Temukan Arsip Tobucil

Loading...

Sunday, October 9, 2011

Filsafat untuk Pemula: Renaisans

Selasa, 4 Oktober 2011

Apa sesungguhnya Renaisans itu? Ini adalah suatu periode dalam peradaban Eropa ketika mereka menemukan tiga teknologi utama bernama kompas, mesiu, dan mesin cetak. Meskipun dalam kacamata kita hari ini yang demikian nampak sederhana, namun pada masa itu seolah mengubah segalanya. Manusia menjadi lebih berani, percaya diri, dan mengaku dirinya sebagai pusat (antroposentris).

Renaisans tidak hanya dipicu oleh itu, tapi juga berbagai keadaan seperti runtuhnya kewibawaan otoritas gereja, serta digalinya kembali literatur Yunani, Romawi, dan juga Arab. Eropa sekitar abad ke-14 saat itu dilanda semacam "ledakan kegembiraan" karena seolah lepas dari kungkungan teosentrisme yang dianggap menekan sekaligus korup. Abad Pertengahan lambat laun ditinggalkan, Eropa masuk ke jaman baru yang segala-galanya serba manusia.

Patung Daud karya Michaelangelo. Contoh kesenian Renaisans. Gambar diambil dari sini

Isu menarik dalam Renaisans ini adalah humanisme. Untuk "pertama kalinya", kemanusiaan menjadi sesuatu yang rajin dibicarakan. Kata Ami, sang tutor, "Sebelumnya, nalar adalah budak iman. Di era Renaisans nalar menjadi bebas. Itulah cikal bakal humanisme: kebebasan nalar." Meskipun di jaman klasik Yunani dulu paham "manusia adalah pusat dari segala sesuatu" sudah pernah dibicarakan, namun di era Renaisans paham tersebut sungguh-sungguh dibangkitkan. Efeknya, teknologi meningkat pesat, pengetahuan manusia menjadi bertambah luas. Indikatornya adalah lahirnya banyak manusia unggul seperti Leonardo Da Vinci, Niccolo Machiavelli, Martin Luther, Johann Gutenberg dan Christopher Colombus. 

Tidak hanya di bidang teknologi, filsafat juga berkembang. Renaisans adalah embrio filsafat modern yang kemudian kita kenal ragam-ragamnya. Minggu depan akan mulai dibahas salah satu aliran dalam filsafat modern bernama Rasionalisme. Belum terlambat untuk bergabung!

Google Twitter FaceBook

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin