16.12.12

Klab Nulis: Analisa Cerpen

Jumat, 14 Desember 2012

Hujan deras berlangsung konstan sepanjang sore itu. Menyebabkan sebagian besar peserta Klab Nulis urung hadir. Yang tersisa hanya satu orang bernama Rizky. Meski demikian, yang satu ini bukan berarti diabaikan. Ia tetap mendapatkan materi sebagaimana seharusnya, yaitu tentang analisa cerpen.

Cerpen yang dipilih berasal dari buku kumpulan cerpen karangan Puthut EA berjudul Seekor Bebek di Pinggir Kali. Rizky memilih satu yang berjudul Kawan Kecil. Cerpen tersebut cukup sederhana. Tokohnya pun hanya dua orang. Mereka kawan lama yang berbincang tentang keadaannya masing-masing. Namun kekuatannya terdapat pada bagaimana Puthut menggambarkan detail demi detail disertai metafor yang membuat pembaca lekat ke dalam cerita.

Rizky diminta untuk menganalisa cerpen tersebut berdasarkan sejumlah unsur yakni penokohan, alur, adegan, konflik, dan sudut pandang. Penokohan misalnya, tentang bagaimana karakter dari masing-masing tokoh yang terlibat dalam cerita tersebut. Alur adalah mengenai apakah cerita tersebut berlangsung maju atau mundur. Adegan berarti bisa latar, bisa juga kejadian yang terdapat dalam cerpen. Konflik adalah tentang perselisihan atau ketegangan yang membuat cerita tersebut menjadi menarik. Terakhir adalah sudut pandang, yakni dari sisi mana cerita tersebut diceritakan.

Rizky melakukannya dengan cukup lancar. Ia bahkan mendapatkan semacam pencerahan, "Berarti, kita bisa dong menggunakan sudut pandang campuran, antara orang pertama dan eye of god!" Rizky merujuk pada penggunaan kata "aku" dan sudut pandang orang ketiga sekaligus dalam satu cerita, yang ia pikir bisa sangat membantu dalam menjelaskan sesuatu secara detail. Dari cerpen Kawan Kecil tersebut juga, Rizky memperoleh hal lain: "Ternyata, jika kita menjelaskan karakter secara lebih mendetail, maka pembaca bisa lekat dengan tokoh tersebut, bahkan bisa menyayangi ataupun membencinya."

Menjadi murid seorang diri di sore itu tidak membuat Rizky tak bersemangat. Ia justru mendapatkan kesempatan untuk bertanya dan berdialektika lebih banyak. Hasilnya, ia tambah bersemangat untuk menyelesaikan proyek pribadinya: Novel bergenre fantasi.

Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin