8.1.12

Madrasah Falsafah: Membahas Kematian

Rabu, 4 Januari 2012

Di kumpul-kumpul pertama tahun 2012 ini, Madrasah Falsafah mengangkat tema kematian. Tema ini diusulkan oleh Diecky yang sekaligus membuka diskusi tersebut, "Aku memilih tema ini karena baru-baru ini aku sempat begitu akrab dengan kematian. Aku melaju kencang malam-malam di jalanan dan mendadak, sedikit lagi, aku hampir tertabrak mobil." Meskipun ceritanya relatif singkat, namun diskusi menjadi sangat berkembang dan padat. 

Beberapa orang yang hadir, yang diantaranya mewakili komunitas Warung Imajinasi, menyebutkan bahwa sebagai anak muda, kematian itu belum terlalu terpikirkan dan merasa masih jauh. Namun masa muda bukan berarti tidak tahu kematian, beberapa diantaranya malah sempat menginginkan oleh sebab kegalauan dan depresi tak tertahankan, seperti Beni contohnya. Anak muda lainnya berkisah tentang kematian tetangganya yang misterius oleh sebab adanya kehadiran tiga orang berjubah beberapa hari sebelum kematiannya.

Mata menceritakan hal yang lain lagi. Ia berkisah tentang kematian kucing di rumahnya. Katanya, "Meski itu cuma seekor kucing, tapi sangat membekas dalam ingatanku." Hadi kemudian berkisah tentang penyesalan, penyesalan atas kematian temannya yang ia sebut sebagai, "Kalau aku ada di situ, mungkin ceritanya akan lain. Penyesalan itu selalu menghantui." Mas Daus juga punya cerita tentang neneknya yang sulit meninggal oleh sebab mempunyai susuk, padahal secara fisik sudah tidak mungkin survive. Lioni berbeda lagi, ia bercerita tentang roh pamannya yang sering merasuki salah seorang keluarganya jika sedang pesta-pesta.

Diawali dengan kumpulan curhat, Iqbal mencoba "merapihkan" dengan mengatakan bahwa, "Mati selalu diselimuti mistifikasi. Manusia tidak pernah berhenti berspekulasi tentang apa yang terjadi setelah kematian." Namun kemudian, yang terpenting jangan-jangan bukanlah apakah mistifikasi itu benar atau salah, melainkan bagaimana mistifikasi tersebut punya pengaruh bagi yang masih hidup.

Usut punya usut tentang kematian, betulkah pertemuan Rabu kemarin menandai juga "kematian" Madfal, yang konon akan sedikit direformasi ke arah yang lebih baik? Mari kita nantikan.


Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin