13.6.10

Rapat Teater Dikira MLM


Pagi jam sembilan di hari Jumat itu, Tobucil sudah kelihatan ramai. Bergelas-gelas kopi terhidang di meja, dan kepulan asap rokok beterbangan. Padahal, Mbak Elin sang kasir pun baru buka meja. Ramainya, ada sekitar lima belas orang lah. Kebetulan, saya terlibat dalam kumpul-kumpul itu. Yakni, kumpul dalam rangka rapat membicarakan teater yang akan digelar 9 Juli mendatang. Teater tersebut digarap oleh salah seorang punggawa Tobucil juga, yakni Sophan Ajie, yang biasa aktif di KlabNulis Kamis-Jumat. Teater tersebut memang bukan bagian dari acara Tobucil, tapi dengan digunakannya Tobucil sebagai tempat rapat pihak-pihak dari luar, menunjukkan komunalisme Tobucil. Meski demikian, ada juga yang diharamkan Tobucil untuk datang dan berkumpul di rumahnya, seperti yang Mbak Tarlen kira sebelumnya ketika pertama kali melihat kerumunan orang-orang rapat tersebut, "Saya kira ada MLM kumpul di Tobucil pagi-pagi. Kalau MLM mau saya usir deh hahaha." Rapat itu, tepatnya, membicarakan panduan kerja masing-masing tim. Saya sendiri terlibat mengurusi musik. Jadi, jika mau sombong, ada dua aktivis Tobucil yang terlibat dalam pertunjukkan teater berskala nasional yang akan digelar di Gedung Kesenian Jakarta itu. Satu ya Sophan Ajie, sutradara, satu lagi ya saya itu, Alhamdulillah.

Eits, ada satu lagi, yaitu kegiatan Partai Politik. Itupun tidak diijinkan masuk dalam komunalisme Tobucil. Sisanya boleh dikatakan sah-sah saja mengadakan pertemuan disana. Asal tidak rusuh dan minim unsur propaganda. Hitung-hitung meramaikan warung ya, Mbak Elin?
Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin