20.5.13

Klab Filsafat Tobucil: 1% Motorcycle Club


Senin, 13 Mei 2013

Pada hari senin kemarin, KFT mengangkat tema diskusi mengenai sebuah fenomena yang terjadi hari ini yaitu klab motor yang dipermasalahkan oleh Maltje. Dalam bahasannya, Maltje memaparkan dengan lugas mengenai apa itu klab motor khususnya apa yang disebut sebagai 1% Motorcycle Club (MC). Apa itu 1% MC? Maltje menjelaskan bahwa 1% yang ada dalam logo sebuah klab motor menandakan bahwa klab motor tesebut adalah ‘pemberontak’ dalam artian sebagai kelompok yang memisahkan diri dari payung hukum yang mengatur klab motor di negaranya. 

Setelah Maltje selesai memaparkan ulasanya mengenai apa itu 1% MC, tidak seperti biasa, para peserta diskusi KFT tak langsung berdiskusi mengenai topik yang dibawakan. Mengapa? Karena beberapa peserta merasa bahwa apa yang dipaparkan oleh Maltje sangat jelas dan telah menjawab apa yang ingin dipertanyakan sebelumnya. Demi berlangsungnya diskusi beberapa peserta memulai memberikan argumen sekaligus pertanyaan mereka sendiri mengenai 1% MC seperti halnya Irwan yang mengatakan fenomena adanya klab motor atau geng motor dikarenakan adanya pencarian jati diri seseorang dalam lingkungan masyarakatnya. Karena adanya pencarian identitas ini maka siapapun dia entah mengapa akan mengikuti pola perilaku yang disukainya. Misalnya, jika seseorang menyukai kebut-kebutan dan suka akan kendaraan bermotor maka dalam dirinya akan selalu mencari zona nyaman untuk merealisasikan apa yang disukainya. Lalu, Irwan melanjutkan, sebagai pernyataan identitas orang tersebut sebagai penyuka motor maka adanya klab motor menjadi wadah bagi dirinya untuk merealisasikan dan mengaktualisasikan siapa dirinya. Namun yang menjadi pertanyaan: apakah selalu semua manusia ketika ingin mengaktualisasikan dirinya harus mengikuti apa yang disukainya dan selalu berkecenderungan untuk berkumpul dengan orang-orang yang memiliki kesukaan yang sama? 

Berbeda dengan Kape, ia berpendapat memang benar pada dasarnya hampir semua manusia akan berkumpul satu sama lain atas nama kesamaan yang dimilikinya maupun yang disukainya, adanya KFT menjadi contoh dekat dalam hal ini. Adapun masalah identitas pencarian diri, apa yang menjadi pencarian seseorang akan dirinya akan selalu menemui paradoks karena ketika kita mencari identias itu sendiri apakah benar kita sedang mencari orang-orang yang sama? Atau, lanjut Kape, jangan-jangan krisis identitaslah yang menjadi pemicu adanya seseorang untuk berkumpul dengan orang-orang yang seolah-olah sama dengan dirinya? 

Pertanyaan dan jawaban baru seputar 1% MC terlempar selama diskusi berlangsung hingga dalam diskusi hari itu pun apa yang menjadi penutup tidak sejelas ketika Maltje memaparkan masalahnya. Pada intinya adanya klab motor dan simbol 1% dalam dunia klab motor tidak lepas dari adanya fenomena sosial abad ini juga pengaruh teknologi kepada sekelompok manusia yang mengelompokkan dirinya dengan teknologi tersebut.

Rudy Rinaldi
Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin