12.12.11

Klab Nulis: Menuliskan Kisah Hidup

Jumat, 9 Desember 2011

Klab Nulis Tobucil sudah menyelesaikan materi pengajarannya. Sesuai tradisi yang sudah turun temurun, sekarang saatnya para peserta menyiapkan materi penulisan cerpen. Cerpen tersebut nantinya akan "disidang" di akhir pertemuan Klab Nulis, untuk dipertanggungjawabkan secara konsep maupun teknik penulisan.

Meski demikian, kedua pembimbing yakni Ophan dan Mas Puji merasa ketika para peserta menyiapkan materi penulisan, emosi yang dibangun dalam tulisan terkesan datar-datar saja. Oleh sebab itu para pembimbing menyiapkan suatu metode yang menarik agar dapat merangsang tulisan para peserta agar lebih dinamis. Metode tersebut adalah dengan menyuruh para peserta menuliskan kisah hidupnya dan membacakan mana yang menurutnya menarik. 

Dea memulai membacakan kisah hidupnya. Ia menyebutkan tahun 2011 ini sebagai yang terbaik karena ia berhasil bertemu dengan artis favoritnya dan berbincang selama hampir dua puluh menit! Lalu berikutnya Yulfi membacakan kisah hidupnya yang ia yakini tahun 2008 sebagai salah satu momen favoritnya karena ia ditunjuk jadi panitia ospek jurusan. Pada kesempatan itu ia menemukan banyak sekali orang yang menarik. Lalu tiba giliran berikutnya adalah Achi yang menyebutkan tahun 2006 sebagai tahun yang berkesan karena ia hampir saja lulus tes pertukaran pelajar tapi di saat menjelang tes yang terakhir, ia jatuh sakit. Firdan cukup unik, ia menyebutkan bahwa periode berkesannya adalah di saat ia kelas 6 SD dimana ia dirawat di rumah sakit oleh sebab penyakit tifus. Anehnya, Firdan mengatakan bahwa itu membahagiakan karena makanan di rumah sakit menurutnya sangatlah enak!

Cerita berikutnya datang dari Eva yang menyebutkan tahun 2010 adalah tahun yang menyenangkan sekaligus menyedihkan. Senang karena mendapat beasiswa dari Djarum, sedih karena di waktu yang bersamaan juga mengalami sakit DBD. Cerita terakhir datang dari Ibu Vina yang sudah tentu tahun yang dikenangnya lebih banyak. Ia menceritakan awal mula pernikahannya yang ditujukan untuk keluar dari kondisi keluarga yang kurang menyenangkan. Lalu ia pindah ke Bali dan merasa mendapatkan hidup yang sesuai. Demikian ia pindah ke Bandung, lalu ke Bali lagi, dan berkisah tentang dinamika kehidupannya yang membuat suasana Klab Nulis menjadi temaram dan sendu.
Demikian suasana Klab Nulis menjadi dinamis oleh sebab metode penulisan kisah ini. Apakah betul cerpennya nanti akan menjadi menarik? Ikuti terus kisahnya!



Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin