27.6.11

KlabKlassik Edisi Playlist #7: Bernostalgia bersama Kaset

Minggu, 26 Juni 2011

Hari itu KlabKlassik Edisi Playlist berbeda dari bulan-bulan sebelumnya. Jika sebelumnya menggunakan format mp3, sekarang semuanya wajib membawa kaset. Tape pemutar disediakan dari Tobucil dan menarik melihat masing-masing membawa kaset yang bisa dibilang hampir menjadi pemandangan langka. Bersama analisator Ismail Reza, inilah dia lagu-lagu yang dibawakan hari itu:

1. Palti Raja (judul lagu) - Vicky Sianipar (artis)
Lagu yang dibawa oleh Pirhot Nababan alias Iyok ini adalah karya instrumental bertempo cepat dan riang. Palti Raja ternyata adalah generasi ke-6 terhitung dari Raja Batak yang biasanya merupakan pendeta untuk dimintai hujan oleh warga. Vicky Sianipar yang berlatar belakang Batak tulen mengangkat lagu ini dengan instrumen violin, flute, sarune, gondang, gitar, dan drum yang keseluruhannya terdengar ramai ketika berharmoni. Vicky Sianipar, kata Iyok, awalnya dianggap kontroversial karena mengaransemen ulang lagu tradisional Batak menjadi terlampau dinamis. Namun akhirnya lambat laun Vicky diterima karena faktanya terbukti banyak anak muda Batak yang menjadi tahu tentang musik Batak.
2. 9 Januari - Dewa Budjana
Lagu ini lagi-lagi masih instrumental. Karya tahun 1997 yang dibawa oleh Kang Tikno ini katanya pada jamannya sedang hangat-hangat mengangkat musik tradisi. Ini termasuk album gitaris solo yang mula-mula muncul di Indonesia. Dewa Budjana pada masa itu termasuk berani menembus pasar dimana solois instrumental plus etnik belum begitu popular.
3. Ikhlas tapi Jauh - Ikhlas
Nama band ini agak nyentrik, tapi kemudian dapat dipahami jika tahu asalnya dari Malaysia. Band dari Sheila Majid and friends di tahun 1991 ini dibawa oleh Mba Tarlen. Kata Mba Tarlen, "Ini adalah band ketika hubungan Malaysia - Indonesia masih harmonis." Patut diketahui bahwa di dalam band Ikhlas tersebut ada Erwin Gutawa, seorang konduktor dan arranger jenius milik tanah air. Ia mengisi album sebagai pembetot bas. Lagu tersebut cukup panjang hingga hampir tujuh menit dan meskipun slow, tapi ada beberapa gerakan progresif di dalamnya.
4. You're Still The Young Man - The Rollies
Kaset yang dibawa oleh Mas Reza ini adalah rekaman live tanggal 2 dan 3 Juli tahun 1976 di Taman Ismail Marzuki. Meski live, teknik perekamannya sudah cukup baik dan instrumen keseluruhannya terdengar jelas. Lagu You're Still The Young Man ini sendiri dibuka dengan penampilan drum solo, yang lalu dilanjut dengan tiupan terompet dari Bangun Sugito alias Gito Rollies. Asyik, dan pada masanya, kata Mas Reza, The Rollies wajib ditonton kawula muda dan kaum eksekutif Jakarta.
5. Save a Prayer - Duran-Duran
Kaset Duran-Duran dibawa oleh Nita. Ini adalah kaset yang ia beli sejak SMP. Band beraliran New Wave ini ia pilih sebagai kelompok favoritnya oleh sebab video klipnya yang keren-keren. Selain itu, Duran-Duran juga memang pernah booming terutama diakibatkan oleh rambut dari Simon LeBon yang kemudian mengilhami tokoh Lupus. Lagu ini cukup menghipnotis dari bunyi keyboardnya yang repetitif. 
6. Don't Stop Me Now - Queen
Don't Stop Me Now dari Queen adalah lagu yang dibawa oleh Mas Adi Marsiella. Ini ia ambil dari kompilasi album The Best of Queen. Lagu penuh semangat ini menjadi tema lagu Mas Adi setiap dulu mau berangkat kuliah. Bangun tidur ia langsung menyetel lagu ini. Pada lagu ini gebukan drum Roger Taylor sangat dominan dan raungan gitar David May sukses membangun suasana. "Jangan lupakan juga," kata Mba Tarlen, "Celana ketat dan dada berbulu Freddie Mercury."
7. Since I've Been Loving You Too Long - Led Zeppelin
Lagu ini dibawa oleh Mas Yunus. Katanya, lagu dari album kompilasi blues tahun 1997 ini dahulunya menjadi teman setia ketika Mas Yunus sedang mengerjakan tugas akhir. Lagu tersebut sangat lambat dan lembut dengan dominasi permainan gitar Jimmie Page yang bluesy. Namun kata Kang Tikno yang lebih sering mendengarkan Led Zeppelin, ia yakin bahwa ini adalah cover version. Artinya, bukan Led Zeppelin yang main, tapi seseorang yang menyerupainya. "Siapapun itu, yang main ini pasti band hebat," tutup Kang Tikno.
8. Summer Song - Joe Satriani
Summer Song dari Joe Satriani adalah lagu solo gitar elektrik instrumental. Lagu ini dibawa oleh saya sendiri dan menjadi bagian penting hidup ketika masa-masa SMA. Joe Satriani adalah salah satu gitaris yang sangat senang menjadikan gitarnya bukan hanya sebagai media improvisasi, namun juga media melodi. Dari melodi utama hingga akhir, gitarnya bermain bak nyanyian. Satriani juga senang dengan eksplorasi teknik-teknik seperti feedback dan whammy pedal. 
9. Besame Mucho - Trio Los Panchos
KlabKlassik Edisi Playlist #7 ditutup dengan sebuah kaset jadul tanpa bungkus milik Mba Upi. Kaset Trio Los Panchos warisan ayahnya yang kerap diputar di masa kecil Mba Upi. Trio Los Panchos yang mempunyai format tiga vokal yang semuanya memegang gitar. Iramanya sangat latin dan setiap kalimat nyanyian selalu dibalas dengan petikan gitar spanyol yang eksotik. Trio Los Panchos ternyata tidak cukup didengarkan hanya lagu Besame Mucho saja, beberapa lagu ternyata cukup betah untuk terus diputar.

KlabKlassik Edisi Playlist #7 yang bertemakan kaset ini ternyata memicu obrolan bermacam-macam. Lagu jarang sekali didengarkan sambil terdiam seperti biasanya. Langsung dibahas dan langsung dikomentari ketika lagu itu masih berlangsung. Alasannya, kaset ternyata sukses merangsang romantisme masa lalu dalam diri masing-masing peserta. Bagaimanapun penggemar musik dimanapun ia berada yang lahir sebelum tahun 2000-an adalah penggemar musik yang lekat dengan jaman kaset.

Syarif Maulana
Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin