27.11.11

Filsafat untuk Pemula: Tulisan Penutup dari Rudy Rinaldi


Sejak minggu kemarin, akan dimuat berturut-turut tulisan dari peserta Kelas Filsafat untuk Pemula yang telah berakhir dua minggu lalu setelah belajar selama delapan pekan. Temanya adalah tentang filsafat modern. Pemuatan ini menunjukkan hasil belajar (output) yang sudah diterima selama periode pertemuan tersebut. Berikut adalah tulisan output dari Rudy Rinaldi.

Saya memahami bahwa awal berdirinya filsafat modern diawali dengan lahirnya zaman renaisans di daratan Eropa. Ditandai berpindahnya pemikiran theosentris ke antroposentris, Dimulai dari reformasi yang dilakukan oleh Martin Luther kepada petinggi-petinggi gereja yang pada saat itu secara tidak langsung memegang kekuasaan negara.  Selain memegang kekuasaan negara, petinggi-petinggi gereja pun “membatasi” pemikiran pemikiran yang datang kepada masyarakat dimana pada saat itu apabila ada suatu paham yang keluar dari ajaran gereja dapat dipahami sebagai paham yang “menyimpang” contoh seperti pemikiran Galileo galilea. Semangat renaisans lahir bukan hanya “didobrak” oleh kaum filsuf saja melainkan dari berbagai kalangan seperti seniman maupun musisi, lahirnya semangat ini menandai telah berakhirnya jaman kegelapan di eropa.

Perpindahan pemahaman Tuhan sebagai pusat atau theosentris ke manusia sebagai pusat atau yang kita sebut antroposentris patut kita pertanyakan. Memgapa pada masa paham theosentris eropa disebut sebagai jaman kegelapan atau Dark Age dan mengapa pula bahwa perpindahan kepaham antropsentris disebut sebagai pencerahan? bukankah jika kita renungkan kembali peham tentang Tuhan sebagai pusat segala sesuatu dapat menjadikan kita “Manusia” dan memahami keberadaan kita? Namun apa yang terjadi malah sebaliknya manusia telah menjauhi kemanusiaannya sendiri. Dengan kata lain bahwa pemegang kekuasaan ajaran theosentris telah gagal menjadikan manusia sebagai manusia. Dan jika saya ingin berlebihan pemegang paham theosentris menjadikan Agama sebagai komoditi untuk meraih kekuasaan.

Apabila saya pahami kembali pada masa itu Agama telah gagal menjadi “sekolah” untuk manusai belajar menjadi manusia, melainkan “memaksa” manusia untuk menghaba kepadanya dan menjauhkan manusia dari kemanusiaanya bahkan membuat jarak dengan satu sama lainya. Bukankah Agama hadir untuk manusia dan bukan sebaliknya.

Laihrnya semangat renaisans membawa eropa menuju abad pencerahan. lahirnya pemikiran-pemikiran, pemahaman-pemahaman tentang pengetahuan baru memandai bangkitnya eropa. juga penemuan-pememuan yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan semakin membangkitkan gairah masyarakat eropa sebagai manusia-manusia yang maju diantara manusia yang lainnya. Paham-paham baru yang dilontarkan oleh para filsuf juga menandai pemahaman antrposentri telah menjadikan manusia eropa berada di zaman yang lebih maju serta berhasil menjadi “sekolah” bagi manusia untuk belajar menjadi manusa.
Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin