17.5.11

Crafty Days #5: Kisah Even Pembawa Hujan

Crafty Days adalah even tahunan Tobucil yang isinya memuat bazaar dan workshop handmade plus sajian musik. Kemarin, 14 dan 15 Mei, Crafty Days sukses diselenggarakan untuk kali kelimanya. Dua puluh stand handmade memeriahkan halaman Tobucil. Di garasinya, atau beranda, atau Adi Marsella menyebutnya dengan, "Auditorium," selalu sambung menyambung gelaran workshop mulai dari yubiami, scrapbook, boneka pom-pom, merenda, hingga boneka bantal. Auditorium itu juga multifungsi, di lain waktu ia diisi oleh semacam talkshow berbagi pengalaman memulai usaha handmade, serta pagelaran musik dengan perangkat sound system cukup lengkap dan pengisi acara yang cukup serius.

Workshop Boneka Bantal bersama Puri dari Idekuhandmade
Jika awal mula masuk dan melewati pagar Aceh 56, yang pertama "menyambut" di meja stand paling depan adalah Pyur!. Stand yang menjual boneka monster, tas, dompet, dan kayu lukis ini menjadi hangat karena adanya figur Ibu Sutjiharti yang rajin menyapa lembut para pengunjung. Ibu Sutjiharti adalah penjaga stand sekaligus pembuat produk Pyur! ini. Di Crafty Days ini banyak stand yang menarik, diantaranya Oma Anna yang juga menjual selai organik selain barang-barang handmade. Selai organik ini menarik sekali, kata Mba Mei, pembuatnya, "Perbandingan gula dan buah adalah setengah banding satu, jadi buah lebih banyak. Produk selai pada umumnya satu banding satu." Saya mendapati satu rasa, yakni jeruk-melati yang sangat menggelikan di lidah. Selain stand-stand handmade, ada juga stand non-handmade seperti stand makanan takoyaki dari Garasi 10. Stand takoyaki ini cukup fenomenal, di awal kehadirannya di hari Sabtu jam 9 pagi, mereka sudah sold out jam 12 siang! Akhirnya stand takoyaki ini beristirahat selama dua jam untuk mengaduk adonan lagi dan kembali berdagang. Adapun stand keramik, Kandura, selain menjual barang-barang, ia juga mendirikan meja workshop membuat keramik. Dengan harga Rp. 30.000 saja, siapapun yang datang boleh mencoba membuat keramik, dan nantinya si produk boleh dibawa pulang setelah dibakar di tungku 1200 derajat celcius.

Ojan dari Nest of Ojanto  sedang mengikuti workshop Keramik Bersama Tisa dari Kandura Keramik

Acara Crafty Days ini secara umum dipandu oleh MC Theoresia Rumthe. Setiap pengunjung yang datang disapa dan kadang dijahili. Sekarang mari kita tengok stand tuan rumah, Tobucil Handmade. Tobucil Handmade dijaga oleh Dian dan Mayang. Isinya macam-macam, mulai dari benang diskon, keripik dan basreng kering, pameran scrapbook, kacamata, hingga produk kongsi handmade dari Rinja-Rinja, Mogu, Dentelle, Laugh on the Floor, Vitarlenology, Kineruku, dan Wawbaw. Stand tuan rumah, menurut pengakuan Dian, "Alhamdulillah laku banyak." 

keceriaan crafty days

Puncak dari Crafty Days adalah Musik Sore. Diisi oleh empat penampil yakni Ririungan Gitar Bandung (RGB), Yustinus Ardhitya, Grace dan Tesla, serta Ammy Alternative Strings. Format musiknya sangat beragam, demikian pula aliran yang dibawakannya. Ririungan Gitar Bandung menggunakan format gitar akustik dengan sebagian besar membawakan lagu klasik, Yustinus Ardhitya gitar duet plus vokal dengan berisikan lagu-lagu balada, Grace dan Tesla meskipun sangat jazzy tapi duo gitar-vokal itu ogah dibilang jazz, serta terakhir, Ammy Alternative String yang menyuguhkan format biola berbanyakan sampai dua puluh empat orang!

Mbah dari jendela Aceh 56, saat lagu Happy Birthday dinyanyikan
 Di sela-sela Crafty Days terdapat selipan yang manis. Yakni seluruh penonton musik sore bernyanyi lagu happy birthday yang ke-85 bagi Mbah pemilik rumah sebelah. Tanpa restu Mbah, tentu saja Crafty Days yang ramai ini mustahil terselenggara. Di sela-sela Crafty Days juga terdapat selipan yang akhirnya harus diputuskan bahwa ini manis: hujan. Crafty Days, diselenggarakan bulan apa pun, ternyata selalu diberkahi hujan. Hujan ini terang saja kerap membuat panik para pemilik stand maupun sound system. Karena beranda tempat mereka bernaung termasuk kategori outdoor. Meski demikian, akhirnya perlu diterima bahwa Crafty Days adalah sebagai pembawa hujan itu sendiri. Jika suatu saat Bandung dilanda kemarau panjang dan hewan-hewan kehausan, manusia kepanasan, maka mari kita selenggarakan Crafty Days agar hujan. Sampai jumpa di gelaran berikutnya!  Syarif Maulana 



Foto-foto Crafty Days # 5 dapat di lihat di sini 
Google Twitter FaceBook

1 comment:

UNKNOWN ACCOUNT said...

saya suka event crafty day nya. inspiring, dapet ilmu baru dari workshop nya, dan dapet barang unik dari stand jualan nya.

terimakasih tobucil, jadi pengen kesana sering-sering =)

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin