5.2.12

Menghidupkan Kembali Klab Baca yang Sempat ‘Mati Suri’


Setiap Rabu Sore, Pk. 17.00 (mulai Rabu, 8 Februari 2012)
Di Tobucil Jl. Aceh 56 Bandung

Rabu sore di Tobucil akan jadi Rabu yang kosong. Melihat ada kekosongan jadwal itu, tobucilers berniat menghidupkan kembali Klab Baca yang dulu menjadi tonggak awal kemunculan klab-klab di tobucil.
Sebagai langkah awal, karya Puthut EA akan disuguhkan di meja beranda tobucil. Pemilihan karya-karya Puthut EA pun bukan tanpa sebab, selain ketertarikan subjektif dari pengusul, karya penulis muda Indonesia dipercaya mampu merangsang anak-anak muda untuk berkarya, setidaknya mengapresiasi sebuah karya.

Sistematikanya sampai saat ini belum rampung dan mapan karena klab ini terbilang baru (dihidupkan kembali). Meski begitu, setidaknya untuk Rabu ini, teman-teman cukup datang untuk membaca bersama sebuah karya (pada tahap awal ini, akan coba dimulai dengan cerpen) kemudian kita bersama-sama mengapresiasi karya tersebut. Hasilnya boleh jadi sebuah kritik, resensi, ataupun menuliskan karya sendiri.

Tidak perlu persiapan khusus, teman-teman cukup datang dengan niat yang lurus. Tidak juga harus mengerti sastra, ekonomi, politik, ataupun budaya, yang penting bisa membaca. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan gratis. Ateis boleh hadir, asal bukan kader parpol apalagi MLM.

Sekilas Mengenal Puthut EA*



Saya: Puthut EA. Tidak mewakili siapa-siapa, selain diri saya sendiri. Saya takut naik pesawat terbang, susah tidur malam, tidak menyukai kerumunan manusia, dan saya punya selera yang buruk tentang musik, senirupa dan bahkan sastra. Saya tergolong pelupa yang akut, terutama untuk mengingat nama-nama, nomor telepon, nama jalan, alamat surat elektronik, istilah-istilah, rumus-rumus, termasuk kutipan-kutipan di dalam buku-buku dan kitab-kitab suci. Pengetahuan saya buruk sekali menyangkut otomotif dan komputer.

Saya suka membaca buku, dan suka menulis. Buku-buku yang saya sukai adalah buku-buku sejarah, termasuk biografi, dan buku-buku ekonomi-politik. Saya menulis beragam tema, bahkan tema-tema yang tidak saya ketahui, sebab di proses itulah saya bisa belajar. Seorang penulis yang baik, menurut saya, adalah seorang pekerja keras dan mau belajar, terutama belajar mengenal dirinya sendiri dan batas-batas kemampuannya. Jika mengerjakan proyek penulisan, saya suka tenggat yang mepet. Di saat seperti itulah, di dalam tekanan waktu dan tanggungjawab, saya merasa menemukan diri saya dan kekuatan-kekuatan yang saya miliki, yang kerap kali tidak saya sadari. Saya tidak suka proyek-proyek jangka panjang, karena kadang-kadang saya gila kerja, dan tidak punya cukup kesabaran untuk mengikuti itu semua.

Saya bukan jenis orang yang bisa melakukan sesuatu dengan serbaserempak. Saya tidak bisa makan sambil membaca koran atau menonton televisi. Bahkan saya tidak bisa menulis sambil mendengarkan musik atau membaca sambil mendengarkan musik.

Saya penikmat kopi, terutama kopi hasil racikan saya sendiri. Saya suka memasak apalagi jika berbahan ikan laut. Tempat favorit saya adalah kamar saya sendiri dan stasiun kereta api. Saya tahan berminggu-minggu berada di dalam kamar, sendirian. Saya juga sangat menikmati kesendirian di stasiun kereta api, bisa sampai beberapa hari, terutama di stasiun kereta api Gubeng, Surabaya.

Saya gampang sekali suntuk. Jika sudah seperti itu, paling-paling yang bisa saya kerjakan hanyalah menonton televisi dan film di dalam kamar, atau pergi ke toko buku, berkeliling dari satu rak ke rak yang lain, berbelanja buku sebanyak-banyaknya, capek, lalu pulang.

Saya menyukai perjalanan, terutama dengan menggunakan moda transportasi darat dan laut. Saya suka naik kereta api dan kapal laut. Di dalam hal ini, saya suka kelambatan, saya menikmati perjalanan itu sendiri dan bukan tujuan, peristiwa-peristiwa di sekitar, dan momen-momen yang bergerak lambat.

Untuk menjaga kesehatan, saya hanya melakukan dua hal: rajin minum air putih dan rajin melakukan yoga. Tentu saja, dua hal itu kadang tidak cukup untuk menghadang datangnya penyakit ke tubuh saya. Sejak kecil, saya selalu terobsesi kepada orang-orang yang sedang merokok, dan dalam usia yang relatif muda saya sudah menghisap kretek. Sampai sekarang saya masih merokok, dan tidak pernah punya sedikit pun keinginan untuk berhenti melakukannya.

Saya penggemar tontonan sepakbola yang saya nikmati lewat layar kaca. Dan saya punya hubungan emosional yang kuat dengan kesebelasan AS Roma, Italia. Jika AS Roma berlaga, perasaan saya berkecamuk. Dan jika AS Roma memenangi pertandingan, saya merasa hidup saya luar biasa, sebaliknya jika kalah, saya merasa hidup ini menyedihkan.

Saya percaya kepada pengaruh energi positif, kebaikan manusia dan solidaritas sosial demi masa depan kehidupan yang lebih baik, juga kebalikannya. Saya percaya kepada karma, dan kadang-kadang saya percaya kepada reinkarnasi. Saya suka berkenalan dan bekerjasama dengan orang, terutama yang merasa punya tanggungjawab dan agenda sosial. Saya suka berkenalan dengan orang-orang baru yang berenergi positif, sekaligus saya tidak pernah menyesal untuk meninggalkan orang-orang lama yang saya anggap berenergi negatif dalam hidup saya. Di dalam hidup ini, saya berusaha menjaga sikap optimistis sekalipun saya kerap didera pesimistis. Sebagaimana banyak manusia yang lain, di dalam diri saya mengeram ironi, paradoks dan ambiguitas. Merenangi itu semua, kutub-kutub yang berseberangan serta wilayah yang mendua, sering kali membuat saya letih dan sedih. Tetapi saya yakin, keletihan dan kesedihan itu bisa membuat saya dewasa secara spiritual.

Sejak kecil sampai sekarang, entah kenapa, saya selalu menyimpan sejenis cita-cita untuk menjadi seorang detektif sekaligus seorang pembunuh bayaran.
*) Diambil dari website pribadi Puthut EA http://www.puthutea.com

Beberapa Karya Puthut EA

Karya Tulis

The Show Must Go On Bencana Ketidakadilan (2010) 154 Questions for Alfie (2010)Menanam Padi di Langit (2008)

Kumpulan Cerpen

Dua Tangisan pada Satu Malam (2005) Kupu-kupu Bersayap Gelap (2006) Sebuah Kitab yang Tak Suci (2001) Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali (2009) Sarapan pagi penuh Dusta (2004)  Makelar Politik: Kumpulan Bola Liar (2009)

Novel

Cinta Tak Pernah Tepat Waktu (2009) Bunda (2005) berdasarkan screen play Cristantra Beli Cinta dalam Karung

Naskah Drama

Orang-orang yang Bergegas (2004) Jam Sembilan Kita Bertemu (2009) Deleilah Tak Ingin Pulang dari Pesta (2009)

Prosa Liris

Tanpa Tanda Seru

Biografi

Jejak Air (Biografi Politik Nani Zulminarni)
Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin