22.4.12

KlabKlassik Edisi Playlist #12: Dari Liquid Tension Experiment hingga Pink Floyd

Minggu, 22 April 2012

KlabKlassik Edisi Playlist #12 menyajikan tema yang sepertinya akan membuat ngantuk. Namun nyatanya, tema "Dongeng Sebelum Tidur" tersebut berbagi satu hal yang cukup penting: Setiap individu punya musiknya sendiri untuk memperngantuk diri, dan yang demikian belum tentu membuat yang lainnya terkantuk.
Lagu-lagu yang membuat orang terkantuk-kantuk

Hanya enam lagu yang disajikan, namun total pembahasan mencapai lebih dari dua jam. Berikut lagu-lagu yang diputar:

1. Liquid Tension Experiment - State of Grace
Musik yang dibawa oleh Mas Yunus ini adalah band "proyekan" John Petrucci, Mike Portnoy dan Jordan Rudess yang terkenal sebagai bagian dari band Dream Theatre. Lagunya sendiri dominan raungan gitar elektrik yang diiringi harmoni dari keyboard. Kata Warren, salah seorang peserta, lagu semacam ini terdengar menenangkan, namun di tengahnya ada bagian iringan keyboard yang berubah. Nah perubahan seperti itulah yang agaknya membuat seseorang menjadi gagal untuk tidur. Sedangkan peserta lain sepakat bahwa lagu ini menenangkan, namun tidak semua setuju bahwa yang menenangkan selalu berasosiasi dengan tidur.

2. Duke Ellington - Tourist Point of View
Musik yang dibawa Ben ini berbeda dengan musik sebelumnya. Duke Ellington, seorang pianis jazz, memainkan bebop yang notabene membuat rasa berdegup dan gelisah. Ketukannya cepat, melodi naik turun susah ditebak. Namun satu hal yang pasti: Ben bisa tidur dengan lagu tersebut! Hal yang sesungguhnya menjadi keanehan tersendiri bagi peserta lain yang relatif suka lagu-lagu konstan dan tenang menjelang tidur. Ben tidak sendirian ternyata, Rahar adalah orang yang juga bisa tidur dengan lagu-lagu seperti itu. 

3. DJ Tiesto - Lord of Trance
Musik trance ini dibawa oleh Warren. Ternyata bagi sebagian orang, memang iya cocok untuk menidurkan. Karena ada suara pengiring yang konstan dan "atmosferis", sehingga membawa pendengarnya mengawang-awang. Namun yang demikian tidak disetujui oleh Mas Yunus karena musik trance membuat jantung berdegup kencang. Hal yang sama juga dialami oleh Albi yang katanya urat lehernya mendadak menegang. 

4. OM - Meditation is The Practice of Death

The pranayamic ground litmus. Ascetic brace the will ascend.
Converge onto the death ground - Advance the Rinponche.
Negates now illusorics - ascendant to the cleric school.
Stands upon ground of flight and claim's freedom. Destroyer of the ghost void.

Rahar akhirnya membawa lagu yang berlirik. Meski demikian, liriknya tidak terlalu jelas diucapkan dan hanya terdengar seperti rapalan-rapalan. Aliran musiknya pun kata Rahar sendiri susah untuk diidentifikasi. Namun jika didengar sekelas, terdengar seperti metal namun bertempo lambat dan cenderung statis. Itulah, kata Rahar, yang menyebabkan ngantuk dan tertidur. Hal yang diamini juga oleh Warren, meskipun beberapa diantara peserta tidak setuju, karena lagu tersebut menimbulkan visual-visual yang kurang nyaman.

5. R.E.M. - Nightswimming
Lagu yang dibawa oleh Kang Trisna ini punya sejarah. Katanya ia sering mendengarkannya lewat walkman di atap sambil memandang bintang-bintang. Ini lagu bercerita tentang sebuah tradisi berenang di danau di malam hari. Hal yang sebetulnya mengganggu kesehatan, namun Kang Trisna seringkali mencita-citakan untuk melakukannya suatu hari. Hampir semua setuju, bahwa lagu ini paling membawa kantuk. Namun Royke dan Ping menolaknya, bukan yang seperti ini katanya yang membuat tidur.

6. Pink Floyd - Money
Lagu yang dibawa oleh Syarif ini dimulai dengan bunyi gemerincing uang logam yang biasa dimunculkan dari mesin kasir. Lalu lagu berubah menjadi dinamis dan progresif. Hal yang kemudian dikritik oleh Diecky, katanya, "Ini lagu tentang uang, dan biasa membuat kita kesulitan. Lalu lagu ini juga kencang, mengapa memilihnya? Bukan lagu-lagu Pink Floyd sebelumnya yang lebih psikedelik." Kata Royke, lagu tersebut bisa menidurkan jika didengarkan hingga tengah-tengah, karena bagian tengah hingga ke belakang agak berubah sehingga menimbulkan kekagetan.

Ada pendapat menarik dari Royke menanggapi playlist hari itu. Katanya, dalam musik terapi sekalipun, para pasien tidak bisa dipukul rata. Misalnya, orang yang baru saja terkena tsunami, mungkin tidak bisa langsung diberi terapi bersuara air. Hal tersebut menunjukkan beragamnya musik berpengaruh pada masing-masing orang. Bahkan pada hal yang keseharian seperti tidur pun, ternyata butuh musik yang amat majemuk untuk menstimulusnya.

Google Twitter FaceBook

1 comment:

Leadership Developmant Training said...

kunjungan gan.,.
bagi" motivasi.,.
kekurangan kita bukanlah sesuatu yang buruk .,..
jadikanlah kekurangan kita sebagai kelebihan kita.,.
di tunggu kunjungan balik.na gan.,.,

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin