30.10.11

Filsafat untuk Pemula: Kant dan Hegel

Selasa, 25 Oktober 2011

Ada kisah tentang seseorang di Koenigsberg. Ia sangat disiplin dan teratur, sehingga orang itu menjadi acuan masyarakat kota. Misalnya, "Hey, dia lewat alun-alun ini, artinya waktu tengah menunjukkan pukul tujuh." Sampai suatu hari ia terlambat bangun, dan seisi kota pun mengalami keterlambatan.

Namanya adalah Immanuel Kant. Seorang filsuf yang tak pernah keluar kota sepanjang hidupnya, namun sumbangsih pemikirannnya amat penting bagi dunia. Lahir tahun 1724, Kant hidup di jaman transisi antara Pencerahan dan Romantik. Sumbangan pemikiran terbesarnya adalah mendamaikan dua kutub yang berseberangan dari pemikiran sebelumnya, yakni Rasionalisme dan Empirisisme. Kant berkata bahwa, "Keduanya separuh benar." Empirisisme betul bahwa manusia memperoleh segala gagasan-gagasannya lewat pengindraan, namun Rasionalisme juga betul bahwa ada ide bawaan dari lahir yang dibawa manusia, yaitu: meletakkan seluruh pengalamannya dalam kacamata ruang dan waktu.

Setelah itu Kant juga berkata tentang fenomena dan noumena. Katanya, apa yang sanggup diketahui indra manusia adalah dunia fenomena saja. Misalnya, jika kita melihat gelas, maka yang kita lihat adalah "gelas yang ditampakkan pada kita". Gelas itu sendiri mempunyai suatu substansi tersendiri yang kita tidak tahu, alias "gelas pada dirinya sendiri" alias das ding an sich. Noumena juga terkandung pada konsep-konsep ideal seperti keadilan, Tuhan, jiwa, ruh, dan hal-hal non-indrawi lainnya. Lebih jauh, Kant mengatakan bahwa noumena, meskipun tak mampu diketahui, namun bukannya tak penting. Noumena tetap harus ada, sebagai postulat, sebagai tuntutan moral, sebagai fondasi nilai-nilai ideal.


Patung Kant di Koenigsberg yang sekarang bernama Kaliningrad dan menjadi bagian dari Russia. Gambar diambil dari sini.

Setelah Kant ada seorang Prussia lainnya bernama George Wilhelm Friedrich Hegel. Lahir tahun 1770, ia disebut-sebut sebagai "anak kandung jaman Romantik". Hegel, kata Bambang Q-Anees, salah seorang tutor dalam kelas Filsafat untuk Pemula, "Adalah titik puncak paling rendah yang harus dicapai seseorang yang ingin dengan fasih belajar filsafat Barat. Minimal sampai Hegel orang harus hafal pemikiran-pemikirannya, setelah itu baru tak lagi wajib." Pemikiran-pemikiran Hegel sungguh idealis sekaligus optimis, menunjukkan suatu kesamaan dengan jaman Romantik yang begitu yakin dengan intuisi, perasaan, dan self expression, alih-alih akal budi Pencerahan yang dingin dan kaku.

Yang terkenal dari Hegel adalah filsafat sejarahnya. Katanya, ada roh absolut yang mendasari dunia ini. Roh absolut merealisasikan dirinya lewat dialektika kehidupan. Dialektika itu berisi tesis, antitesis, dan sintesis. Misalnya, Hitler, dengan segala perbuatannya, adalah tesis. Lalu datang perang dunia kedua sebagai antitesisnya (penentang), yang menghasilkan suatu kesimpulan baru, yaitu, misalnya berakhirnya dunia. Tapi tidak cukup sampai disitu, perang dunia menjadi suatu tesis baru, yang barangkali antitesisnya adalah perang dingin. Demikian Hegel menyebutkan suatu alur sejarah, yang makin lama "membentuk kesadaran baru bagi roh absolut". Dialektika ini punya tujuan alias teleologis. Membaca filsafat Hegel, efeknya biasanya semacam rasa cerah dan penuh harap.

Demikian pemikiran kedua filsuf besar yang sangat besar pengaruhnya bagi dunia. 



Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin