Thursday, July 15, 2010

5 W + 1 H Print On Demand


Tanggal 8 Juli lalu, saya atas nama tobucil diundang teman-teman Dipan Senja dan Dekranasda Jawa Barat, memberikan workshop tentang Print On Demand. Pada workshop itu, saya membuat booklet kecil yang berisi materi 5 W + 1 H Print On Demand. Isi booklet tersebut saya publikasikan di blog tobucil, biar teman-teman yang tidak dapat mengikuti workshop itu, tetap bisa mendapatkan materinya. Salam hangat - Tarlen (http://designbyvitarlenology.blogspot.com). Hal-hal yang masih kurang jelas atau pertanyaan lain, silahkan kirim melalui email: vitarlenology@gmail.com


What?
Print on demand atau dalam bahasa Indonesia 'mencetak berdasarkan permintaan' adalah sebuah teknik mencetak  yang muncul dan berkembang seiring dengan muncul dan berkembangnya teknologi cetak digital. Print on demand bukan 'aliran' dalam penerbitan buku. Ia hanyalah salah satu cara dan pilihan teknik untuk menerbitkan sebuah buku.

Why
Ada beberapa alasan mengapa teknik ini kemudian dipilih sebagai cara untuk menerbitkan sebuah buku
  • Dapat mencetak dalam jumlah yang sangat terbatas. Teknik ini memungkinkan hanya menerbitkan jumlah eksemplar yang terbatas (bahkan hanya 1 eksemplar) dengan biaya produksi yang cukup murah. Secara teknis POD seperti halnya mencetak sebuah file dokumen langsung dari komputer ke printer.
  • Tidak memerlukan modal besar untuk menerbitkannya. Karena dapat dicetak dalam jumlah yang sangat terbatas, teknik ini membuat penerbitan buku tidak lagi memerlukan modal besar untuk diterbitkan.
  • Tidak memerlukan gudang penyimpan untuk stok buku.
  • Memberi peluang untuk mencetak buku dengan banyak pilihan. Karena setiap judul tidak perlu dicetak banyak, maka peluang untuk memperbanyak judul yang di cetak menjadi lebih besar.

Who?
  • Penerbit yang mengkhususkan diri pada terbitan-terbitan khusus.
  • Penulis yang sulit menembus penerbitan besar untuk menerbitkan karyanya.
  • Penulis pemula yang ingin menerbitkan bukunya tanpa banyak intervensi dari editor.
  • Orang yang ingin bereksperimen dengan medium buku, misalnya ingin menerbitkan buku sketsa miliknya, membuat buku foto jepretannya, dll.

When
  • POD ini cukup ekonomis dilakukan ketika kita hanya akan mencetak di kurang dari 500 eks terutama buku-buku yang menggunakan banyak warna.
  • Ketika hanya memiliki sedikit waktu untuk produksi.
  • Ketika berniat membuat DIY (Do It Yourself) Publishing.

Where
POD bisa dilakukan sendiri dengan bermodalkan peralatan cetak digital seperti komputer dan printer laser, atau dilakukan di tempat vendor yang biasa melakukan cetak digital atau yang memang secara khusus melayani POD.

How
Sekarang bagaimana mengerjakannya? Sekali lagi perlu diingat bahwa POD adalah salah satu dari sekian banyak teknik mencetak sebuah buku.  Untuk itu hal yang perlu dipersiapkan dengan matang adalah :
  • Tahapan Pra Produksi
Hal terberat dalam pra produksi ini adalah menyiapkan naskah yang akan diterbitkan. Jika naskah ini adalah naskahmu sendiri, urusan bagi hasil menjadi sederhana, karena pada prinsipnya kamu yang menulis, kamu yang menerbitkan dan kamu juga yang menjualnya. Kamu yagn sepenuhnya bertanggung jawab dari A sampai Znya. Banyak penulis tidak ingin tulisannya di edit oleh editor dengan alasan tidak ingin kebebasan dalam menulis di campuri oleh orang lain, padahal sebuah tulisan yang baik tetap saja sebisa mungkin terhindar dari salah ejaan dan secara logika tetap harus bisa dipertanggung jawabkan. Editor akan banyak membantu dalam hal ini, tinggal bagaimana kamu berkompromi dengan editor dalam hal ini. Jadi persiapkan naskah ini dengan matang sebelum memutuskan untuk  menerbitkannya.

  • Tahapan Produksi
Produksi ditentukan oleh keputusan kamu dimana kamu akan melakukan  produksi ini? apakah di rumahmu sendiri dengan memanfaatkan printer yang ada di rumah? atau dilakukan di vendor cetak digital?

Jika dilakukan di rumah/olehmu sendiri hal yang harus kamu perhatikan:
  • Printer laser black and white adalah hal yang wajib kamu miliki untuk mencetak isi buku yang akan kamu terbitkan. Mengapa printer laser? karena hasilnya lebih tahan air/tidak akan luntur dan tulisan yang dicetaknya lebih tajam.
  • Perhatikan ukuran maksimal kertas yang bisa digunakan oleh printer lasermu. Mengapa ukuran kertas ini menjadi penting? karena berhubungan dengan efisiensi penggunaan bahan dan desain yang memudahkan urusan teknis dalam tahapan produksi.
  • Untuk desain kamu bisa menggunakan software desain: seperti corel draw, adobe illustrator, terserah mana yang nyaman buat kamu gunakan yang terpenting, software ini cukup compatible dengan printer yang kamu gunakan.
  • Kamu perlu mengenal jenis kertas untuk isi dan juga cover. Tidak ada keharusan memakai jenis kertas tertentu hanya yang penting dipertimbangkan adalah jenis kertas yang digunakan (terutama untuk isi) tidak mengganggu kenyamanan mata dalam membacanya. Kecuali kamu memang berniat membuat buku eksperimental, bukan hanya dari isi tapi juga dari bahan yang digunakan untuk buku tersebut.
  • Untuk mencetak cover kamu bisa menggunakan printer ink jet warna, tapi kelemahannya warna akan mudah luntur dan pudar. Jika menggunakan printer ini, kamu perlu melakukan tahapan lain yaitu melaminasi covernya.  Lebih baik jika kamu mencetak covernya dengan menggunakan printer laser color (kamu bisa mencetaknya di tempat cetak digital), menyablonnya atau melakukannya dengan teknik stensil art. Kelebihan dari POD yang dikerjakan sendiri adalah, kamu bisa bebas berkreasi. Jika kamu mencetak 50 eks buku, tidak harus 50 eks itu covernya sama semua, Kamu bisa membuat 50 cover yang berbeda.
  • Untuk menjilidnya, kamu bisa menggunakan staples biasa, simple book binding atau block lem, tergantung dari ketebalan buku yang akan kamu buat.

Jika dilakukan oleh vendor cetak digital yang perlu diperhatikan adalah format file yang menjadi standar mereka. Selebihnya vendorlah yang akan melakukan produksi sampai menjadi buku.

  • Distribusi dan Pemasaran
Hal yang paling membedakan antara POD dengan teknik penerbitan buku melalui penerbit adalah proses distribusi dan pemasaran. Jika melalui penerbit, penulis tidak perlu bersusah payah menjual bukunya, dengan teknik POD, penulis adalah produsen sekaligus penjual juga. Teknik distribusi dan pemasaran buku dengan teknik POD ini adalah direct selling. Kamu bisa memanfaatkan jejaring sosial di internet untuk memasarkan bukumu. Selain itu, karena buku ini diproduksi sesuai permintaan, semakin rajin kamu mempromosikan bukumu, semakin besar peluang permintaan dari calon pembeli.

Hal yang penting untuk diperhatikan dalam teknik direct selling:

  • Jika kamu menggunakan internet sebagai media pemasaran, maka kamu perlu menyiapkan perlengkapan untuk melakukan mekanisme penjualan online. Kamu memerlukan internet banking, kurir yang bisa diandalkan dengan jangkauan yang luas dan, nomer kontak dan email untuk berkomunikasi dengan konsumen. Hal terpenting adalah kepercayaan. Penjualan online membutuhkan kepercayaan lebih besar karena  pembeli membayar terlebih dahulu barang yang akan dia beli, setelah itu baru penjual mengirimkan barangnya. Pelayanan yang mengecewakan akan menjadi rekomendasi buruk bagi masa depan direct selling yang kamu bangun, karena konsumen yang kecewa dapat menyebarkan kekecewaannya dengan cepat secara online. Maka berhati-hatilah menjaga kepercayaan konsumen.
  • Gunakan teknik promosi online yang cerdas. Jangan menjadi spammer di internet, karena dengan mudah email kamu akan di block dan dilaporkan sebagai spammer
  • Untuk itu, kenalilah target market kamu. Siapa sasaran yang menurut kamu perlu untuk mengapresiasi karyamu. Semakin jelas semakin baik. Karena dari awal penerbitan dengan teknik ini cocok untuk buku-buku yang spesifik, maka target marketnya juga menjadi spesifik pula.
Menghitung harga jual:
Menghitung harga jual seringkali menjadi hal yang membingungkan bagi banyak orang. Ada rumus sederhana yang bisa diterapkan: 
biaya produksi + biaya promosi + ongkos direct selling + keuntungan = harga jual

biaya produksi adalah biaya yang diperlukan untuk memproduksi setiap eksemplar buku yang kamu cetak. Kamu bisa menghitung biaya cetak perlembar, biaya print cover, jilid, finishing, untuk menentukan biaya produksi.
biaya promosi adalah biaya yang kamu butuhkan untuk promosi, Misalnya biaya pulsa atau internet, cetak brosur atau material lain yang kamu perlukan untuk promosi. Jika sulit menghitung secara pasti, kamu bisa mengalokasikan dalam jumlah tertentu, sehingga mudah menghitungnya.
ongkos direct selling adalah biaya yang dibutuhkan untuk layanan direct selling ini. Misalnya biaya kemasan yang kamu butuhkan untuk mengirimkan setiap eksemplar buku yang kamu kirimkan. Ongkos kirim biasanya tidak termasuk dalam harga jual. Jadi harga jual tidak termasuk ongkos kirim.  Untuk itu kamu juga perlu memiliki daftar tarif ongkos kirim ke seluruh daerah tujuan dari jasa kurir yang kamu gunakan.
keuntungan adalah berapa banyak keuntungan yang akan kamu ambil dari setiap eksemplar bukunya. Jika kamu mengerjakan A sampai Z, kamu pantas mengehargai dirimu sendiri.
harga jual adalah harga yang merupakan akumulasi dari seluruh biaya-biaya yang kamu butuhkan dan keuntungan dari setiap eksemplar buku yang kamu produksi. Kamu bisa melakukan survey kecil untuk mengetahui apakah harga yang kamu patok cukup masuk akal atau tidak, yang penting tidak merugikan kamu tapi juga masuk akal untuk calon pembeli.


Catatan: variebel biaya tambahan lain selain rumus di atas (misalnya konsinyasi kepada outlet-outlet yang membantu menjual) bisa ditambahkan untuk menghasilkan perhitungan harga jual.

Selamat menerbitkan bukumu sendiri :)
Google Twitter FaceBook

7 comments:

Andi Lia said...

Waa, makasii, infonya bermanfaat banget :)

ninja Cyber said...

makasih bos...

Eki said...

TErima kasih atas ilmunya, Mbak. Bisa kasih info: (1) di mana ada printing vendor yang bisa mengerjakan POD di Bandung? (2) Apakah buku yang diterbikan sendiri dengan cara POD bisa mendapatkan ISBN?

Terima kasih.

vitarlenology said...

buku yang diterbitkan dengan sistem POD bisa dapat ISBN, diurus dengan prosedur biasa di perpustakaan nasional. Di bandung saya belum menemukan vendor yang khusus buku POD, yang saya tau gramedia dan kanisius bisa jadi vendor POD juga..:)

salam
tarlen - tobucil

OJANTO said...

waaa.. asik sekali ya POD.. informasinya bagus sekali mbak Tarlen. :)
terima kasih..

Ahmad said...

Bagaimana dengan status hak ciptanya? Apakah buku yg dibikin melalui POD juga harus memenuhi standar ilmiah penulisan (karya non-fiksi)

akizeyek said...

heummm,salam kenal mbakkk...makasih infonya :D

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin