26.11.12

Pertempuran Surabaya: Membaca Sejarah yang Minim Distorsi

Judul : Pertempuran Surabaya
Penulis: Hario Kecik
Penerbit : Abhiseka Dipantara
Tahun : 2012
Jumlah halaman : 269
Harga normal : Rp. 45.000
Harga diskon : Rp. 36.000

Penting sekali untuk mengenal sosok seorang Soehario K. Padmodiwirjo alias Hario Kecik sebelum kita masuk ke tulisan-tulisannya. Ia adalah legenda hidup bagi sejarah jatuh bangunnya republik ini. Kelahiran 19 Mei 1921, Hario Kecik sekarang berusia 90 tahun dan menjadi saksi hidup bagaimana Indonesia merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Di usia lanjut, ia aktif menulis. Salah satu bukunya yang cukup populer adalah Memoar Hario Kecik: Otobiografi Seorang Mahasiswa Prajurit yang diterbitkan tahun 1995.

Buku Pertempuran Surabaya, sebagaimana judulnya, dapat ditebak, merupakan pengalaman seorang Hario Kecik bertempur di Surabaya pada peristiwa heroik antara bulan Oktober hingga November tahun 1945. Hario Kecik bercerita secara detail mulai dari situasi di Jakarta pasca kemerdekaan, insiden bendera di Tunjungan, terbentuknya Polisi Tentara Keamanan Rakyat, pertempuran melawan Inggris, hingga renungan Surabaya masa sekarang setelah Hario Kecik terlibat dalam satu perang terbesar yang pernah dilakukan oleh rakyat Indonesia. 

Buku ini tentu saja kalah tebal dengan Memoar Hario Kecik. Plus sebagian dari bab Pertempuran Surabaya dikutip dari Memoar Hario Kecik. Namun penting sekali untuk membaca bagaimana sejarah dituliskan oleh pelakunya. Bagaimanapun, sejarah tidak bisa tidak, selalu mengandung unsur interpretasi di dalamnya. Ketika ada seseorang yang menuliskan dengan distorsi yang paling minimum karena ia sendiri berada dalam kejadiannya, maka layak sekali untuk diapresiasi. Terlebih jika sejarah itu adalah bagian penting dalam perjalanan republik ini.

Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin