28.5.13

Penutupan Kelas Foto Cerita Angkatan VI

Sabtu, 25 Mei 2013

Kelas Foto Cerita Angkatan VI yang berlangsung selama sebulan, seperti biasa, menutup kelasnya dengan melakukan pameran. Meski pesertanya relatif sedikit -dua orang-, namun Mba Arum Tresnaningtyas selaku tutor tetap menyelenggarakan pameran rutin tersebut dengan penuh semangat.
Mba Arum (ungu) memberikan sambutan.
Pameran tersebut, yang dijadwalkan mulai pukul tiga sore, mundur sekitar satu jam karena menanti beberapa audiens yang terjebak macet akibat pertandingan Persib di Stadion Siliwangi. Sejak pukul setengah tiga, para peserta sudah mulai memajang foto-foto mereka di beranda Tobucil. Peserta itu yang pertama ada Fajar. Ia memamerkan foto-foto yang bercerita tentang kawan-kawannya yang membuat band bernama Liquid Stone. Perjalanan singkat band tersebut diabadikannya lewat kumpulan foto hitam putih dalam judul Individu Merdeka. Sedangkan Dega, peserta lainnya, memamerkan kumpulan fotonya yang bercerita tentang kegiatan di dapurnya dalam judul Bon Appetit, Mon Cheri!.



Setelah hadir penonton sekitar enam orang, dimulailah acara pameran tersebut dengan pembukaan berupa Mba Arum sendiri menyanyikan lagu berjudul Dia dari Reza Artamevia. Setelah itu, Fajar mendapat giliran untuk mempresentasikan karya fotonya dalam bentuk slideshow. Diiringi lagu berjudul Individu Merdeka dari band Seringai, Fajar menyajikan satu per satu gambar tentang band Liquid Stone mulai dari ketika mereka berada di studio latihan, panggung, hingga ketika kelima personilnya beraktivitas sebagai siswa di kelas. Yang menarik dan menjadi pujian beberapa penonton adalah ketika Fajar berhasil menangkap momen para personil sedang dihukum gurunya di depan kelas. Walaupun Mba Upi, salah seorang audiens kecewa ketika tahu foto tersebut ternyata sudah diatur sehingga bukan terjadi secara alamiah. "Wah, saya terlalu jujur ya. Harusnya bilang aja foto tersebut alami tanpa diatur," demikian kata Fajar yang baru saja lulus UN SMA ini, polos.

Fajar tengah melakukan presentasi.

Dega kemudian mendapat giliran berikutnya. Ia mempresentasikan tentang kehidupan di dapurnya tempat ia belajar memasak. Tadinya, Mba Arum khawatir bahwa apa yang ditampilkan Dega akan berupa tutorial cara memasak. Namun ternyata Dega berkisah mulai dari bagaimana ia berbelanja, cuci beras, hingga suasana di sekitar dapurnya. Sehingga lengkaplah, sesuai tema yang diusung Mba Arum, bahwa foto-foto yang ditampilkan oleh peserta menyajikan sebuah cerita utuh. Satu foto adalah kepingan bagi foto yang lainnya.

Setelah kedua peserta selesai presentasi, Mba Arum kemudian menanyai audiens satu per satu tentang pendapatnya mengenai foto-foto yang terpampang. Mereka diminta untuk memilih foto favoritnya. Mengomentari kumpulan foto milik Fajar, rata-rata dari mereka seleranya beragam. Vokalis band Liquid Stone yang kebetulan hadir misalnya, ia pribadi suka foto yang memperlihatkan mereka dengan latar belakang penonton yang berhasil dikondisikan agar kelihatan membludak. Hal ini membuat ia kagum, "Gak nyangka Fajar kemampuan motretnya bisa kayak gini." Sedangkan audiens yang lain ada yang senang dengan foto ketika mereka latihan dan fokus kamera ditujukan pada mikrofon. Sedangkan pada foto milik Dega, pun demikian halnya dengan respon pada Fajar, para penonton pun menunjukkan keberagaman selera. "Saya suka foto ketika Dega sedang mencuci beras," ujar salah seorang diantaranya. "Saya suka foto piring berisi makaroni dan dilukisi di sisi piringnya dengan bentuk hati," kata yang lainnya.

Kelas foto cerita angkatan VI pun ditutup dengan manis, dengan alunan suara merdu Mba Arum yang menyanyikan lagu L.O.V.E. Sampai jumpa di angkatan berikutnya!

Syarif Maulana










Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin