12.12.11

Nonton Bareng Film Karya R.E. Hartanto "Derau"

Sabtu, 10 Desember 2011

Di sore yang hujan itu, berkumpul beberapa orang di Tobucil. Berkumpul oleh sebab janji seniman R.E. Hartanto alias Mas Tanto untuk memutar film pendek karyanya di beranda Tobucil. Film yang berjudul "Derau" itu diputar di Tobucil oleh sebab memang seluruh pemerannya adalah awak Tobucil. "Derau" sendiri dibuat dalam rangka pameran Jogja Biennale 25 November kemarin sebagai bagian dari instalasi karya Mas Tanto. Nonton bareng itu menggunakan fasilitas proyektor yang dipinjam dari Garasi 10. Dilengkapi speaker Altec Octane 7 kebanggaan Tobucil, jadilah acara nonton bersama itu cukup memuaskan setidaknya dari segi pemanjaan audio maupun visual. 

Proses pembuatan film "Derau" di rumah Mas Tanto


Film "Derau" sendiri syutingnya hanya memakan waktu satu malam. Dilakukan di rumah Mas Tanto, "Derau" adalah film mockumentary yang menceritakan tentang seolah ada sekte pemuja bunyi yang berdiam di Bandung. "Derau" diperankan oleh lima orang yaitu Ismail Reza, Lioni Beatrik, Rudy Rinaldi, dan saya sendiri. Kelimanya bermain sebagai pengikut sekte pimpinan Reza. Film tersebut hanya berisikan wawancara dengan umat dari sekte itu disertai dengan selingan-selingan gambar ketika mereka melaksanakan ritual.

Film "Derau" menjadi cukup meyakinkan karena dialognya terkesan serius dan juga mencantumkan subtitle Bahasa Inggris. Kata Diecky, "Ada tiga orang temanku loh orang Yogya yang bertanya tentang apakah betul memang ada sekte semacam itu di Bandung?" Film berdurasi enam belas menit itu dilatari oleh musik rekomendasi Reza, semacam musik dengan genre metal namun datar dan mengedepankan noise.
Setelah film tersebut selesai, tepuk tangan membahani di beranda diwarnai gelak tawa. Tawa itu datang karena kami mengetahui karya mockumentary itu dibuat dalam keadaan serba mendadak dan sederhana, namun hasilnya tidak sedikit orang yang percaya.


Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin