6.2.11

Nurul Wachdiyyah: Awak Baru Tobucil yang Senang Jalan-Jalan

Nurul Wachdiyyah, biasa dipanggil Ulu. Ditanya darimana panggilan tersebut, ia menjawab dari ayahnya, sejak ia kecil. Ulu adalah punggawa Tobucil terbaru. Tugasnya relatif sederhana namun cukup vital bagi perkembangan Tobucil, yakni: mengurus Facebook Tobucil. Meski terkesan sederhana (karena Facebook sudah seperti keseharian bagi masyarakat sekarang), namun perlu diingat bahwa publikasi berbagai kegiatan hari ini sangat efektif bila dilakukan via Facebook. Jika melihat keaktifan Facebook Tobucil belakangan ini, perlu diketahui bahwa itu adalah bagian dari kinerja Ulu. Mari kita ngobrol-ngobrol sejenak. 

Ulu, kenal Tobucil sejak kapan? 
Dulu saya suka maen ke Tobucil waktu masih di Kyai Gede. Sekitar tahun 2006 itu, saya kerjasama dengan Tobucil soal tempat pendaftaran jalan-jalan wisata sejarah.

Wisata sejarah?
Iya, jalan-jalan dari Asia Afrika ke Gedung Sate hehe. Saya emang senengnya jalan-jalan, dan gak perlu jauh-jauh, di Bandung pun banyak tempat seru!

Wah, terus-terus?
Terus-terus yang mana nih?

Yang kenal Tobucil dulu, baru kita ngomongin wisata.
Oke, terus dulu itu saya sering nongkrong, ikutan Klab Baca, Klab Rajut, dan Klab Nulis. Selain itu, bibi juga kerja jadi shopkeeper, jadi sering berkunjung deh.

Oke, nah, kalau soal jalan-jalan, senengnya kemana nih?
Saya senengnya mengeksplorasi dalam kota, dan saya jatuh cintanya sama kawasan Pecinan. Disana aura perdagangan kuat dan eksotis, banyak rumah-rumah yang masih bergaya lama. Wah pokoknya seru! Pengennya sih di Tobucil ini bikin Klab Jalan-Jalan, tapi konsepnya masih digodok sama Mba Tarlen.

Oke, gimana sih ceritanya bisa jadi bagian dari Tobucil sekarang ini?
Ya, ini karena rekomendasi temen aja. Kebetulan kawan saya punya hobi yang sama dengan Mba Tarlen. Eh kebetulan mereka sedang perlu untuk mengurusi blog, akhirnya saya diajakin deh. Emang kebetulan udah kenal dari dulu juga.

Oke, secara spesifik, Ulu itu ngapain aja sih kerjanya?
Ya, intinya publikasi aja. Biasanya setelah blog diupdate, saya langsung publikasikan di Facebook. Setelah itu saya juga menjawab pertanyaan seputar Tobucil yang dilontarkan via Facebook. Awalnya agak sulit, tapi lama-lama setelah banyak nanya sama Mba Tarlen, jadi ngerti juga.

Oke, terakhir, seneng gak di Tobucil?
Seneng banget, memang Ulu seneng dengan suasana bekerja seperti ini.

Seperti ini bagaimana?
Ya, gak kaya kantor banget. Jadi berantakan, tapi pada tempatnya. Dan gak cubical seperti di kantor-kantor yang serba rapi tapi kaku. Apalagi kalau ada anaknya Mba Elin, Aurora. Jadi bikin tentram.

Saya mewawancarainya kala itu menjelang maghrib. Menjelang Ulu habis jam kantornya yang sementara hanya datang setiap hari Senin dari jam 13-18. Setelah wawancara ia langsung bersiap pulang ke rumahnya yang jauh, di Ciparay. Tempat ia sehari-harinya memancing. Kenapa,?karena ia punya kolam besar berisi lele dan berbagai jenis ikan. Boleh loh kalau mau pesan, katanya begitu.



 Ulu kala sedang jalan-jalan (dokumen pribadi dari Facebook)
Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin