2.5.11

Azhar Rijal Fadlillah: Penggalau Madfal Generasi Baru

Jika sesekali mampir ke Madrasah Falsafah (Madfal) hari Rabu, tengoklah ke sekeliling manusianya. Kalau ada yang terlihat paling muda, gelisah, dan resah, barangkali itulah Azhar Rijal Fadlillah alias Ijal. Kelahiran 29 Februari 1992 (dia berulangtahun setiap 1 Maret) tersebut, aktif di Madfal sejak Januari 2010 atau lebih dari setahun yang lalu. Ia bergabung pertama kali ketika Madfal tengah membahas topik berjudul "Musik: Bahasa Universal". Dalam kurun waktu setahun sejak itu, Ijal berevolusi. Dari tadinya pria rapi flamboyan, menjadi gondrong acak-acakan. Akibat filsafatkah? Mari kita kenal lebih dekat.

Tobucil (T): Halo Ijal
Ijal (I): Halo

T: Apa kabarnya nih, apa aktivitas sekarang?
I: Saya sehari-hari kuliah, Kang. Tapi kemarin-kemarin sempat mau berhenti saja.

T: Kenapa? Memang kuliah dimana?
I: Di Administrasi Bisnis Unpad angkatan 2009. Ya saya merasa kuliah disitu kurang memenuhi harapan dan rasa ingin tahu saya, jadi saya sempat kepikiran untuk pindah ke tempat lain. Tapi sekarang gak jadi kok, Kang, mau terus saja. Hehe.

T: Hehe okelah. Coba ceritakan Madfal menurut kamu!
I: Madfal seru, Kang. Saya banyak bertemu macam-macam pemikiran. Meski demikian, kegalauan saya ternyata lebih tersalurkan ketika sendiri. Dengan berpikir-pikir sambil begadang. Bagi saya Madfal itu seperti bidan, ia membantu melahirkan pemikiran-pemikiran baru bagi saya. Meskipun pemikiran itu pada akhirnya saya sendiri yang mengolahnya agar autentik. Madfal juga bikin saya terlihat tua, Kang. Hehe.

T: Oke, itu secara garis besar. Madfal sekarang ini, menurutmu bagaimana?
I: Madfal masih asyik kok. Tapi sejak Januari 2011, memang ada sedikit persoalan dalam sistematisasi tema dan juga jalannya diskusi. Saya agak curiga ini disebabkan oleh ketiadaan moderator tetap. 
T: Sehingga?
I: Iya, terutama karena tidak adanya moderator ini, menyebabkan beberapa orang yang baru datang ke Madfal sulit untuk dirangsang bicara. 
(Dien Fakhri Iqbal Marpaung, peserta tetap Madfal yang waktu itu kebetulan ada di sebelah Ijal, menimpali): Iya, harus ada moderator tetap, siapapun itu, yang bisa menguasai seluruh peserta.

T: Oh, baiklah, kalau begitu, adakah pesan-pesan berikutnya bagi Madfal dan penggiat filsafat lainnya?
I : Hmmm.. Apa ya? Pertama mungkin, sesekali Madfal bisa kembali membahas keseharian seperti dulu. Maksudnya, agar orang-orang yang baru kenal filsafat bisa dengan mudah memasuki topiknya. Yang kedua, "Jangan sesekali berani datang ke madfal, terlebih lagi menjadi galau jika tidak ingin tubuh menua mendahului usia."

Demikian obrolan singkat dengan Ijal, seorang anak muda yang dituakan oleh filsafat. Sekedar informasi, Madrasah Falsafah diadakan setiap Rabu pukul 17.00 sampai sekitar pukul 20.00. Diskusi filsafat bebas, dengan semboyan "Semua Orang adalah Filsuf".



Azhar Rijal Fadlillah, diambil dari dokumentasi pribadi

Google Twitter FaceBook

2 comments:

Azhar Rijal Fadlillah said...

wah wah wah, ngambil foto tanpa seijin nih! hahahaha :)

RIVAL ARDILES SANDO said...

wah pingin ikutan madfal uy. . .

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin