30.10.11

Kelas Foto Cerita Tobucil #2: Penutupan

Sabtu, 29 Oktober 2011

Kelas foto cerita Tobucil #2 akhirnya menemui pamungkasnya. Setelah sukses dengan pamerannnya di angkatan pertama, angkatan kedua ini juga memilih pameran untuk menjadi puncak acara. Tercatat ada tujuh peserta dalam kelas foto cerita angkatan ini, yakni Desiyanti, Rudy, Bocha, Dhiko, Palupi, Claudine, dan Keni.

Acaranya sendiri berlangsung cukup sederhana dengan durasi sekitar satu setengah jam saja. Meski sederhana, namun suasana sentimentil begitu terasa. Ini disebabkan oleh sesuatu yang menurut mentornya sendiri, Arum Tresnaningtyas, "Personal. Aku ingin mereka memotret hal-hal yang dekat dengan keseharian. Bukan ide-ide besar seperti kemiskinan dan lain-lain." Dibuka dengan sajian musik live, acara pameran tersebut dilanjutkan dengan presentasi dari masing-masing peserta tentang fotonya yang disajikan via slideshow plus musik latar yang dipilih atas selera pesertanya sendiri.

 Foto-foto Keni K. Soeriaatmadja dengan papan selancarnya. Ini adalah jepretannya Desiyanti.

Keni K. Soeriatmadja membuka presentasi dengan temanya yang berjudul Lucas and sons. Ini kisah tentang rumah yang memproduksi papan selancar. Bukan itu yang menarik, melainkan bagaimana hubungan ayah dan anak dibangun dengan sangat dekat di rumah tersebut. Berikutnya yang tampil ada Bocha dengan topiknya berjudul My World, Papuli (Benang Upik), Desiyanti (Miauw), Rudy Rinaldi (Baloon Man), Dhika Pranastyasih (Escape), dan Claudine (Jari Jemari). Karya-karya itu sendiri selain dipresentasikan, juga dipamerkan di beranda Tobucil. Dipamerkan tidak hanya foto saja, melainkan juga barang-barang personal yang berkaitan dengan foto tersebut. Misalnya, Mba Keni, ia membawa juga papan selancar.

 Arum sang tutor. Foto oleh Desiyanti


Tentang kelasnya sendiri, Arum berkomentar, "Kelas yang ini, menjadi sangat bersemangat menjelang akhir. Ini berbeda dibanding kelas pertama yang pencapaiannya secara perlahan namun bertahap. Ya, dinamika aja sih." Meski demikian, angkatan kedua ini, bagi Arum, pamerannya lebih ramai dan seru. Acara pun ditutup dengan diskusi ringan dan makan makanan ringan.

Kesan-kesan dari para peserta:
Palupi              : "Asik bisa bikin gurunya stres."
Dhiko              : "Kelasnya rame, menyenangkan, nambah ilmu."
Bocha          : "Kelasnya oke, nambah pengetahuan tentang foto cerita, ketemu orang-orang yang suka fotografi dengan minat yang berbeda-beda." 
Keni                : "Ternyata kelas ini membuat saya bisa melihat yang biasa-biasa aja jadi luar biasa."
Claudine         : "Seru, jadi banyak belajar tentang bercerita lewat gambar."
Echie              : "Seneng ikut kelas ini, temen-temennya asik, foto-fotonya bagus, jadi minder."
Rudy               : "Senang, bisa melihat sesuatu dengan mata baru."

Sampai jumpa di angkatan tiga yang katanya Januari!



Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin