20.2.12

Klab Filsafat: Kloning

Senin, 20 Februari 2012

Klab Filsafat Senin kemarin membahas suatu topik yang tak henti-hentinya menjadi perdebatan yaitu: kloning. Perdebatan tentang ini, yang paling paling sengit tentu saja terjadi antara agama versus sains. Dua pilar besar peradaban tersebut bukan sekali ini saja berdebat. Sesungguhnya keduanya sudah rajin bersinggungan sejak ratusan tahun silam, terutama ketika sains pelan-pelan mulai berprinsip "bebas nilai".

Kape, salah seorang peserta Klab Filsafat mendapat giliran bicara pertama. Katanya, harusnya agama dan sains tidak usah saling bertentangan. Justru keduanya saling melengkapi. Agama menjaga sains untuk tetap pada "jalur etis", sedangkan sains pada titik tertentu bisa membuktikan dalil agama. Glenn punya pendapat lain lagi, katanya sains dan agama tidak perlu diperdamaikan karena kenyataannya, kedua pilar itu berjalan dengan jalannya sendiri-sendiri. Kata Glenn, "Kuncinya pun berbeda, maka itu ruangannya pun berbeda." 

Teh Dede yang sedang mengambil studi doktoral berpendapat lain. Bahwa agama semestinya membolehkan sains yang bermanfaat. Tapi sains yang tidak bermanfaat seperti mengkloning manusia harusnya dilarang. Pendapat tersebut ditengahi oleh Glenn yang katanya, "Kloning sebetulnya masih sangat bermanfaat hingga hari ini. Misalnya orang yang kehilangan tangannya, bisa tumbuh lagi. Atau kloning tanaman agar pertumbuhannya dipercepat, sehingga bisa menghasilkan makanan bagi umat manusia." 

Kloning itu sendiri tidak terlalu dibahas secara mendetail. Yang menjadi menarik untuk dibicarakan ya itu tadi, perihal agama versus sains. Saya memancing dengan membicarakan Fritjof Capra yang sangat bersemangat mensintesiskan fisika dengan kepercayaan timur. Kata Glenn, "Yang menarik justru Capra tidak mensintesiskan fisika dengan agama secara keseluruhan. Tapi hanya agama-agama ardhi (agama bumi) seperti Hindu, Buddha, Tao, dsb. Jangan-jangan agama ardhi memang sudah damai dengan sains. Yang menjadi persoalan justru, ada apa dengan agama samawi?" Ya, itu dia yang menjadi pekerjaan rumah para peserta Klab Filsafat: Mengapa hanya agama samawi yang begitu rajin bertentangan melawan sains?

Tema minggu depan: Kesetaraan gender (?)



Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin