18.2.12

KlabKlassik Edisi Playlist #10: Blacklist Wedding Song



Tentang Edisi Playlist
Edisi Playlist bertujuan untuk melatih apresiasi. Memberi pengetahuan tentang keberbedaan selera yang berkembang di masing-masing persona, dan bagaimana cara menghargainya. Terlebih ketika hari ini musik sudah jarang sekali diperlakukan sebagai "musik an sich". Musik sekarang kita dengar sebagai latar belakang, mulai dari berbelanja di mal, menonton televisi, hingga menyetir di mobil. Mari kita duduk, menghargai musik sebagai musik, didengarkan dalam entitasnya yang sejati. Semoga ada kebenaran yang bisa diraih disana. Amin.

Tatacara
Peserta kumpul-kumpul berpartisipasi dengan cara membawa satu lagu favoritnya (tidak harus klasik loh!) dalam flashdisk untuk diputar dan diapresiasi bersama-sama. Acara ini gratis dan terbuka untuk umum.

Latar Belakang Edisi Kali Ini
Bulan Februari adalah bulan cinta, katanya. Penyebabnya sudah jelas, adanya perayaan hari Valentine pada tanggal 14 lalu. Berbicara cinta dan musik, playlist kali ini hendak menyikapinya dengan sedikit berbeda.
Ada yang berpendapat bahwa acara pernikahan adalah perayaan cinta (sah-sah saja jika anda hendak didebat). Musik pun jadi bagian penting, terlihat dari populernya "genre" Wedding Song. Namun apa sejatinya wedding song? Mengapa dalam sejumlah pernikahan yang penulis hadiri dalam beberapa tahun terakhir selalu lagu yang sama dimainkan terus menerus? "L - O - V - E", "The Prayer", "Cinta", dan sejumlah lagu wajib lainnya. Apakah memang ada norma yang harus dipatuhi?
Nah, dalam edisi playlist kali ini, peserta diwajibkan membawa sebuah lagu yang menurut peserta pas untuk dimainkan dalam sebuah pernikahan, namun karena berbagai alasan, tidak bisa dimainkan begitu saja. 

Silakan! Mari kita rayakan dengan musik-musik yang kita bawa!
Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin