24.2.12

Klab Baca: Dodolitdodolitdodolibret

Rabu, 22 Februari 2012

Klab Baca Tobucil meski baru menginjak pertemuan kedua, namun terasa sekali begitu bergairah. Klab asuhan Azhar Rijal Fadhillah ini tugasnya sederhana saja: Membaca suatu karya keras-keras dan kemudian membicarakannya sama-sama. Kata Ijal, "Membaca keras-keras itu lebih masuk ke hati." 

Apa yang dibaca kemarin adalah cerpen karya Seno Gumira Ajidarma berjudul Dodolitdodolitdodolibret. Karya usulan Ping ini adalah karya yang cukup menarik karena mengundang interpretasi beragam. Deasy mengatakan bahwa tokoh dalam cerpen tersebut yang bernama Kiplik adalah seperti Mario Teguh yang mengajarkan motivasi namun sepertinya menganggap semua orang mempunyai problem yang sama. 

Mas Frino justru lebih mencermati gaya bertutur Seno yang begitu simpel dan mudah dimengerti. Katanya, "Yang simpel seperti ini justru lebih sulit untuk ditulis." Hal yang diamini juga oleh peserta lain. Memang iya, kata hampir semua peserta, cerpen Dodolitdodolitdodolibret bisa dibaca sekali jalan. Begitu ringan dan tidak perlu khawatir kelelahan. Meskipun demikian, maknanya begitu mendalam. Saya sendiri yang menjadi peserta menginterpretasi cerpen Seno tersebut sebagai "aktivitas yang menubuh". Bahwa berdoa yang benar adalah suatu kesadaran, sedangkan banyak hal yang dianggap sudah terserap ketika menjadi bagian dari keseharian tanpa disadari. Ijal memberi contoh, "Saya ingat Mas Iman Abda, dia solat bukan karena panggilan spiritual, tapi desakan tubuh. Desakan tubuh menurutnya sudah tidak terkait dengan kesadaran. Itu artinya solat sudah sangat menjadi bagian."

Meski ada beberapa kali momen-momen hening (karena diskusi mandeg), namun Klab Baca tetaplah asyik. Ada paksaan untuk membaca suatu karya minimal dua kali sebulan dan membicarakannya, menantikan orang lain berpendapat apa. Sampai jumpa dua minggu ke depan!

Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin