Sunday, October 31, 2010

Merayakan Sudjojono di Beranda Tobucil

Adalah Sudjojono, yang jadi perbincangan kami sore itu. Edisi khusus, sebagai bagian dari selebrasi mengenai S. Sudjojono yang dilakukan di empat belas titik di Kota Bandung, baik dalam format pameran, seminar, maupun diskusi seperti yang dilakukan Madrasah Falsafah Rabu kemarin. Berhubung publikasi yang dilakukan Tobucil cukup baik, yang datang jadinya pun cukup banyak. Sekitar lebih dari dua puluh orang, dan itu terjadi dalam kondisi hujan cukup deras. Yang membuat Mbak Tarlen sempat khawatir akan kelangsungan diskusi.

Meski demikian, Rosihan Fahmi alias Kang Ami memulainya relatif tepat waktu, yakni jam 17.10, hanya ngaret sepuluh menit. Ia memulainya sesuai wacana, yakni soal pemikiran Sudjojono tentang apa yang dinamakan “Jiwa Ketok”. Sudjojono, seniman yang dilahirkan di Kisaran, Tebing Tinggi, Sumut tersebut, terkenal menciptakan beberapa definisi bagi dunia seni rupa. Misal tentang kata “sanggar” yang ia adopsi sedikit banyak dari kata “langgar”. Sudjojono ingin sanggar yang biasa dipakai untuk para seniman merampungkan karyanya, punya unsur spiritual, semedi, dan maka itu ia seolah mau menyamakan seniman dan para kyai dalam soal adiluhung. Begitupun ketika ia ditanya, “apa itu kesenian?” Beliau menjawab: Kalau seorang seniman membuat suatu barang kesenian, maka sebenarnya buah kesenian tadi tidak lain dari jiwanya sendiri yang kelihatan. Kesenian adalah jiwa kétok. Jadi kesenian ialah jiwa.”

Soal ini, yang menjawab cukup banyak, mulai dari seniman Isa Perkasa, pendatang baru Seto dan Sudra, lalu Pak Amrizal, serta seorang kurator bernama Aminuddin TH. Siregar atau biasa dipanggil Ucok. Seto mengaitkan kesenimanan dan keseimanan, terkait dengan usaha penyamaan istilah sanggar dengan langgar. Lalu Sudra, dengan latar belakang fisikanya juga ikut berkomentar tentang jiwa ketok ini. Mengatakan bahwa apa yang disebut jiwa, lama kelamaan bisa dijelaskan lewat partikel-partikel fisika. Ia sendiri tengah meneliti soal love particle. Yang cukup runut adalah penjelasan dari Bang Ucok, maklum, beliau merupakan salah satu panitia tentang selebrasi Sudjojoni ini, sehingga sedikit banyak pengetahuannya cukup lengkap.

Bang Ucok mengaitkan antara kesenimanan Sudjojono dengan konsep superman ala Nietzsche. Hal tersebut tidak lepas dari heroisme Sudjojono yang seolah “mengharuskan” para seniman untuk maju terus pantang mundur, tidak apa-apa sengsara, melarat, yang penting berjuang demi kebenaran dan keindahan. Ini persis dengan konsep superman Nietzsche, yang mendorong kita untuk mengatakan “ya” pada hidup. Amor Fati, begitu yang ia bilang. Maka itu, jiwa ketok adalah semacam ungkapan keberanian untuk memperjuangkan kebenaran subjektif. Karena jiwa ketok adalah jiwanya sendiri, keindahan versinya sendiri, dan jua kebenaran miliknya sendiri.

Di akhir diskusi yang cukup berat dan melelahkan itu, Kang Fahmi mengajukan ide: Kiai sudah, militer sudah, jadi pemimpin Indonesia dan terbukti gagal. Bagaimana jika berikutnya adalah seniman?

Google Twitter FaceBook

Friday, October 29, 2010

Tobucil Di Pesta Blogger 2010

Tahun ini, Tobucil & Klabs akan ikut berbagi di Pesta Blogger 2010. Tobucil akan berbagi tentang 'Blog dan Strategi Pengembangan Komunitas. Buat kamu yang tertarik untuk hadir, informasi dan keterangan lebih lanjut bisa di baca di sini: Program yang Menantimu di Pesta Blogger 2010
Google Twitter FaceBook

Pasar Tiga Sembilan: Yuk, Bantu Bi Icah Mendapatkan Kembali Rumahnya!



Pada hari Sabtu ,21 Agustus 2010 terjadi kebakaran besar yang melumatkan lebih dari 22 rumah, di perkampungan padat gang Veteran di jalan veteran bandung

Diantara para korban kebakaran, terdapat bi icah,seorang ibu berusia 67 tahun, yang bersama dengan 18 anggota keluarganya kini telah kehilangan tempat tinggal dan seluruh harta benda lainnya yang pernah mereka miliki.
Rumah bi icah yang telah ditempatinya sejak tahun 1993 merupakan peninggalan almarhum suaminya, yang sudah lama meninggal.

Saat ini, dengan bantuan dari donatur yang bisa kami kumpulkan, keluarga besar bi icah tersebar menempati beberapa kamar sewaan didekat lokasi bekas rumah mereka berada.
Langkah selanjutnya sudah pasti membangun kembali rumah mereka. Akan tetapi, tingginya biaya yang akan dibutuhkan ,ditambah dengan penghasilan seadanya yang hanya pas-pasan untuk biaya hidup menjadikan rencana pembangunan kembali rumah mereka bagaikan sebuah mimpi yang tidak terjangkau.

Disinilah kami mengajak untuk turut mengulurkan tangan untuk membantu.

Yang ingin kami lakukan adalah menginventarisir kebutuhan yang ada, membuat desain rumah yang sehat, tahan banjir dan bisa dibangun dengan biaya seoptimal mungkin, mengumpulkan dana yang dibutuhkan, baik dari sumbangan donatur ataupun sumber lainnya, dan terakhir melaksanakan proses pembangunan kembali.

Kenapa kami peduli?
Hampir delapan tahun terakhir, bi icah bekerja sebagai pembantu di gedung sunda 39a bandung. Ditempat ini juga bi icah menjalankan sebuah warung kopi sederhana. Diusianya yang tidak muda lagi ini, bi Icah tetap berperan sebagai tulang punggung keluarganya, dengan membantu menafkahi anak, menantu, cucu-cucu, dan bahkan ibunya yang sudah berusia 80 tahun lebih.
Setiap hari, bi Icah selalu menyapa dengan ramah para pengunjung gedung, menawarkan jajanan dan kopi jualannya, juga selalu mengingatkan para pemilik motor untuk mengunci ganda kendaraannya.

Saat terjadi kebakaran, ketika anak anak dan menantunya hanya bisa terpaku dan menangis histeris, bi Icah lah yang berinisiatif mencari para anggota keluarganya satu demi satu dan mengumpulkan mereka di warung tempatnya bekerja.

Pendek kata, menurut kami bi Icah adalah seorang bibi keren.

Dan karena itulah menurut kami, ia harus bisa mendapatkan kembali rumahnya.

PASAR TIGA SEMBILAN

*** PASAR TIGA SEMBILAN EDISI KALI INI DITUJUKAN UNTUK MEMBANTU CAUSE INI:
http://www.facebook.com/pages/Yuuk-kita-bantu-bangun-kembali-rumah-bi-Icah/154213491260431?ref=sgm ***

...The vendor:
12 stand yang menjual segala macam, baik barang baru, baju dan sebangsanya, asesoris, gadget electronic bekas,original artworks, pernak pernik bongkaran kamar, mainan baru dan vintage, dan benda2 lain yang tidak pernah kita duga2 sebelumnya

Tempat: Jl Sunda no 39A bandung (home of Zerotoys ,museum mainan
80an, dan Humanika
Waktu : Minggu 31 Oktober 2010 (Halloween day)
Jam 09.00-18.00
Entry : gratis dong, semua orang boleh datang!

Stand diisi oleh:

- Parental Advisory http://www.facebook.com/group.php?gid=55533366835
- Humanika http://www.rental-kamera.com/
- Tobucil N Klabs http://tobucil.blogspot.com/
- Antoarief.com http://antoarief.com/
- Aldoalfa
- Tribo+Cungki http://tribopopfunganda.tumblr.com/
- Lou Belle/MyTummyToys http://mytummytoys.com/2009/10/14/lou-belle-shop-bandung-indonesia/
- Rebenue Stowree http://rebenue.multiply.com/
- Clockwise http://www.facebook.com/profile.php?id=100001643141081&v=wall
- Virland/Bapak Ranger http://www.virland.com/
- Boneka windu
- Airin and friens
- Angkringan Sunda Tirtayasa

The event:
Pre Halloween party everyone! , doodling artist, Tarrot Reader, guest DJ, satu-satunya toy museum di indonesia, charity tshirt by Parental Advisory, craft workshop by tobucil (?),abang foto Polaroid

Live Painting and Toys Costum by MyTummyToys, The Yellow Dino

Stand:
Rp 100ribu per stand, untuk seharian, lokasi first come first served basis, total stand yang tersedia 12 buah stand, jumlah barang bebas, asal masuk akal dan tidak mengganggu lalu lintas atau stand yang lain. Pendapatan dari sewa stand 100% akan diberikan pada bi Icah

Kontak person:
Aldo (0811221667)
Airin (08562187020)
Google Twitter FaceBook

Thursday, October 28, 2010

Hiburan Untuk Pengungsi Merapi

Kawan-kawan,
kalau ada kenalan pemusik, pendongeng, penyanyi, psikolog ya....
Dari beberapa data yang dikumpulkan adikku dan beberapa temannya, pengungsi di 8
lokasi pengungsian Merapi di yogyakarta, mereka sangat membutuhkan hiburan
(secara psikologis). Banyak anak-anak dan orangtua yang kesepian dan sering
menangis. Kebanyakan para penghibur/ penyanyi difokuskan untuk menghibur
para pengungsi di Hargobinangun yang merupakan pusat pengungsian. Jadi di
beberapa pengungsian kecil belum tersentuh hiburan.

Beberapa yang membutuhkan hiburan:
1. Pengungsi di Tlatah (muntilan)
2. Pengungsi di tanggung
3. Pengungsi di Girikerto

Kalau ada kenalan pemusik, pendongeng, penyanyi atau psikolog yang mau
volutering..bisa hubungi adikku Shinta : 0811-258-658  atau Otto : 0812-274-2897
atau bisa hubungi romo Yatno : 0812-29666-34 (Gereja Somohitan, Turi, Sleman).
Beberapa penyanyi gereja sudah bersedia membantu.Tiga hari ini mereka sudah
mengajak anak-anak untuk menyanyi dan menggambar. Terimakasih banyak.

Salam,
Luviana (dari milis ajisaja)


Google Twitter FaceBook

Yuk, Merajut Bersama untuk Kemanusiaan

Klab Merajut dan The Men Who Knit (http://themanwhoknit.blogspot.com/) mengundang teman-teman untuk merajut bersama,

Minggu, 31 Oktober 2010Mulai Pk. 12.00 WIBtempat: Tobucil & Klabs Jl. Ace No. 56 Bandung Telp/ 022 4261548

Benang disediakan gratis. Bagi yang belum bergabung dikegiatan ini namun tidak bisa merajut, akan diberikan workshop singkat merajut dengan cara Yubiami (merajut dengan jari).

Hasil rajutan dari kegiatan ini akan disumbangkan kepada korban bencana Mentawai dan Merapi.

salam hangat,tobucil & klabs
http://tobucil.blogspot.com/
http://tobucilhandmade.blogspot.com/
Google Twitter FaceBook

Wednesday, October 27, 2010

Informasi dan Alur Bantuan Kemanusiaan Gempa-Tsunami MENTAWAI

Dari milis Ajisaja:
GEMPA DAN TSUNAMI MENTAWAI

Re : Laporan Situasi Terakhir dari berbagai Sumber
Tanggal 27 Oct 2010 Pkl. 01:19PM +0700

A. Rincian DATA KORBAN sementara (hasil rapat koordinasi Gubernur (mengutip
Harian Padang Ekspres 27/10) :

1. Korban Tewas : 112 Orang
2. Korban Hilang : 502 orang
3. Rumah Rusak : Ratusan
4. 300-an warga Pulau Surat Aban, Kecamatan Pagai Selatan, belum diketahui
nasibnya.
5. Di Desa Malakopa, ditemukan 100 rumah warga hancur.
6. Di Desa Mutai Baro-baro, 100 warga belum ditemukan.
7. Desa Makaroni dinyatakan telah rata dengan tanah. Namun, 23 turis asing
dinyatakan selamat, 27 warga setempat juga selamat.
8. Daerah silabo dan Muaro Takohapeha 150 rumah warga hancur.
9. Jumlah Pengungsi : 2100 KK

B. KAPAL PENGANGKUT BANTUAN :

Informasi terkini : KAPAL BANTUAN KEMANUSIAN DIBERANGKATKAN dari Pelabuhan
Laut Teluk Bayur PADANG. KM Perintis yang direncanakan berangkat jam 10.00 hari ini (27/10) ditunda keberangkatannya jam 14.00.

B.1. Beberapa Lembaga/NGO/media sudah mendaftar berangkat ke Mentawai dan Sikakap : UNRC, Save The Children, Mercy Corps, Merc-C, ACT, HMI, Yakkum, TVRI, Harian Singgalang, CWS, YTBI, Kantor Berita Xinhua, Metro TV, Media Indonesia, Yayasan Peduli Kasih, RRI Padang, Prudential, Tempo.

B.2. Jumlah RELAWAN terdaftar : 77 orang berangkat dari Pelabuhan Teluk Bayur, Padang.

B.3. Jenis bantuan yang sudah terdaftar sampai jam 11.30 WIB di Pusdalops Sumbar (Padang) siang ini adalah :
1. Beras : 1 ton
2. Indomie : 50 dus
3. Promina : 2000 set
4. Susu Formula 123 : 144 Kotak
5. Air Mineral : 30 dus
6. Pakaian bekas : 1 kantong
7. Pembalut wanita : 1 kardus + 1 plastik
8. Boneka : 1 kotak

Bagi rekan-rekan dan organisasi yang ingin mengirimkan bantuan ke Mentawai silahkan menghubungi Bapak Peren, S.Sos (Pusdalop Sumbar) No. HP 081363477373

Bagi rekan-rekan yang akan ikut ke Mentawai bisa mendaftar ke Posko Pusdalops Sumbar - Komplek Kantor Gubernur Sumbar - Jl.Jend. Sudirman Padang. Dua kapal motor berangkat siang ini dari pelabuhan Teluk Bayur, salah satunya KM Perintis. Untuk koordinasi di Pelabuhan silakan kontak :
Bapak Surung Martua Sinaga (Pusdalops BPBD Sumbar), No HP 0813 748 545 36.

Untuk INFORMASI UMUM, silakan kontak Pusdalops-BPBD Prop Sumbar Telp 0751 811 316

CATATAN PENTING :

Bagi relawan yang akan berangkat ke lokasi bencana, dimohon mempersiapkan keperluan dan logistik sendiri selama tinggal di kepulauan Mentawai. Pemda Sumbar menyediakan LOGISTIK HANYA UNTUK KORBAN Gempa dan Tsunami di Kepulauan Mentawai. Agar maklum.

Zulfa Ermiza
Coordination & Liaison for Recovery Network
UN Resident Coordinator Office
BNPB-TPT Office Jl.Khatib Sulaiman No.106 Padang
Mobile: 0812 673 7899
Email : zulfa.ocha@gmail.com

INFO PENTING TAMBAHAN :

A. Informasi dari Gereja Kristen Protestan Mentawai (GKPM) :

Informasi rekan Jaya dari Cipta Fondasi Komunitas : beliau menerima telpon dari salah seorang pengurus/eforus di Gereja Kristen Protestan Mentawai (GKPM) bahwa lebih kurang 58 mayat saat ini belum dikubur. Masih sekitar ratusan orang belum ditemukan di daerah WUKUNGAN Kepulauan Pagai Utara. Kebutuhan mendesak saat ini : Terpal, Alat Masak, Obat-obatan dan tim medis.
Sampai saat ini belum ada bantuan masuk. Sebagian besar rumah hancur diterjang ombak/tsunami.

Untuk kontak pengurus GKPM :
a. Ephorus GKPM : 0813 6318 3963
b. Sekjen GKPM : 0812 6759 065
c. BU GKPM : 0813 7459 4188

B. Info dari Posko Lumbung Derma (LSM Sumbar)

Hasil assesment staf lapangan Yayasan Citra Mandiri Mentawai (YCMM) sampaisore kemarin (26/10) pukul 17.00 WIB:

1. Korban meninggal 87 orang, rumah rusak berat 100 unit, dan yang masih hilang 193 orang.
2. Akses transportasi ke lokasi wilayah yang terkena bencana hanya bisa dilakukan dengan speed boat, akses komunikasi tidak ada, harus ke sikakap dulu.
3. Update terakhir : masih ada beberapa dusun yang diperkirakan terkena dampak yang parah belum bisa didapatkan informasi, team assesment masih di lokasi.
4. Info dari Muntei baru-baru ini aman. Tapi dari warga dusun Muntei berjumlah 307 orang, masih tersisa kurang dari 100 orang dan semuanya dalam keadaan luka-luka --- butuh bantuan medis dan makanan segera!
5. Lumbung Derma telah membentuk Posko Peduli Gempa Tsunami Mentawai Lumbung Derma termasuk penyaluran bantuan kemanusiaan melalui Kantor Yayasan Citra Mandiri (YCM) Mentawai Jl. Kampung Nias No.21 Padang, Telp/fax. 0751 35528.
6. Bantuan uang dapat disalurkan melalui rekening bank :
Atas Nama : QQ Khalid S
No. Rekening : 1530017171
Nama Bank : Bank Syariah Mandiri
Cabang 153 Kantor Kas Ulak Karang

STRUKTUR TASK FORCE

Yosef Sarogdok (Koordinator YCM)
No HP 0813 63 416 483
Email : puputkunen@yahoo.co.id

Pinda T. S (Koordinator Data Base)
No HP 0813 74 500 042
E-mail : pin_simanjuntak@yahoo.com

Nikman Sanene (Koord. Logistik YCM)
No HP 0813 63 476 675
E-mail : nick_sanene@yahoo.com

Andrio Nurul (WALHI SB)
No HP 0812 67 818 616
and_rhiyou@yahoo.co.id

Irman Jon, Assesment Pulau Sikakap
No HP 0812 66 824 45

AKSI Tanggap Darurat:

1. Sudah berangkat kapal perintis membawa bantuan ke Sikakap.
2. Dari Sikakap bantuan ini akan didistribusikan ke pulau-pulau yang terkena gempa dan tsunami dengan boat.
3. Bantuan yang dibawa meliputi : 16 ton makanan, tenda gulung dan keluarga 20 ribu buah, kantong mayat 950 lembar, tikar dan selimut 2 ribu lembar, tenaga medis 15 orang, obat-obatan 5 ton.
4. Relawan 150 orang yang berangkat berkelompok.
5. Kapal Pertaminan akan berangkat membawa bensin 20 ton, solar 5 ton, dan minyak tanah 5 ton.
6. Avtur, bahan bakar helikopter dipersiapkan sebanyak 20 ton.
7. Kapal perang dari Medan membawa bantuan tambahan akan datang sekitar tanggal 29-30 Oktober 2010.
8. Sumber dana untuk tanggap darurat ini, bantuan dari BNPB sebesar Rp. 1 Milyar, APBD Sumbar dan bantuan dari berbagai pihak.
9. Bantuan dari luar negeri belum bisa diterima meski sudah ada yang menawarkan.
Google Twitter FaceBook

Tuesday, October 26, 2010

Daftar Posko Bantuan Untuk Korban Bencana Mentawai dan Merapi

Untuk membantu secara umum ke wilayah-wilayah yang tertimpa bencana, dapat melalui :
http://www.pmi.or.id/ | Twitter @palangmerah

Untuk memantau info bencana follow twitter @infobencana

Donasi Melalui SMS *811#

Bersama untuk kemanusian di era digital, mari berdonasi melalui layanan sms. Untuk para pengguna Telkomsel, silahkan ketik *811#, pilih PMI (2), lalu ikuti petunjuk selanjutnya.

Donasi Bencana Umum 1. Bank Mandiri KCP Jakarta Krakatau Steel, No.Rekening 070-00-0011601-7, atas nama Palang Merah Indonesia 2. Bank Rakyat Indonesia (BRI) KC Jakarta Pancoran, No.Rekening 0390-01-000030-3, atas nama Palang Merah Indonesia 3. Bank Central Asia (BCA) KCU Sudirman, No.Rekening 035.311223.3, atas nama Kantor Pusat PMI (Perhimpunan PMI)

Donasi Menggunakan Mata Uang Dollar Amerika (USD)  Bank Mandiri KCP Jakarta Wisma Baja, No. Rekening: 070-00-0584905-9, Atas nama: Palang Merah Indonesia.

Humas PMI +62.21.7992325
E Mail : pmi@pmi.or.id
__________________

Untuk Mentawai, sementara di dapat link dari

http://berita-lampung.blogspot.com/2010/10/pusat-posko-telkom-peduli-gempa-dan.html
POSKO Telkom Sikakap 0759-322000, 322200, lokasi tsunami Kec.Malakopak & Dusun Muntei blm terjangkau fastel.

Siberut 0759-21000, 35500 Pusat posko TELKOM PEDULI gempa mentawai ada di Kantor TELKOM Tua Pejat Dekat kantor Bupati telp. 0759-320198 & 0759-320200. -  Digunakan GRATIS

Yayasan Penanggulangan Bencana READY Mentawai Bank NAGARI CAPEM SIBERUTAn No Rek 2111.0210.01591-3 atas nama PENANGGULANGAN BENCANA READY MUARA SIBERUT KEC. SIBERUT SELATAN
  
Untuk penyaluran di Jakarta bisa menghubungi PMI atau BNPB dan di Padang bisa melalui kantor kami di Caritas Keuskupan Padang, d/a GOR Prayoga, Jl. W.Monginsidi No.4D Padang. CP: Ragyl 0812 6372 1075

Untuk penyaluran bantuan #Mentawai bisa ke Kantor Yayasan Citra Mandiri Mentawai (YCMM), Jl. Kampung Nias IV No. 21 Padang Telp 0751-35528
 __________________

Help! Needs doctors, nurses and volunteers to be deployed to #Mentawai. Contact 6530 3150/6530 2707 or email us at binamandiri@cbn.net.id
___________________

Kapal Laut untuk Relawan dan Bantuan ke #Mentawai. Ibu Eliza Murti untuk informasi dan reservasi Hp 0852 63019234*
___________________ 

 KM LABOBAR untuk relawan dan bantuan ke #MENTAWAI Rabu 27-10- 10 Jam 14.00 dari T Priok. ADPEL 021 439 317 38, PELNI 0811 8258 90
 ____________________

Untuk informasi mengenai Merapi dapat melalui Komunitas Jaringan Informasi Lingkar Merapi (Jalin Merapi)
http://merapi.combine.or.id/ | Twitter : @jalinmerapi | Koordinir bantuan +62 274 411123

1. COMBINE Resource Institution Jl. KH Ali Maksum No. 183 Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY 55133 Telp./Faks.: 0274 411 123


2. Sekretariat Forum Pengurangan Risiko Bencana DIY d/a Gedung Badan Kesbanglinmas Prov DIY (Lt 2) Jl Sudirman 5 Yogyakarta Telp/Fax: 0274 554 427


3. IDEA Yogyakarta Jl. Kaliurang KM 5 Gang Tejomoyo CT III/3 Yogyakarta 55281 Telp/Faks.: 0274 583 900

Kontak Person Media Komunitas di Wilayah Lingkar Merapi
  • Tim Siaga Desa Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah: Sukarno (HP: 0818 04122218)
  • Tim Siaga Desa Jrakah, Selo, Boyolali, Jawa Tengah: Jumadi (HP: 0817 0630 375)
  • Tim Siaga Desa Klakah, Selo, Boyolali, Jawa Tengah: Pomo (HP: 08191543 9447), Jumarno (HP: 0878 3412 3330)
  • Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana Desa Krinjing, Dukun, Magelang, Jawa Tengah: Sartono (HP: 0819 0387 2562)
  • Kepala Desa Sumber, Dukun, Magelang, Jawa Tengah: Maryono (HP: 0817 4109151)
  • Kepala Desa Ngargomulyo, Dukun, Magelang, Jawa Tengah: Yatin (HP: 0857 29318157)
  • Radio Komunitas Lintas Merapi, Desa Sidomulyo, Klaten: Sukiman (HP: 081578063198)
  • Radio Komunitas Sor Sengon, Desa Wonogondang, Sleman: Bambang (HP: 08174114001)
  • Radio Komunitas Suara Merapi, Desa Kemusuk, Boyolali: Boim (HP: 081227944912) Slam (085647116591)
Update infomasi dan daftar kontak bantuan Merapi bisa di pantau di sini http://merapi.combine.or.id/baca/1194/galang-bantuan-logistik-untuk-kemalang-malam-ini!.html

___________________

Di butuhkan volunteer LOKAL u/ikut bantu Tim di #Merapi, email data diri ke fahira.idris@gmail.com

___________________

Posko Jogjakarta : Whatever Shop – Jl. Abu Bakar Ali 2 Jogjakarta - +62 274 565310 | Twitter : @WHATEVERshop Sumbangan dana melalui Whatever dapat dilakukan ke : Rek BCA 0372927478 Aulia Anindita KCU Sudirman YK | Konfirmasi transf ke 083895199851

____________________

Donasi untuk pengungsi merapi wilayah dukun magelang dapat disalurkan sesuai kebutuhan:
Logistik, Alas, Tenda, dll => kebutuhan dasar CP:  Purnomo 085878260642
Alat Permainan, Buku-buku => kebutuhan psikososial CP: Gunawan 085743420558
Twitter: @tlatahbocah | Email: TlatahBocah@gmail.com | sekre: RUMAH PELANGI Jl. Talun km 1, Dusun Patosan – Desa Sedayu Muntilan 5612
_____________________

Bandung
Mulai 27 Oktober 2010, Tobucil & Klabs membuka posko bencana untuk korban tsunami di Mentawai dan letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah. Silahkan kirimkan bantuan anda melalui :
Tobucil & klabs – Jl. Aceh 56 Bandung | Telp. 022 4261548. Senin s/d Minggu, Pk. 09.00 - 20.00 WIB
_____________________

Jakarta
Jurnal Perempuan| Twitter @jurnalperempuan
Jl. Tebet Barat Dalam IXA No. B-1, Komp. Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan – Telp. 021-83702005

Pic[k]Lock Productions | Twitter : @MPdVP
Menyalurkan untuk Posko Perdikan Magelang dan Klaten
Sekre : Jl. Cipete Dalam #7 Jakarta Selatan
BCA 2183101111 KCU Blok A Cipete, a/n PT. LANTIP BINATHORO PANULUH.

@actforhumanity: Rabu (26/10) 12.00, truk ACT ke #Merapi. Titipkan bantuan anda: keb wanita&bayi, makanan ke ACT, Jl Ir Juanda 50, Ciputat 021-7414482
Google Twitter FaceBook

Posko Bencana Tobucil & Klabs --- Craft for Humanity

Mulai 27 Oktober 2010, Tobucil & Klabs membuka posko bencana untuk korban tsunami di Mentawai dan letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah. Silahkan kirimkan bantuan anda melalui tobucil & klabs Jl. Aceh 56 Bandung telp. 022 4261548.

Untuk korban letusan gunung Merapi, bantuan dapat berupa:
- makanan dan minuman siap santap
- masker
- selimut
 Informasi lebih lanjut bisa di buka tautan berikut: http://merapi.combine.or.id/baca/1194/galang-bantuan-logistik-untuk-kemalang-malam-ini!.html

Untuk korban tsunami di Mentawai, masih dicari bentuk bantuan yang praktis dan dapat tersalurkan dengan mudah, mengingat sulitnya transportasi menuju Mentawai.
Pantauan informasi seputar tsunami Mentawai juga bisa dilihat pada tautan ini:
http://mediacenter.or.id/reports/view/97
http://www.pmi.or.id/ina/

 -----------

Craft for Humanity 

Teman-teman,

Sedih banget ya kalau nonton atau baca berita beberapa hari terakhir ini, bencana datang bertubi-tubi. Banjir Jakarta yang kerap datang dan semakin parah, tsunami di Mentawai yang berbarengan dengan meletusnya gunung Merapi. Rasanya ga mungkin ga tergerak dengan bencana yang dialami saudara-saudara kita di tempat lain. Indonesia sebagai negara yang rawan bencana, rasanya bencana adalah soal menunggu waktu, hari ini saudara-saudara kita di Mentawai dan Merapi, besok siapa yang tau, bisa saja kita. Tapi apa semua itu membuat kita skeptis dan mati rasa? Rasanya, sekecil apapun, kita bisa melakukan sesuatu untuk saudara-saudara kita yang tertimpa bencana.

Beruntunglah kita yang diberi keluasaan untuk melakukan hobi, mengaktualisasikan diri lewat craft dan segudang bakat kreatif lainnya. Bagaimana jika bakat dan karunia itu, sedikit saja kita bagi pada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana itu? Dengan hobi, bakat dan keluasaan yang kita miliki, kita bisa membantu mereka.

Bagaimana caranya? aku terpikir  hal yang sederhana. Bagaimana jika kita membuat sesuatu (tentu sesuai dengan bakat, keahlian dan minat masing-masing) untuk  saudara-saudara kita yang tertimpa bencana itu? Yang senang merajut, mungkin bisa membuatkan topi dan syal untuk menghangatkan mereka yang harus tinggal di pengungsian, yang senang membuat bantal bisa membuat bantal untuk mereka, yang senang membuat notebook (seperti aku) bisa membuatkan mereka buku gambar atau notebook untuk mereka menuliskan atau menggambarkan apa yang mereka rasakan. Aku yakin, sesederhana apapun benda yang kita buat dengan  semangat kemanusiaan dan kepeduliaan kita, akan sangat berarti bagi saudara-saudara kita.

Silahkan informasikan pula kontak untuk menyalurkan bantuan kepada korban di Merapi dan Mentawai untuk menyalurkan bantuan sederhana ini nantinya. Teman-teman di Jakarta, mari kita bertukar informasi juga, atau silahkan mengkoordinir bantuan untuk korban banjir. Yuk, kita buat karya-karya sederhana yang bisa menghibur saudara-saudara kita yang terkena musibah. Silahkan teruskan ajakan ini kepada teman-teman crafter lainnya. Tidak ada benda yang bermakna, selain benda yang buat dengan cinta dan kasih sayang pada sesama manusia.

salam hangat,
tarlen http://designbyvitarlenology.blogspot.com
-------
Google Twitter FaceBook

Debut Panggung (Pra) Koperasi Makmur Raya

Jika ada yang belum tahu ini, ketahuilah bahwa teman-teman yang sering berkumpul di Tobucil mempunyai semacam koperasi, dinamai Makmur Raya. Anggotanya masih sekitar dua belas dan baru sebatas orang-orang yang rajin datang ke Tobucil. Ketuanya adalah Eri, dan bendaharanya Mba Kenti. Lalu di tengah usianya yang baru saja, koperasi yang dinamai Makmur Raya tersebut mendapat kesempatan untuk mempromosikan dirinya. Alkisah, ayahanda Dian Rinjani (salah seorang anggota koperasi dan aktivis Klab Rajut), bergerak di bidang koperasi. Diberi kesempatanlah, koperasi Makmur Raya untuk naik ke panggung debutnya, yakni acara UKM Se-Jawa Barat. Bertempat di Giant Pasteur, koperasi Makmur Raya berdiri di tengah sekitar seratus UKM lainnya.
Acara tersebut berlangsung tiga hari, yakni mulai dari 22 sampai 24 Oktober. Penjaganya bergantian: Hari pertama, dijaga oleh Dian dan Mba Kenti. Hari kedua, Eneng dan Mba Upi. Sedang hari terakhir, dijaga oleh Eneng, Dian, dan Mba Kenti. Barang jualannya sendiri beragam, walaupun tak beda jauh dengan yang dijual di Pasar Seni ITB dua minggu silam. Makmur Raya menjual asesoris karya Mba Tarlen dan Eri, lalu The Mogus karya Mul, Rinjarinja karya Dian, dan beberapa kongsi dagangan lainnya. Penjualannya sendiri, menurut Dian, biasa-biasa saja. Karena pengunjung yang datang pun tak banyak. Publikasi sepertinya kurang, dan hanya mengandalkan pengunjung mal saja. Tapi hikmah yang bisa diambil adalah, promosi lanjutan bagi  Klab Rajut. Banyak pengunjung yang tidak membeli barang, tapi tertarik menanyakan keberadaan Klab Rajut dan ingin berguru lebih lanjut ke Tobucil. Hal tersebut pastilah dirangsang oleh asesoris lucu-lucu yang dipajang di Makmur Raya. Apapun itu, marilah mengucap selamat datang bagi satu lagi kelahiran (Pra) Koperasi Makmur Raya. Mengapa disebut pra, karena secara legal, koperasi ini belum di resmikan.Semoga betul-betul bisa memakmurkan bangsa dan merayakan kebahagiaan anggota. Amin.

Google Twitter FaceBook

Merumuskan Harga Tiket Konser

Sore itu KlabKlassik berkumpul di beranda Tobucil. Rencananya, KK akan syukuran telah melewati CGF 2010 yang diselenggarakan 8 Oktober 2010. Telah berkumpul saya, Royke, Iyok, Kristianus, Ina, Mas Yunus dan Kang Tikno. Kami kemudian mengadakan rapat evaluasi yang singkat dan berkesimpulan bahwa CGF kemarin, terlepas sukses-tidak sukses, atau untung-rugi, bagaimanapun telah terlewati dengan gembira serta damai. Setelah itu, daripada bingung, dibukalah forum diskusi yang mana topiknya dilempar oleh Royke, begini ceritanya:
 Suatu hari, ketika Royke sedang mengumumkan publikasi CGF 2010 di sebuah milis. Ia mendapatkan balasan yang tidak terduga. Setelah mengumumkan harga tiketnya 20.000 rupiah, ada yang membalas begini kira-kira, “Kapan gitaris kita bisa dihargai, kalau harganya tak lebih dari tukang sol sepatu.” Royke kontan kaget, dan juga jagat permilisan tersebut. Responnya kemudian beragam, ada yang secara halus mengatakan bahwa acara CGF tidak apa-apa naik sedikit harganya, ada pun yang mengatakan bahwa angka 20.000 sudah bagus, karena diliat dari lokasi juga. Di Jakarta barangkali kemurahan, tapi di Bandung, harga seperti itu cukup lumayan.
Akhirnya bahan diskusi kami adalah: Apakah harga tiket, bersinggungan dengan tingkat apresiasi kita terhadap musisi? Ternyata jawaban kebanyakan yang hadir di Klab adalah tidak. Maksudnya, harga tiket lebih berkaitan dengan apresiasi kita terhadap si konser, bukan musisinya. Dengan mematok harga, berarti si konser itu tidak gratis-gratis amat, dan penonton lebih berkewajiban untuk datang. Soal pematokan harga sendiri, itu murni berdasarkan kebutuhan operasional panitia, dan juga memang sangat disesuaikan dengan kantong rata-rata penonton. Iyok punya tambahan bagus: “Kalau mau menghargai musisi secara full, harganya bukan 20.000 atau 50.000, satu juta pun masih kurang!”
Mas Yunus menambahkan, banyak yang berpendapat musik klasik adalah musik yang eksklusif. Dengan harga yang tinggi, seolah kita-kita yang telah mendapatkan stereotip eksklusif, malah jadi ingin tambah meng-eksklusifkan diri dong. Ini jelas bertentangan dengan tujuan klab, kata Royke. Menurutnya, klab seyogianya berfungsi memasyarakatkan musik klasik. Sehingga untuk tahap awal pengenalan, jangan dulu mematok harga tinggi-tinggi. Tujuan klab juga bukan untuk mencari profit dari konser-konser edukatif. Demikian diskusi singkat namun padat itu pun ditutup, dengan kepercayaan bahwa suatu hari nanti, jika uang klab banyak, maka sesekali bikin konser gratis demi kemaslahatan umat tidaklah haram hukumnya.
Google Twitter FaceBook

Apakah Fungsi dari Selebriti?

Madrasah Falsafah hari itu kedatangan orang yang bukan itu-itu lagi. Namanya Tisna Prabasmoro, ia akan memasalahkan sesuatu yang dirangkum dalam judul Star Attack. Mba Eci berkelakar bahwa apakah ini tentang sabun cuci? Hahaha sesungguhnya tidak, kata Kang Tisna. Star disini berkaitan dengan selebriti, tentang eksistensinya, dan “serangannya” pada kita-kita yang notabene non-selebriti. Setelah cukup lama memaparkan tesisnya, Kang Tisna mengajukan pertanyaan kritis yang cukup seru: Apakah kemudian, cultural function of celebrity?
Mba Eci beranjak duluan, ia berkata, “Setidaknya saya punya seseorang yang bisa dicaci maki.” Atau Haseena, seorang gadis dari Singapura yang kebetulan ikut duduk disana berkata, “Selebriti tak ada gunanya.” Mas Heru Hikayat punya cerita yang lebih panjang, ia mengutip kisah pelukis Jean Michel Basquiat kala berjumpa Andy Warhol, seniman yang telah lebih dahulu populer. Basquiat, yang kala itu berstatus tuna wisma, melukis di atas kertas tissue dengan saus dan macam-macam yang ada di meja makan. Setelah selesai, ia tunjukkan pada Warhol, dan mendapat respon seperti ini, “Lumayan, saya beli seharga lima dolar.” Setelah itu Basquiat pergi, dan memanfaatkan selebritas Warhol untuk berkata, “Saya pernah makan siang dengan Andy Warhol.”
Cerita Mas Heru ditanggapi dengan asyik dan sangat merangsang diskusi. Bahwa selebriti, pada titik tertentu, punya fungsi sebagai akses untuk memasuki sebuah kelompok masyarakat. Kang Tisna menyebutkan, jika masuk lingkungan Viking (pendukung Persib), sangat penting jika mengenal Heru Joko atau Ayi Beutik yang notabene menjadi figur penting dalam Viking. Hanya saja hal tersebut ditentang keras oleh Mas Daus, katanya, menyebutkan seseorang di luar dirinya, membuat eksistensinya hilang. Dengan mengatakan, saya kenal si anu dan si anu, itu membuat orang tidak melihat dirinya sebagai dirinya. Bahkan Mba Eci mengusulkan, mereka yang seperti itu, tulis saja di kartu namanya, sebagai profesi: “Teman selebritis anu.”
Meski demikian, Mas Daus pun tak sepenuhnya didukung. Wiku pedia yang kebetulan ikutan forum, mengatakan hampir mirip dengan Kang Tisna. Bahwa kita tidak menafikan bahwa mengenal seseorang yang telah lebih dulu dekat dengan suatu kelompok masyarakat, menjadikan kita lebih mudah untuk memasuki kelompok tersebut. Apalagi jika kemudian si orang yang kita sebut adalah selebritisnya kelompok tersebut. Akhirul kata, Kang Tisna akhirnya mengungkap kesejatian pemikirannya. Bahwa kita tidak bisa melulu menganggap selebritis tak punya guna, walaupun itulah yang biasa dilakukan orang kala pertama kali mendengarnya. Sesungguhnya lewat selebritis, pasar terus hidup di dalamnya. Karena selebriti, bagaimanapun juga menjadi idol bagi beberapa orang, dan menjadi duta berjalan bagi banyak merk. Keterkenalan selebriti adalah reklame bagus bagi perusahaan-perusahaan, dan daya giur menarik bagi para calon konsumen. Dari situ selebriti menemukan fungsinya yang hakiki. Patut direnungkan.
Google Twitter FaceBook

[Program Tamu] Creative Writing Class

Instructor: Haseena Abdul Majid
Language: English

This course is designed to explore the use of language to creatively and effectively express ideas. Activities such as comic book design, poetry, fictional story writing, art and nature journaling and the use of music as storytelling will be part of the syllabus.

Students will be provided relevant course materials with each lesson (such as readings, films, music, art) and will especially be encouraged to read extensively throughout this course, in hopes of developing a reading habit to be carried through life.


Haseena Abdul Majid is a writer from Singapore. Her investigative writing deals mainly with the promotion and protection of the rights of women and children within ASEAN. She is widely published both within South East Asia and beyond with works written in a variety of language mediums. Her fiction works have been very well received and is both followed and engaged by female readers via various Internet platforms. Her first novel is set to be released in early 2011.
-----
Jadwal Kelas:
Setiap Sabtu, Pk. 17.00 - 19.00 WIB
Mulai 6 November s/d 18 Desember 2010
Biaya: Rp. 250.000/orang
Informasi dan Pendaftaran:
Tobucil & Klabs
Jl. Aceh No. 56 Bandung
T/F 022 4261548
Senin s/d Minggu Pk. 09.00 - 20.00 WIB
Google Twitter FaceBook

[Program Tamu] Women's Studies: Feminist Perspectives on Women and Society

Instructor: Haseena Abdul Majid
Language:  English

This course is designed to explore the condition of women's lives, in of themselves, in relation to each other and to men. We will assume that these conditions are not the same for all women, that they change historically and often times according to race, class, ethnicity or sexuality. We also want to ask if there are some conditions that women everywhere may share. What are our commonalities?

Issues we will explore in this class include women, work and the division of labor, sexuality and health, violence against women, women's social and political activism, the influence of the media, family ideologies and changing gender roles. We will also investigate the relationship of gender, race and sexuality to state policies that effect us all.

Two of the central premises of this class are that
1) we live in an unequal society, based largely upon the socially constructed categories of race, class, gender and sexuality

2) to begin to change these power inequalities, we must first examine our own position of relative power and the ways in which we act to uphold forms of oppression that are harmful to us all.

Course Goals:
1. Establish an atmosphere for critical and alternative thinking.
2. Raise our collective consciousness about a number of negative processes such as sexism, racism, classism and homophobia, a number of positive actions like the movements against these oppressions and possibilities such as collective action, etc.
3. Assist students in the translation of the concrete conditions of their lives into a theoretical perspective and the reverse.
4. To think about the integration of race, class, gender and sexuality in the class and in our lives.

Journal: You are advised to keep an ongoing journal to sort out your thoughts about issues that relate to class materials. The journal will not be a summary of course materials but rather an opportunity to reflect on the questions they

raise in your own life. Feel free to write down ideas, images, dialogues or conversations, observations and poems. Most of the journals will be directed by questions. This means I will give you questions on which to ponder and expound, as ever, mindful of the readings and your own experience.

Course Materials: Readings and films to be distributed online a week before each class.

Engaging in critical thinking means that we will often rub against the grain of our own expectations and assumptions. This could be a good thing. It may be more productive to formulate good questions and to explore the possibilities than to think we have to come up with hard and fast solutions.

While personal experiences of racism, sexism, classism and homophobism are highly valued, keep in mind that we are trying to understand these intersecting oppressions as not just personally experienced but as fundamentally rooted in the exercise of political and economic power that shapes our social formation.

Haseena Abdul Majid is a writer from Singapore. Her investigative writing deals mainly with the promotion and protection of the rights of women and children within ASEAN. She is widely published both within South East Asia and beyond with works written in a variety of language mediums. Her fiction works have been very well received and is both followed and engaged by female readers via various Internet platforms. Her first novel is set to be released in early 2011.

----

Jadwal Kelas:
Setiap Selasa Pk. 17.00-19.00 (mulai 2 November s/d 28 Desember 2010)

Biaya Rp. 200.000/peserta


Informasi dan pendaftaran:
Tobucil & Klabs Jl. Aceh 56 Bandung
t/f 022 4261548
Senin- Minggu, Pk. 09.00 - 20.00 WIB

Google Twitter FaceBook

Sunday, October 24, 2010

Madrasah Falsafah Edisi Spesial: Mencari Kembali Jiwa Kesenian Refleksi Pemikiran dan 'Jiwa Ketok' Sudjojono

Rabu, 27 Oktober 2010
Pk. 17.00 -20.00 WIB

Tobucil & Klabs
Jl. Aceh No. 56 Telp. 022 4261548
Bandung, Indonesia


“Kalau seorang seniman membuat suatu barang kesenian, maka sebenarnya buah kesenian tadi tidak lain dari jiwanya sendiri yang kelihatan, kesenian adalah jiwa”. - Sudjojono, Dalil Jiwa 'Ketok', 1940-

Madrasah Falsafah Sophia dan Tobucil & Klabs mengundang seniman dan teman-teman peminat kesenian dan kebudayaan untuk membuat kesaksian dan berefleksi bersama dalam pertemuan madrasah falsafah edisi spesial: "Mencari Kembali Jiwa Kesenian: Refleksi Pemikiran dan Jiwa 'Ketok' Sudjojono".

Madrasah Falsafah edisi spesial ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Tribute to Sudjojono yang diselenggarakan di berbagai ruang kesenian di Bandung.

Pemandu Refleksi dan Diskusi: Rosihan Fahmi (Koordinator Madrasah Falsafah)

Acara ini terbuka untuk umum dan gratis.

Info lebih lanjut:
http://tobucil.blogspot.com/
http://sudjojono.com/
Google Twitter FaceBook

Friday, October 22, 2010

Pemaknaan Ulang atas Merajut


Minggu itu, mari kita definisikan ulang merajut. Menurut guru rajut Tobucil, Dian Rinjani, merajut adalah mengaitkan benang satu dan yang lainnya dengan menggunakan alat bantu yakni hakken dan breyen. Hari itu, ada perluasan makna dari merajut, yakni: merajut adalah kegiatan berjuang melawan kemacetan kota yang hari itu terjadi di sudut manapun di kota kita tercinta. Iya, dalam rangka ulang tahun Kota Bandung ke-200, hampir setiap media cetak lokal menyebutkan tentang akan terjadinya kemacetan karena adanya pawai keliling kota. Macet karena banyak jalan yang ditutup dan dipindaharahkan.Walhasil, yang tetap datang ke Tobucil siang itu, adalah mereka-mereka yang punya keinginan teguh untuk merajut meski walikota sekalipun menyatakan bahwa, "Kemacetan adalah hal yang mustahil dihindari."

Ada empat orang hari itu, yakni Bu Yuni, Bu Yani, Teh Ami dan Bu Arni. Bu Yuni dan Bu Arni diajar oleh Dian dengan judul hakken. Bu Yani dan Teh Ami adalah milik Mba Upi sang breyenis. Kebetulan, Teh Ami adalah murid baru yang diajak oleh Bu Yani. Dian tengah mengajari Bu Yuni membuat tas, juga Bu Arni (yang hari itu datang bernama anaknya yang lucu, Michael). Sedangkan Mba Upi sepertinya agak-agak bebas, mengajari apa saja bagi siapapun muridnya.

Biasanya, Klab Rajut Tobucil bertepatan dengan KlabKlassik yang mana saya merupakan bagian di dalamnya. Sehingga, saya jadi tak cukup fokus untuk memerhatikan Klab Rajut. Tapi untuk sekarang ini, saya berusaha berada di tengah-tengahnya dan melihat kegiatan apa saja yang mereka lakukan, yang kebanyakan dikerjakan dalam diam. Meski tak seberapa paham dengan seluk beluk kegiatannya, saya cukup menikmati suasana Klab Rajut, dan nyaris tidak berani untuk menyapa para anggota, khawatir mengganggu kekhusyuan kegiatannya. Tapi sedikit-sedikit sukses tercuri beberapa pengakuan kecil, salah satunya Bu Yuni yang termotivasi untuk merajut karena lihat dari internet serta blog. Atau Teh Ami yang mengaku kesulitan belajar rajut di debut pertemuannya, katanya butuh konsentrasi yang baik, dan ia mengaku sering pusing lama kelamaan. Adapun Dian, dengan asyiknya, sambil menunggui anak didiknya merajut, ia mengelem. Mengelem bros yang akan dipasarkan tanggal 20 di Giant Pasteur.

Kegiatan merajut seperti yang sederhana, tapi dulu saya pernah mencoba, dan ternyata banyak filosofinya. Berlatih sabar, berlatih teliti, dan berlatih untuk berkreasi. Dan di beranda Tobucil minggu itu ada filosofi baru, yakni berlatih untuk berjuang melawan kemacetan.

Google Twitter FaceBook

Thursday, October 14, 2010

Mengintip Stand Tobucil di Pasar Seni


Saya datang sangat pagi di tanggal sepuluh bulan sepuluh tahun dua ribu sepuluh itu. Pasar Seni, even empat tahunan milik ITB adalah penyebabnya. Jam tujuh saya sudah di lokasi, karena mesti mengurusi stand. Setelah beres-beres, saya pergunakan waktu kosong untuk menengok stand Tobucil di blok C, tepatnya C-54. Lumayan, sambil menantikan acara dibuka secara resmi.

Stand Tobucil yang berlabel Tobucil Handmade itu berukuran mungil, walaupun tidak semungil beberapa stand di bagian timur. Isinya, sudah bisa ditebak, berbagai produk handmade, yang ternyata tidak diproduksi sendirian oleh Tobucil. Ada beberapa produk yang nebeng, dan akhirnya membentuk kongsi dagang, misalnya Rinja-Rinja, Benang Tipi, The Mogus, Needle Noodle, The Man Who Knit, Sibebo, Nest of Ojanto, dan banyak lagi. Stand Tobucil dijaga oleh Mul, salah seorang penggiat klab rajut dan juga kasir Tobucil spesialis weekend. Bahkan hasil karya Mul sebagian dipamerkan dan dijual di stand Tobucil tersebut.

Selain produknya yang beragam dan menarik, lokasi yang cukup strategis (berada di belokan, sehingga kelihatan orang dari jauh pun) membuat stand Tobucil Handmade cukup disesaki dan bikin macet lalu lintas manusia. Saya yang sesekali mengintip stand Tobucil pun sering melihat Mul kerepotan melayani pembeli, walaupun tetap senyam-senyum. Menurut pengakuan Mul, stand Tobucil Handmade mendapat keuntungan cukup besar dalam Pasar Seni sekarang.

Sedikit catatan tak nyambung: Pasar Seni ini susah cari WC, akses dimana-mana dijaga ketat panitia keamanan. Mereka rajin bertanya, "Misi, Mbak, mau kemana ya? jalan ini ditutup." Tapi kami berhusnudzon, berprasangka baik saja. Karena dengan demikian, itu caranya bereksistensi di dunia. Sebagai panitia.  


Google Twitter FaceBook

Membedah Prosa Kelopak Terakhir

Sore itu, kumpul-kumpul Madfal, hujan rintik-rintik di luar beranda. Senja hampir berakhir, tapi kegiatan tak kunjung akan mulai. Yang sudah datang saat itu adalah Mas Iman, Diecky, Mba Echie, Mas Daus, dan Andria beserta kawannya. Dua terakhir itu sepertinya baru pertama kali mengunjungi Madfal. Kami gelisah, dan bertanya, "Siapa yang seharusnya memulai?" Lalu saya berinisiatif menanyakan pada Kang Rosihan Fahmi via SMS. Dijawabnya cepat: Hari ini membahas prosa berjudul Kelopak Terakhir dari Dini. Langsung kami celingukan, mencari, manakah Dini? Ternyata ia datang setelah gelap, sekitar jam enam lebih lah. Kedatangannya pun, entah disengaja atau tidak, tidak langsung membuka diskusi. Tapi saya mencoba berhusnudzon, oh, dia sedang nge-print prosanya, untuk dibagikan pada para hadirin.

Dan ternyata memang iya, Dini pun tak lama kemudian duduk di tengah-tengah forum. Membagikan tulisannya, ia mengajak hadirin membacanya dalam hati. Namun sayang sekali, tulisan setebal lima halaman itu terasa kepanjangan untuk beberapa peserta Madfal. Mas Iman bertanya, "Apakah diskusi hari ini bisa dilakukan tanpa harus membacanya? Dalam artian, kita berbicara esensinya, atau kita mesti paham prosa yang Dini tuliskan ini?" Mba Echie sedikit lebih sarkas, "Ini, setelah koma tidak ada spasi, berarti secara teknis tata cara penulisan pun belum kamu lampaui, bagaimana aku bisa membaca ini lebih lanjut?"

Pembahasan Madfal kala itu memang jadinya semacam kritik terhadap tulisan Kelopak Terakhir tersebut. Jadi Kelopak Terakhir adalah cerita tentang bunga, yang sedang bergulat batinnya melihat alam sekitar dan manusianya. Bunga senang ketika menanti mentari menyinari, dan bunga sedih ketika penduduk semesta seolah bersembunyi kala ia mulai merekah. Demikian lima halaman tersebut kira-kira padat berisi tentang pergulatan batin itu semata. Tak lama kemudian setelah Dini menceritakan garis besar tulisannya, pelbagai masukan pun datang.

Paling banyak dari Mas Daus tentunya, sebagai penggiat sastra. Dini dikritik habis tentang kerancuan sudut pandang. Memang dalam tulisan itu, antara "aku" si tanaman, dan "aku" si gadis kecil, bergantian tanpa transisi, yang bisa menyebabkan pembaca kebingungan. Diecky berbeda lagi, ia mengajak seluruh peserta Madfal, sebelum memasuki ranah konsep, untuk bersama-sama mengoreksi tulisan Dini secara teknis. Daus langsung mengeluarkan pulpennya, dan srat srut mencoreti tulisan Dini di banyak tempat. Mulai dari titik, koma, jumlah titik-titik, kata sambung dan yang lainnya.

Memang jadinya, ini seperti ladang pembantaian bagi seorang Dini. Tapi yang menyenangkan adalah bagaimana Dini merespon. Ia mendengarkan, mencatat, dan menerima masukan. Dan menurut pengakuan Andria, yang baru datang, ternyata berbagai masukan bagi Dini, adalah pengetahuan bagi ia. Dini, dengan segala kelemahan tulisannya, justru telah menunjukkan kecerdasannya. Karena orang bodoh, adalah bukan ia yang tak paham suatu pengetahuan. Tapi ia yang keras kepala.
Google Twitter FaceBook

Classical Guitar Fiesta 2010: Suguhan Konser Gitar yang Panas

Panas diatas bukan semacam kiasan untuk kata "porno" misalnya, tapi memang panas yang nyata. Di Auditorium CCF, Jumat tanggal 8 Oktober itu, tergelar Classical Guitar Fiesta (CGF) 2010 buah karya KlabKlassik, salah satu komunitas yang rajin kumpul-kumpul di Tobucil. Entah AC nya tidak jalan atau penontonnya melebihi kapasitas, yang pasti hampir setiap yang berada di dalam berpeluh keringat. Meski demikian, keadaan tersebut tak menyurutkan minat penonton untuk bertahan di ruangan, meski harus selama hampir tiga jam.

Dari awal acara hingga akhir, penonton disuguhi macam-macam penampil dalam format yang berlainan juga, meski semuanya satu tema: gitar klasik. Penampilan dibuka dengan Ririungan Gitar Bandung, yang dengan format ensembel sepuluh orangnya, menyuguhkan aransemen lagu Drive My Car dari The Beatles. Setelah itu, berturut-turut hadir para penampil dalam format gitar tunggal, yang diseling satu lagu oleh duet gitar dan cello yang memainkan lagu The Swan karya Camille Saint-Saens. Acara yang dipandu oleh MC Royke Ng ini kemudian beristirahat lima belas menit kala konser sudah berjalan 45 menit.

Pasca interval, hadir gitaris asal Meksiko bernama Mulix Cabrera. Penampilannya unik, karena menampilkan lagu tradisional Meksiko dengan iringan petikan gitar, kecapi, dan vokal. MC Royke juga cukup menghibur, dengan mewawancarai Mulix memakai Bahasa Inggris pada mulanya, tapi lama-lama berganti Bahasa Sunda! Ini disebabkan, Mulix sesungguhnya kuliah di STSI selama lebih dari setahun. Setelah Mulix tampil, bergantian kemudian penampilan solo gitar lagi, diantaranya Caessario Toga Sakti Muda Perkasa dengan lagu Dream Adventure, dan Jardika Eka Tirtana dengan lagu Canzonetta karya Felix Mendelssohn.

Dan akhirnya, di penutup, CGF 2010 menghadirkan bintang tamu bernama Phoa Tjun Jit dengan format gitar solo. Gitaris dengan prestasi juara Festival Gitar Klasik Nasional Yamaha 1981 dan Festival Gitar Klasik Asia Tenggara Yamaha 1982 itu, menyuguhkan empat karya aransemennya sendiri. Yang paling menarik bagi saya, adalah aransemen Bengawan Solo karya Gesang. Dibuka dengan petikan khas keroncong, lalu diseling dengan gaya blues, dan ditutup dengan ritmik country. Setelah lagu terakhir When I Am 64 dari The Beatles, penonton tak ingin acara berakhir. Tjun Jit diminta naik panggung lagi membawakan encore. Acara malam itu pun tidak hanya panas, tapi juga hangat. Hehe.

CGF adalah acara rutin dwitahunan dari KlabKlassik. Formatnya adalah konser gitar untuk umum. Jadi, pendaftaran dibuka bebas untuk siapa saja yang mau ikut konser. Hanya saja, untuk kepentingan durasi acara yang terbatas, peserta diaudisi dulu dua minggu sebelum konser. Untuk memberikan bobot lebih pada acara, selalu dihadirkan bintang tamu. CGF 2006 berbintang tamu Royke B. Koapaha, CGF 2008 berbintang tamu Jubing Kristianto, dan CGF kemarin Phoa Tjun Jit. Semua nama-nama tersebut adalah gitaris senior yang telah berprestasi dan malang melintang di dunia pergitaran nasional maupun internasional.

Google Twitter FaceBook

Friday, October 8, 2010

Persiapan Menjelag Classical Guitar Fiesta 2010


Tak terasa, sudah dua tahun KlabKlassik berlalu dari acara dwitahunan nya yakni Classical Guitar Fiesta 2008. Sekarang telah menginjak 2010, dan alah, KK kembali menyelenggarakannya. Acaranya berbeda tempat dengan dua tahun lalu yang mana diselenggarakan di Asia Africa Cultural Centre, sekarang ini KK mengembalikan CGF ke Auditorium Centre Culturel Francaise (CCF) seperti tahun 2006. Persiapan kali ini lebih santai dan tidak seperti sebelum-sebelumnya yang kerapkali berlangsung cukup menegangkan. Barometernya, sebelum-sebelumnya KK rajin rapat dan bertemu di beranda Tobucil, dengan suasana yang agak-agak tegang. Sekarang ini hampir tak pernah bertemu, dan konon Royke mengatakan bahwa rapat dilakukan via chatting di YM. Oh teknologi.

Classical Guitar Fiesta adalah konser gitar yang terbuka untuk umum. Maksudnya, siapapun boleh ikut, dengan cara mendaftarkan diri. Untuk menyinkronkan dengan durasi acara, dan lalu menjaga kualitas jua, maka para pendaftar itu kemudian diaudisi oleh tiga orang juri. Nantinya mereka-mereka yang lolos ditampilkan bersama-sama dengan sisipan bintang tamu dan penampil terpilih pilihan panitia.

Audisinya sendiri telah lewat tanggal 26 September lalu, dengan juri Diecky K. Indrapradja, Tono Rachmad S.Pd. serta seorang Meksiko bernama Daniel Cabrera. CGF 2010 akhirnya sukses meloloskan sebelas orang. Sebelas orang tersebut terdiri dari mulai gitaris wanita berusia SMP, hingga seorang yang bisa dikatakan bapak-bapak gaek. Kesebelas tersebut akan tampil di CCF, tanggal 8 Oktober, Jumat ini. Serukah? Insya Allah, dan itu hanya akan kau ketahui jika membeli tiketnya di Tobucil langsung.

Syarif Maulana
Google Twitter FaceBook

Menghadirkan Serpihan Semangat Mao Di Tobucil

Pada hari Rabu, 29 September itu, beranda Tobucil konon lebih sesak daripada biasanya. Memang iya, itu adalah jadwal Madrasah Falsafah, sehingga tak aneh jika penuh. Tapi ini sedikit berbeda, karena mulainya jam tiga, alih-alih jam lima seperti biasanya. Ternyata, ada semacam diskusi, presentasi dan bedah buku. Buku yang dibedah sebelumnya belum jadi, masih dalam proses penerbitan. Tapi yang menarik, acara tersebut disyuting oleh Metro TV sebagai bagian dari acara Kick Andy yang cukup terkenal. Walhasil memang jadinya amat ramai Tobucil sore itu.

Buku yang dibahas adalah Salju & Nyanyian bunga Mei: Terjemahan atas Sajak-Sajak Mao Zedong. Ini menarik bagi saya pribadi, karena jujur saya tidak tahu diktator proletariat macam Mao yang terkenal dengan karakternya yang keras, mampu menulis sajak sedemikian banyaknya, dan amboi indahnya. Yang hadir menjadi pembicara adalah Soeria Disastra, yang mana penerjemahnya sendiri. Lalu Hawe Setiawan sebagai editor, serta Hikmat Gumelar, yang lebih memberikan penjelasan tentang hubungan Tionghoa-Indonesia.


Talkshow dibuka dengan curhat Hawe Setiawan tentang kendala penerjemahan. Katanya, mengedit buku tersebut adalah tantangan yang cukup berat. Karena pertama, bahasa sesungguhnya tak bisa persis dialihbahasakan. Dalam artian, ada ungkapan yang mana hanya terdapat dalam satu kosa kata suatu bahasa, dan tidak terdapat dalam bahasa lainnya. Ini menyulitkan, terutama kenyataan bahwa Kang Hawe tak mampu berbahasa Mandarin. Maka itu Kang Hawe menilai penerjemah mesti sangat paham tentang konteks yang dibicarakan oleh sang penutur atau penulis, tidak hanya mengalihbahasakan secara tekstual.

Setelah Kang Hawe, maka berikutnya Pak Soeria memberikan pandangannya. Tak lama, singkat, padat, dan menarik, terutama kala beliau membacakan salah satu sajak sang revolusionis Mao:

Angin dan hujan mengantar musim semi pergi,
Tebaran salju menyambut musim semi datang
Tebing terjal tinggi sudah terbungkus es beku
Di sana masih bertengger setangkai bunga ayu
Meski ayu ia tidak berebut musim semi
Cuma membawa warta musim semi sudah tiba
Sampai saat bunga-bunga pegunungan semarak
Ia pun tersenyum di tengah rumpun


Desember 1961 –

Sajak tersebut dibacakan dalam dwibahasa, dan mengundang decak kagum. Salah satunya dari kelompok peserta diskusi yang ternyata dari komunitas Tionghoa. Amboi, seorang Mao, yang dengan gagah menentang imperialisme dan pernah dengan kejam melakukan Revolusi Kebudayaan yang memakan korban rakyat Cina hingga jutaan, bisa menulis sajak yang manis dan berbunga-bunga. Setelah Pak Soeria membacakan sajaknya, sayangnya, tak bisa dilanjutkan dengan diskusi, karena beliau keburu diculik Metro TV untuk wawancara. Acara pun diserahkan pada pembicara berikutnya, Hikmat Gumelar.

Syarif Maulana
Google Twitter FaceBook

Nikmatnya Jumpa Di Luar Beranda

Selama ini, KlabKlassik rajin berkumpul tiap hari Minggu di beranda Tobucil. Ketika libur lebaran, yang mana Tobucil tutup selama lebih dari seminggu, maka KK jadi kehilangan tempat nongkrong. Sebetulnya ini bukan hal yang buruk-buruk amat, mengingat semestinya orang-orang KK juga ikutan libur lebaran, jadi untuk apa tetap nongkrong? Tapi beberapa orang dari KK, yang terutama tidak keluar Bandung, berinisiatif untuk tetap berjumpa, alasannya apa lagi kalau bukan halal bi halal. Salam-salaman agar lebaran menjadi lengkap.

Sesama KK saling mengunjungi rumah masing-masing, bersalaman dengan sanak saudara dari rumah yang dikunjungi, serta basa-basi menyantap makanan yang disediakan pemilik rumah. Sistemnya berputar dan saling menjemput. Saya, bersama Bilawa, Kang Yadi, Kang Yunus, Kang Tikno, serta Kang Aka, adalah pesertanya.

Dalam acara sehari penuh yang dilakukan pada tanggal 14 September itu, KK menyelipkan kunjungan pada rumah pemilik Tobucil, Mbak Tarlen, yang tentu saja sekaligus kakak-adiknya, yakni Mba Kenti, Mba Upi, dan Mas Banung. Inilah untuk pertama kalinya KK khusus bertemu dengan para punggawa Tobucil itu, di luar beranda Tobucil. Menyenangkan, selain karena disuguhi tape ketan serta kue almond buatan Mba Kenti yang sedap (ini serius sedap, pesanlah kapan-kapan), KK juga merasakan suasana kekeluargaan kala bertandang ke rumah. Maksudnya begini, pertemuan di beranda Tobucil adalah jua bersuasana keluarga. Tapi saling mengunjungi dalam suasana lebaran, dengan niat silaturahmi, itu pertanda bahwa antara KK dan Tobucil, tidak berhubungan sebatas “ada maunya” semata. Belakangan ini banyak hubungan yang telah dinilai sebatas. Mesti ada nilai keuntungan praktis yang langsung bisa diterima saat itu juga.

Silaturahmi adalah bentuk penghindaran sikap politis yang berlebihan. Bahwa sesungguhnya, antara KK dan Tobucil hubungannya adalah sebagaimana sesama manusia: bisa saling memerlukan, menolong, dan menyayangi, tanpa ada takaran yang terlalu ketat.

Syarif Maulana
Google Twitter FaceBook

Thursday, October 7, 2010

Klab Scrapbook Bulan Oktober 2010

9 Oktober 2010   
Kelas membuat satu page ukuran 12x12 inchi dengan tema CELEBRATION. Fotonya  tentang perayaan apapun. Bisa Lebaran, Natalan, Tahun Baruan atau Ulang Tahun.

23 Oktober 2010   
Kelas membuat satu page ukuran 12x12 dengan tema FACES. Ayo ber-narsis ria dengan memakai foto muka kita dari berbagai sisi atau dengan berbagai ekspresi.

Alat dan bahan yang diperlukan :
1. Foto dengan variasi ukuran (2R,3R,4R atau maksimal 5R), boleh bawa lebih dari satu lembar.
2. Lem atau double tape
3. Alat tulis
4. Gunting dan cutter.
Google Twitter FaceBook

Pendaftaran Klab Nulis Angkatan VIII: Berbahagia Karena Menulis


Disaat kita memutuskan menulis, apapun itu bentuknya, percaya atau tidak, kita akan terlibat pada suatu pemainan yang membingungankan, menjengkelkan, hingga mungkin tak henti-hentinya kita berdecak kagum ‘kok bisa ya begitu?weiisss bener juga tuh.Ahaa…setuju!’ Pengalaman-pengalaman seperti itu, tentunya akan benar-benar sangat terasa dibatin, barangkali akan menjadi sebuah pengalaman tak terlupakan bagi yang pertama kali menulis. Bagi segilintir orang yang lain, pengalaman seperti itu, adalah sesuatu yang dinanti-nanti saat bermain dalam permainan menulis.

Kini Klab Nulis angkatan VIII akan mengambil tema Berbahagia Karena Menulis. Tema itu diambil bedasarkan pertimbangan ketika melihat banyak orang yang pusing tidak selesai-selesai tulisannya, tertawa bahagia dan berjalan dengan percaya diri, karena tulisannya selesai dan banya orang suka. Maka, kini Angkatan VIII Klab Nulis ingin mengajak Anda semua, bisa tertawa dan percaya diri, berbahagia karena menulis.

Materi ;
Pertemuan 1 – Menulis Kata Pertama
A.     Semesta Kata : Dunia kelihatan dan yang tak kelihatan
B.      Menggugah perasaan sebelum, saat, dan setelah menulis
Pertemuan 2 – Penulis sekaligus juga Pelukis
A.     Menyusun strategi instrinsik karya sastra
B.      Menulis versi origina
Pertemuan 3- Melawan Kepalsuan, Menghadirkan Kenyataan
A.     Tiga langkah bercerita yaitu baik, bagus, dan benar
B.        Membuat grafik alur dan menilai secara jitu
Pertemuan 4-  Semuanya Bisa Terjadi
A.     Teknik” muncul” pengisahan
B.      Aneka logika yang mendukung penciptaan gagasan, maksud, hingga cerita
Pertemuan 5- Dinamika Kelompok “Power Words Game”
Permainan imajinasi , rasa, dan studi literatur
Pertemuan 6- Dinamika Kelompok “Games sebelum Menulis Karya”
Undian persiapan sidang karya
Pertemuan 7- Mentoring
Setiap peserta mendapatkan kesempatan untuk konsultasi perihal karya seni yang sedang dikerjakan
Pertemuan 8-Mentoring
Setiap peserta mendapatkan kesempatan untuk konsultasi perihal karya seni yang sedang dikerjakan
Pertemuan 9-Sidang Karya
Pemilihan karya terbaik
Pertemuan 10-Penutupan
Pengumuman karya terbaik

Model kursus ini adalah original dan dibuat oleh Sophan Ajie bekerjasama dengan Tobucil
Angkatan VIII didekikasikan special
Untuk sahabat terbaik, kritikus, dan praktisi Klab Nulis Tobucil Paskalis Trikaritasanto (alm)
Google Twitter FaceBook

Literary Course Tobucil Angkatan I: "Sastra Dalam Perspektif Generasi Terkini"

Sebagai program lanjutan dari klab nulis untuk pemula, maka kini diadakan program Literary Course dengan tema “Sastra Dalam Perspektif Generasi Terkini". Berbentuk kursus dengan kombinasi berbagai kegiatan seperti diskusi, pemutaran film, dinamika kelompok, refleksi serta perjalanan belajar sastra selama 3 hari.

Kursus ini direncakan akan diisi topik pembelajaran antara lain:
1. Objektivitas Sastra sebanyak 4 Pertemuan
2. Studi Kritik Sastra 6 Pertemuan
3. Studi Komperhensif Kritik Sastra 2 pertemuan
4. Publiasi hasil studi Kritik sastra 1 pertemuan
5. Evaluasi Studi Kritik Sastra 1 pertemuan

Waktu : Oktober - Desember, Setiap Senin, pk. 17.30 - 19.20
            Mulai  Oktober selesai  Desember 2010
Tempat: Tobucil n Klabs , Jl. aceh 56 bandung
Peserta: Mahasiswa, pelajar, penulis, penikmat sastra, kalangan umum.
Biaya: Rp. 300.000 untuk seluruh pertemuan bisa dicicil 2 kali.
          Rp. 225.000 (diskon) untuk peserta yang pernah mengikuti klab nulis sebelumnya.

Silabus:
Pertemuan I: Pengantar Kritik Sastra, Mengapa Kita Mempelajari Kritik Sastra
Pertemuan II: Formalisme Sastra dan Kritik Post Struktural
Pertemuan III: Psikonalisis Sastra
Pertemuan IV: Karya Sastra di Tangan Pembaca
Pertemuan V: Agama dan Karya Sastra
Pertemuan VI: Industri Karya Sastra
Pertemuan VII: Mana yang Lebih Berpengaruh, Kemajuan Sastra Atau kemajuan Teknologi?
Pertemuan VIII: Adakah Reknsiliasi Antara Teknologi dan Sastra
Pertemuan IX: Sistematika Penuturan Dalam Sebuah Teks Karya Sastra
Pertemuan X: Persiapan Membuat Cerita Pendek
Pertemuan XI: Membuat Karya dan Bertukar Karya
Pertemuan XII: Berbagi Penglaman Membuat Karya dan Bertukar Karya
Pertemuan XIII: Menulis Kritik Sastra
Pertemuan XIV: Talkshow ‘ Krtitik Karya Sastra Sebagai Semangat Solidaritas
Pertemuan XV: Evaluasi

Pendaftaran terbatas untuk maksimal 15 orang, dibuka sampai dengan tanggal 11 Oktober 2010. Pendaftaran bisa dilakukan di Tobucil n Klabs, Jalan Aceh 56 Bandung, 022-4261548
Google Twitter FaceBook

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin