9.10.12

The Mogus Colony: "They Live in Another World, but Not Far From Your World.."


Judul : The Mogus Colony
Seniman : Mulyana
Kuratorial : Fery Oktanio
Penerbit : Dinamika Komunika
Tahun : 2011
Jumlah halaman : 120
Harga : Rp. 60.000

The Mogus Colony bukanlah buku yang berisi cerita. Jikapun ada tulisan, ia hanya di depan sebagai pengantar dan kuratorial. Sisanya, nyaris seratus halaman kebelakang, adalah kumpulan gambar monster gurita. Hal tersebut memang sudah menjadi semacam obsesi Mulyana, sang seniman, sejak lama. 

Monster gurita, atau Mulyana menyebutnya mogu, adalah semacam visualisasi bawah sadarnya. Sebelum membukukan gambar-gambarnya, sudah lebih dulu Mulyana mengeksternalisasikan imajinasinya via ketrampilan merajut. Seperti yang diungkap di tulisan kuratorial oleh Fery Oktanio, ia melihat Mulyana pertama kali pada tahun 2008 di acara Crafty Days #2 yang diselenggarakan oleh Tobucil. Mulyana kala itu memanfaatkan bahan yang ada dan hampir tidak terpakai untuk menciptakan mogu yang "hidup" dan tiga dimensi.

Namun nampaknya Mulyana merasa gelisah jika alam bawah sadarnya tentang Mogu tidak tereksternalisasikan dalam format dua dimensi, yang sekaligus memfasilitasi kemampuan menggambarnya yang tak kalah mumpuni. Dalam buku ini, ia juga mengajak banyak seniman lainnya untuk berpartisipasi dan menggambarkan mogu versinya masing-masing. Seniman lain ini diantaranya R.E. Hartanto, Erri Nugraha, Muhammad Zico dan Muhammad Akbar. 

Buku ini memang unik karena isinya dipenuhi gambar monster gurita. Namun sesuai motonya, "They live in another world, but not far from your world.," rasanya buku ini agak punya fungsi mengingatkan. Mengingatkan bahwa imajinasi semacam ini, yang "normalnya" dipunyai oleh anak-anak, seringkali lenyap tergerus pengindraan khas orang dewasa yang seolah menihilkan segala yang sureal. Kenyataan bahwa ada kegelian, kengerian, maupun ketertarikan tersendiri ketika melihat gambar-gambar mogu tersebut menenjukkan bahwa sebenarnya imaji-imaji seperti ini tidak sepenuhnya hilang dari bawah sadar kita. Ia ada, dekat, dan hanya butuh panggilan sayang untuk menghadirkannya.


 
Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin