8.3.12

Klab Filsafat: Mengupas Bobrok Kapitalisme via Inside Job (2010)

Senin, 5 Maret 2012

Untuk pertama kalinya sejak kehadiran Klab Filsafat yang belum genap dua bulan, komunitas tersebut mengadakan nonton bareng. Meski Tobucil sudah lama memiliki televisi, namun nonton bareng ini terasa lebih sensasional karena Klab Filsafat memilih menggunakan proyektor. Proyektor ini adalah barang yang terbilang baru dibeli. Keberadaan proyektor membuat segala acara nonton bareng terasa lebih "hidup" karena tentu saja efek proyeksi visual yang lebih besar.



Film yang dipilih adalah rekomendasi Mba Tarlen, judulnya Inside Job (2010). Alasannya, karena film tersebut mencerminkan topik yang sedang dibahas di Kelas Filsafat untuk Pemula hari Selasa yaitu "Isu-Isu Modernitas". Kata Mba Tarlen, "Iya, film ini membahas tentang borok-borok kapitalisme, yang mana ideologi tersebut sedemikian tumbuh dan berkembang di era modern." Film tersebut berdurasi 108 menit dengan format dokumenter. Dinarasikan oleh Matt Damon, Inside Job mengupas bagaimana perusahaan-perusahaan tertentu di AS melakukan "korupsi sistemik".

Inside Job memperlihatkan sebuah ironi, ketika AS menggadangkan diri sebagai negara liberal, maka sekaligus ditunjukkan juga bahwa sesungguhnya perputaran keuangan pada tingkat makro sama sekali tidak liberal dan hanya dikuasai segelintir pihak saja. Hal tersebut diperparah dengan kenyataan bahwa negara juga berpihak pada kepentingan-kepentingan perusahaan tersebut, bahkan terkalahkan. Kata salah satu dialognya, "Ini bukan pemerintahan Amerika, ini adalah pemerintahan Wall Street." Akademisi-akademisi jempolan yang menggeluti bidang ekonomi di AS juga beberapa diantaranya malah berpihak pada kebijakan-kebijakan yang merugikan rakyat ini. Yang bagi kalangan tertentu, permainan uang bukan lagi soal kebutuhan, tapi dalam film itu disebutkan, "Seperti orang mengonsumsi narkoba, uang juga punya efek ketagihan."

Setelah film, ada diskusi barang sebentar. Kesebentaran ini tidak lepas dari dimulainya film yang agak terlambat. Sehingga diskusi mesti mempertimbangkan Tobucil yang mau tidak mau harus tutup. Meski demikian, sebentar bukan berarti tidak berfaedah. Difa, salah seorang peserta mengatakan bahwa dewasa ini kapitalisme dan komunisme tidak lagi begitu berpolarisasi. Yang menjadi sasaran kritik bukan lagi ideologi, melainkan kebijakan. Apa yang disorot oleh Inside Job bukan terletak pada kapitalisme-nya, melainkan kebijakannya. Mba Tarlen menambahkan, bahwa film ini sedemikian penting karena, "Memberitahu kita tentang logika perputaran uang. Selama ini kita hanya tahu menabung, investasi, dan kemudian memetik hasil beserta bunga, tidak tahu betapa banyak orang-orang dirugikan di belakang sana." 

Diskusi yang tidak terlalu panjang tidak menimbulkan keluhan. Peserta yang hari itu cukup banyak tetap bersemangat untuk datang di minggu depannya, yang akan bertopikkan "Skripsi dan Saintis Gadungan". Silakan datang, gratis dan terbuka untuk umum.


Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin