11.9.11

Mengenal Perempuan Sore: Tutor Kelas Public Speaking

Di Tobucil, tanggal 16 September ini akan dimulai sebuah kelas baru. Kelas itu bernama kelas Public Speaking atau jika diterjemahkan secara bebas artinya mungkin menjadi kelas "Berbicara di Depan Publik". Kelas tersebut akan dipandu oleh Theoresia Rumthe yang berprofesi sehari-sehari sebagai penyiar MGT 101,1 FM. Mari mengikuti bincangan dengan Theoresia Rumthe, dara kelahiran 16 Oktober 1983 yang mempunyai nickname Perempuan Sore ini:

Halo, Mba Theo.
Halo, Syarif.

Nanya-nanya dikit, boleh ya?
Boleh dong, kebetulan aku lagi santai nih.

Rencananya mau bikin kelas baru kan di Tobucil, apa sih latar belakangnya?
Pertama, aku punya utang sama Tobucil, dari tahun lalu aku emang udah janji bikin kelas ini. Tapi baru tahun ini terealisasi hehe. Yang kedua, aku cuma pengen bagi-bagi ilmu aja. Aku pengen mengajak orang-orang untuk mengetahui bahwa public speaking itu bukan bakat. Segera ketika orang nyaman dengan diri mereka sendiri, maka akan mudah untuk berbicara di depan publik.

Waduh, berat juga ya. Oke, metode apa nih yang akan dipakai Mba Theo di kelasnya nanti!
Pertama, pastinya aku mau kasih teori-teorinya ya, public speaking dasar ceritanya. Aku juga mau melatih gesture, tentang bagaimana sih pembawaan fisik kita ketika berbicara. Namun yang terpenting dari semuanya adalah bagaimana agar mereka nyaman dengan diri mereka sendiri. Untuk itu aku juga mau adain sesi curhat hehe.

Oke, Mba. Ngomong-ngomong, berbicara dengan publik itu enaknya dengan teks atau tidak?
Tanpa teks lebih baik. Atau minimal pake pointers, nanti di kelas juga aku bakal ajarin cara bikin poin-poin.

Oke, terus, nantinya, apakah ada semacam "UAS" atau penutup sebagai konklusi dari yang sudah dipelajari?
Iya dong, di akhir nanti ada tes berupa presentasi, aku juga rencananya membuka presentasi itu untuk publik atau umum.

Oke, Mba. Bagi Mba Theo sendiri, berbicara di depan publik seperti apa yang sulit?
ABG hehe, konsentrasi mereka biasanya agak kurang.

Pertanyaan iseng nih Mba. Kalau ngasih humor itu penting gak sih?
Penting banget. Humor diperlukan agar suasana menjadi cair. Kemarin aku sempet liat pertunjukan stand-up comedian. Dari pengalamanku itu, ketahuan bahwa ada beberapa komedian yang kemudian dia menjadi lucu karena justru tidak berniat untuk lucu. Dia cuma berusaha keras membawakan dirinya dengan baik dan melepaskan beban-beban yang ada, ketika itu sukses dilakukan, kelucuan bisa mengikutinya.

Terakhir, wakili public speaking dalam satu kata!
Kepekaan.

Terima kasih ya Mba!
Sama-sama.

Syarif Maulana

Theoresia Rumthe kala siaran.



Tertarik mengikuti kelasnya? Infonya ada di sini.
Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin