12.12.10

Klab Nulis: Penutupan yang Dramatis

 Jumat, 10 Desember 2010

Ophan dalam penutupan Klab Nulis, ditemani KlabKlassik


Sophan Ajie, tutor Klab Nulis, awalnya memperkirakan bahwa Klab Nulis angkatan VIII ini sepertinya akan berakhir anti-klimaks karena tidak adanya sidang karya. Namun yang terjadi malah sebaliknya, sidang Klab Nulis Angkatan VIII ternyata ditutup dengan suasana haru.Keenam peserta yang "tersisa"-dari tadinya pendaftar yang jumlahnya sebelas-, yaitu Idhar, Arlin, Ellis, Martia, Bu Meta, dan Dini, sukses menghayati hari pamungkas ini dengan khidmat. 

Sophan Ajie alias Ophan, membukanya dengan semacam diskusi mengenai penting-tidaknya menulis, lalu proses kreatif masing-masing peserta, serta ide-ide karyanya.  Misalnya, Ophan bertanya, "Menulis adalah gambaran diri kita, berarti kalau cerpen Ellis bericerita tentang kesepian, apakah Ellis pada dasarnya kesepian?" Ellis menjawab, "Iya, secara psikologis kesepian, walaupun secara sosial tidak juga." Puji, yang mendampingi Ophan selama jalannya diskusi, juga sukses mengorek-ngorek peserta sehingga jawaban yang keluar menjadi beragam dan mendalam. Misalnya, "Apakah menulis itu, adalah ungkapan rasa saja, atau malah bisa merubah pribadi si penulis?" Lantas Dini menjawab, "Bisa, karena dengan menulis, kita menjadi semakin mengenal batin kita yang terdalam. Pada titik itu, perubahan menjadi sangat mungkin."

Suasana Klab Nulis juga terasa lebih kuat karena Ophan mengundang KlabKlassik untuk menghadirkan musik di tengah-tengah diskusi. Selain bermain untuk pembuka dan pertengahan diskusi, KlabKlassik juga mengiringi pembacaan puisi yang dilakukan oleh Dini. Acara penutupan yang berlangsung kurang lebih dua jam itu, menghasilkan cerpen terbaik yang diraih oleh Ibu Meta, dan cerpen terfavorit yang diraih oleh Dini. Pada penyerahan sertifikat, terjadi suasana haru yakni ketika Mbak Tarlen, pemilik Tobucil, menyebut nama Mas Paskalis yang telah berjasa dalam menghidupkan Klab Nulis ini. Mas Paskalis, yang meningggal 26 November 2009 tersebut, adalah asisten Ophan dalam banyak edisi Klab Nulis. Mbak Tarlen juga sekaligus berterimakasih pada Puji yang mau menggantikan posisi Mas Paskalis.

Acara benar-benar ditutup dengan peluk haru antar peserta Klab Nulis. Mereka merasa kegiatan menulis ini tak sekedar menghasilkan tulisan, tapi juga persahabatan.

Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin