19.6.11

Hal Sederhana yang Utama dalam Analisa Feature


Kamis lalu kelas penulisan Feature melakukan analisa secara sederhana terhadap feature yang telah dibawa para anggotanya. Minggu sebelumnya kang Adi dan kawan-kawan memberikan PeeR untuk para peserta agar membawa salah satu contoh feature yang mereka sukai. Kali ini efek keberlanjutan dari PeeR itu adalah membacakan dan menganalisanya dengan sederhana oleh tiap-tiap pembawa tulisannya. Analisa yang dilakukan memang sederhana, seperti pertanyaan-pertanyaan terhadap tulisan itu yang bersifat informatifkah? Apa yang menariknya? Bagaimana cara si penulis bertutur? Apakah tulisannya mudah dipahami? Dapatkah tujuannya diketahui? Dan juga apakah bersifat inspiratif?
Pertanyaan-pertanyaan yang menganalisa secara sederhana itu kadang kala luput dari mata kita baik sebagai pembaca maupun sebagai penulis. Tentunya hal-hal di atas penting untuk diketahui juga dipahami sebagai pedoman diri agar kita (atau siapapun yang ingin menulis) tidak mengulangi kesalahan yang sama dalam menulis. Kang Adi pun beberapa kali menekankan kepada para pesertanya agar jangan sampai kesalahan yang sama terulang untuk kedua kali, apalagi yang ketiga! Dalam penulisan feature, sebelumnya kita harus memperhitungkan pasar pembacanya. Contohnya, dalam menulis artikel di Koran. Semua harus bisa ditebus dengan tulisan. Dalam artian setiap orang yang bahkan hanya bisa membaca saja atau sekolahnya tidak lulus dapat memahami itu. Bukan berarti kita jadi merasa terpagari karena pasar pembaca yang umum itu, tetapi jika ingin menulis feature usahakan untuk memusatkan pada olahan katanya. Bagaimana gaya bahasa yang umum dan populer untuk topik yang akan dituliskan.
Di awal pertemuan juga sempat disinggung mengenai Lead. Jessie – salah satu peserta – membawa feature dari majalah NatGeo yang berjudul The Secret Ingredients of Everything. Apa yang terlintas di benak kita ketika membaca judulnya? Tentu saja sesuatu yang berhubungan dengan makanan (kalau saya) melihat ada kata ingredients di sana. Apalagi setelah film Po seekor panda yang bisa karate itu menyebar kemana-mana, resep makanan semakin kuat mengikat pembaca yang melihat judulnya. Tetapi ternyata tidak! Didalamnya dipaparkan mengenai rareearth alias mineral yang sangat istimewa yang ternyata banyak digunakan dalam alat-alat yang sangat akrab di keseharian kita. Seperti handphone, televisi, dan alat elektronik lainnya. Pada hal ini penulisnya berhasil membuat pembaca terikat dan tertarik untuk membaca tulisannya. Ini menunjukkan bahwa judul itu sangat menentukan dan penting sekali untuk dipertimbangkan. Buktinya, tulisan itu ternyata berisi sesuatu yang saya sebagai orang awam tidak bisa mengerti dalam sekali baca. Di dalam gaya bahasa penulisnya pun terdapat beberapa kata yang sulit dimengerti, dalam artian mungkin hanya sebagian kalangan yang bergelut di dunia yang sesuai dengan isi tulisan itu saja yang mengerti. Hal ini berhubungan dengan pengolahan kata yang tadi telah dipaparkan. Selanjutnya, tulisan itu memiliki terjemahan berbahasa Indonesia (berhubung bahasa aslinya bahasa Inggris) yang – bahkan judulnya sekalipun – memiliki kapasitas yang jauh di bawah tulisan aslinya. Judulnya serasa kurang menggereget pembaca, dan isinya pun tidak sesuai dengan tata bahasa dari bahasa terjemahan itu. Beruntunglah orang-orang yang sedikitnya mengerti bahasa Inggris karena bisa memahaminya walaupun minim.
Balik lagi ke judul atau Lead, biasanya bagi penulis judul adalah hal yang paling sulit ditentukan. Terkadang orang menulis terlebih dahulu baru menentukan judulnya. Ketika tulisan selesai barulah penulis menyimpulkan kira-kira judul apa yang tepat dan pas untuk tulisannya itu. Hal tersebut SALAH! Kang Zaki mengatakan judul atau Lead itu membantu penulisan (isi) menjadi lebih mengalir. Seharusnya kita menentukan judul dahulu agar termudahkan dalam penulisan berikutnya. Dalam penulisanpun hal yang perlu diutamakan adalah hal-hal yang paling penting, paragraph berikutnya yang agak penting, hingga terus ke bawah ke yang paling tidak penting. Cara bertutur seperti itu adalah cara yang efektif agar isi tulisan tetap menarik dan bisa dibaca sampai habis oleh pembaca.
Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin