9.5.11

Musik Sore Crafty Days: Tesla Manaf Effendi dari Grace & Tesla



Kurang dari seminggu lagi Craft Days jilid lima Tobucil akan digelar. Bazaar dan workshop kerajinan tersebut juga mempersiapkan sajian musik di dalamnya. Acara musik yang diberi nama Musik Sore tersebut akan digelar di hari kedua yakni 15 Mei pukul 16.30 hingga pukul 18.00. Musik Sore dibuka dengan penampilan KlabKlassik, lalu dilanjut Yustinus Ardhitya, Grace & Tesla dan ditutup dengan Ammy Alternative Strings. Salah seorang penampil dari Musik Sore nanti berhasil diwawancarai, yakni Tesla Manaf Effendi, gegedug dari Grace & Tesla. Ia juga seorang gitaris jazz muda yang amat progresif dan tengah naik daun. Kelahiran 29 Agustus 1987 ini mengawali karir musiknya dari belajar gitar klasik, dan akhirnya lima tahun terakhir ia banting setir ke jazz. Penggemar Pat Metheny dan Yo-Yo Ma ini akan berkisah singkat pada kita, sekaligus menambah penasaran, “Drama apa yang disajikan Musik Sore nantinya?”

Tobucil: Halo Tesla.
Tesla: Halo.
Tobucil: Akhirnya main lagi di Tobucil. Dulu kan pernah main juga ya di Tobucil, gimana kesan-kesannya?
Tesla: Keren, tapi saya berharap nanti apresiatornya bertambah.
Tobucil: Haha pasti, karena ini ada bazaarnya, pasti seru. Apa yang kamu siapin, Tes, untuk penampilan nanti?
Tesla: Hihi penasaran ya, ada aja pokoknya mah!
Tobucil: Okelah, ditunggu! Gimana mulanya bias terbentuk Grace dan Tesla? Mulainya kapan?
Tesla: Dari tahun lalu. Saya sama Grace awalnya sebatas teman berimajinasi saja, tapi kemudian kami memutuskan untuk bikin duo.
Tobucil: Adakah pengalaman main yang berkesan dari duo ini?
Tesla: Semuanya berkesan, sampai penonton pada tutup telinga hehehe.
Tobucil: Terus pendapat Tesla tentang Grace sendiri?
Tesla: Haha dia mah temen gossip. Kalau ketemu gosip, bukannya latihan.
Tobucil: Hmmm.. terus apakah kamu punya rencana rekaman serius?
Tesla: Hehe udah kok, udah banyak rekaman seriusnya. Coba aja kunjungi www.soundcloud.com/tesla-manaf-effendi. Kepingan CD juga udah tersedia, kalau gak salah di Tobucil juga jual kan? Atau bias pesen ke www.jazualty.com.
Tobucil: Wow asik! Oke, terus terkait sama kelulusan kamu kemarin. Hehe benar kan baru lulus kuliah?
Tesla: Iya, bener.
Tobucil: Apakah penting seorang musisi menamatkan kuliahnya, walaupun ia sudah sukses sebagai musisi?
Tesla: Penting dong, utang ke orang tua, dan bukan berarti musisi tapi gak bisa kerja kantoran, hanya saja bermain musik itu pilihan.
Tobucil: Oke, Tes, rencana kamu ke depan apa?
Tesla: Saya ingin main saja. Kalau ngajar, gak bakat hehe.
Tobucil: Oke sekarang bahas basic kamu ya. Penting gak sih, Tes, belajar apa-apa dari klasik dulu?
Tesla: Dulu sih berasa gak penting, karena kerjaanya cuman baca partitur tanpa tau teori, eh makin kesini makin berasa klo main klasik itu penting, gak hanya dari sight reading, tapi teori tanpa batas dan teknik bermainpun berguna. Gak harus selalu mulai dari klasik kok, mulai dari yang suka aja
Tobucil: Ah, penting banget itu, kata kuncinya: Mulai dari yang suka. Oke, terakhir, jazz sepertinya lagi naik daun nih, terutama akibat pagelaran javajazz yang rutin. Bagaimana Tesla melihat fenomena tersebut?
Tesla: Itu musiman kok, paling lama 5 tahun lagi juga keliatan siapa aja yg suka jazz dan siapa yg gak kuat.
Tobucil: Wah terima kasih, Tes, atas waktunya. Salam buat Mas Niman dan KlabJazz-nya ya, gimana kabarnya sekarang?
Tesla: Klabjazz baik dan sejahtera, masih jadi wadah untuk bermain dan mencari pengetahuan. Sunday jazz minggu pertama di Potluck dan ketiga di Dago Plaza. Sama-sama terima kasih juga.
Tobucil: Siap untuk tampil di Craft Days??
Tesla: Siap! Udah ah nanya mulu nih.

Syarif Maulana
Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin