17.7.11

Filsafat untuk Pemula: Embrio Filsafat Modern

Berbanding lurus dengan pertemuan yang hampir mencapai ujung, tema kajian Abad Pertengahan juga memasuki akhir dari jamannya. Topik kali ini adalah 'embrio filsafat modern', atau bisa dibilang, yang dibahas adalah berakhirnya Abad Pertengahan dan mulai memasuki Renaisans. Renaisans (kira-kira abad ke-14) sendiri dikategorikan sebagai awal mula filsafat modern yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Teosentris digantikan oleh antroposentris. Artinya Tuhan sebagai pusat digantikan oleh manusia sebagai pusat.
  • Perkembangan sains yang pesat oleh sebab motivasi manusia untuk menaklukkan alam.
  • Penjelajahan laut menjadi marak (Age of Discoveries) dengan latar belakang gold, gospel, dan glory. Penjelajahan ini juga berujung pada kolonialisasi yang ada hubungannya dengan penemuan mesiu. 
  • Adanya reformasi pada gereja yang berujung pada lahirnya Prostestanisme oleh Martin Luther dan John Calvin.
Perubahan era ini bukan tanpa sebab. Abad Pertengahan itu sendiri menciptakan penyakit yang lambat laun membunuh dirinya sendiri:
  • Adanya jual beli surat pengakuan dosa dari oknum-oknum yang mengatasnamakan gereja. Makin mahal surat yang dibeli, makin besar juga kemungkinan dosa diampuni.
  • Sempat terjadi adanya dua Paus (kepala gereja Katolik) dalam waktu yang bersamaan. Lengkapnya baca di sini.
  • Alkitab dan pengetahuan-pengetahuan teologis tidak mempunyai akses langsung terhadap masyarakat karena penggunaan bahasa Latin.
  • Adanya otoritas mutlak dari pihak gereja termasuk pada urusan sains.
Faktor-faktor tersebut merupakan dorongan internal. Adapun dorongan eksternalnya berasal dari dipelajarinya kembali teks-teks filsafat Yunani dan Romawi yang sebagian besar dibawa oleh Islam. Kebebasan berpikir ala Yunani ini mendasari timbulnya kemandirian nalar yang dirayakan oleh Renaisans. Ini menjadi maklum karena Abad Pertengahan adalah era yang cukup mempersenjatai diri dari serangan filsafat Yunani yang notabene sanggup memporakporandakan bangunan kekristenan. 

Dengan era Renaisans ini, fajar pemikiran di daratan Eropa merekah menyongsong jaman baru. Jaman yang melahirkan ideologi-ideologi besar semisal Kapitalisme dan Marxisme, juga konsep nasionalisme seperti di era Romantik, revolusi Prancis yang menggulingkan monarki absolut, termasuk mimpi buruk seperti Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

Setiap perubahan jaman selalu merupakan respon atas apa yang terjadi pada manusia. Sekelompok pemikir (baca: filsuf) bertugas untuk membaca jaman dari kejauhan, melihat sendi-sendi persoalan dan kemudian pelan-pelan mengajak orang-orang untuk melakukan perubahan.

Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin