 6rumah karna yg punya Chinese dilemparin batu dan dibakar stengahnya..ah rusuh pokonya, trus d tv liat org2 naek2in gedung MPR, waktu itu si mikirnya *ini ngapain sih..ga rubuh apa tu gedung?* hahaa. 
saya malah mengabadikannya dalam puisi 
ingi melupakan saja 
mei 98 dalam ingatan saya ...
saya baru saja melepas status putih abu abu yg tiap harinya mabuk dan tawuran seperti lazimnya anak anak sma dekade 90an ... kemudian saya mendaftar di sebuah kampus teknik ternama di kota malang yang ternyata gedung kampusnya penuh dengan bekas tembakan dari panser panser aparat saat demonstrasi ... bahkan saat ospek, yang diajarkan adalah cara demonstrasi dan melawan aparat yang bersenjata lengkap plus kendaraan lapis baja ... kemudian beberapa kawan pertama saya saat itu dari berbagai suku mulai dari batak, manado hingga cina yang kesemuanya pada kecanduan paham paham sosialis dan anarkis ... oohhhh gosh ... 98 is really a rough year 
sungguh mencekam...putaran politik yg dulunya otoriter menjadi terjungkal dengan tumbal korban2 para orang2 kritis...tp keadaan itu sampai sekrng masih terjadi dengan yopeng yg berbeda..ekonomi masih morat-marit,korupsi makin merajlela,hukum pn terbeli...uihh..negeri yg payah,yg harus di push oleh amukan massa,baru bergandengan tangn.. 
lagu darah juang, waktu itu aku pas masih sma dan pertama kalinya diajarin lagu darah juang ma aktivis mahasiswa sastra undip untuk mengenang korban di jakarta 
kejahatan kemanusiaan oleh aparat bersenjata dengan tirani kekuasaan pemimpinnya, chaos yg seperti dikondisikan, penjarahan dan berbagai berita mengenaskan lainnya, oh semoga akan ada jalan terang bari para korban Tragedi 98, Amin 
mei '98...kisruh, rusuh, kematian.... 
aku d bandung ... "meski gak separah jakarta ... tp bandung kerasa skali "protes2" thdp kejadian yg ada ...

kampus ku dliburkan dan aku dlarang kluar oleh kluarga yg khawatir aku yg jauh dr kluarga knapa ..

yg msh ku ingat ...
aku nekat keluar ... angkot yg ku naiki posisi nya di depan bis kuning UNPAD ... yg penuh mahasiswa demo ... di depan kantor Telkom Bdg

tak lama ... kluar suara tembakan tepat d belakang angkot yg aku naik ....

besok2 nya aku msh ingat jg ... hadir di orasi penuh sentilan oleh Alm, Kang Harry Roesli dan bbrp anggota Padhyangan Project di depan Gedung Sate ....

Setelah itu yang aku tau, kekcauan di Jkt, penuh jarahan? bakar2n
dan sempat ku baca buku2 n slebran2 yg aku sndri sulit percaya,
bahwa etnis tertentu dperlakukan kejam ...

yg ku tau juga .. di daerah asal ku Tanjungpinang, yg mana etnis China yg udah jadi bagian dari bangsa kita, yg udah ikut berperan di pembangunan Indonesia jg ketakutan...

dan bbrp bangunan di luar kota Tanjungpinang sengaja di bangun utk menampung eksodus etnis China dr Jkt-Jawa dsktr nya

yang masih aku ingat lagi, saat tahun lalu menjadi kandidat pertukaran pemuda int'l ... jawaban ku dipakai sbgai jawaban yg netral ktika mentor sesi nasionalisme, bertanya ...."apa yg akan kalian jawab jika particpants dari negara lain bertanya ... ttg kejadian Mei 98 di Indonesia"

ku jawab "Saya ada di bandung saat itu dan saya yakin, apa yg anda dengar ttg tekanan pada etnis tertentu di Inonesia, saya tidak yakin itu benar secara sporadis dilakukan oleh kelompok org tertentu. Hanya pbicaraan yg tdk bs dbuktikan"

Inti nya, kenapa kita masih saja mempertajam perbedaan yg sudah ada di Indonesia yg beragam ini?
antar agama
antar etnis
antar kepentingan
antar daerah ?
????
padahal tanpa semuanya,
atau hilang saja 1 unsur dari kita,
kita bukan lah lagi
Indonesia

negara yg katanya BESAR? 
Suatu semangat dan upaya untuk menjadi bangsa yang lebih baik. Pengorbanan yang sangat dahsyat dari para mahasiswa. Photo2 di Media penuh kengerian. Ada ungkapan "Pengorbanan menjanjikan bahagia"...Bilakah? 
sejarah adalah kebohongan yang dilakukan terus-menerus...
Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin