21.6.13

Renungan Satu Setengah Tahun Klab Filsafat Tobucil

Tidak terasa kegiatan Klab Filsafat Tobucil (KFT) telah menginjak usia satu tahun lebih enam bulan dan selama itu pula kegiatan diskusi berbagai macam filsafat menjadi bagian utama dalam KFT. Tema keseharian hidup menjadi pokok utama pembahasan dalam diskusi di KFT. Bukan tanpa alasan sejak mulai berdirinya KFT di Tobucil, tujuan utama adanya Klab ini ialah ingin mengangkat tematema keseharian dalam hidup manusia dan menggiring wacana keseharian tersebut ke dalam sudut pandang filsafat sebagai pisau observasinya. Selain itu apa yang menjadi tujuan berdirinya KFT bukanlah untuk mengumpulkan para 'ahli filsafat', melainkan ingin secara langsung memasyarakatkan kajian filsafat yang sudah kadung dianggap sebagai sesuatu yang sangat rumit dan hanya untuk kalangan atas saja. Mengajak semua lapisan masyarakat untuk berkumpul bersama, berdiskusi dengan santai dan merenungkan pengalaman-pengalaman keseharian hidup manusia bersama-sama. 

Pada umumnya, tema yang dibawakan di KFT dalam diskusi selalu diambil dari pengalaman hidup peserta. Dimulai dari mendiskusikan tema-tema sederhana seperti Ulang Tahun, Masa Tua, Rasa Cinta, Rokok, Kopi, Warung, dan hal hal sederhana lainnya. Terkadang pula tema diskusi mengangkat hal hal yang memang berat untuk didiskusikan dan perlu pikiran yang ekstra dalam membahasnya seperti halnya Agama, Fenomenologi, BDSM, Feminisme, Sains, dan lainnya. Tema-tema ‘berat’ tersebut bukan karena ingin melepaskan tujuan dari adanya KFT sebagai wadah diskusi keseharian melainkan bertujuan utuk dapat merangsang peserta diskusi agar mau mendalami lebih filsafat yang lebih kanonik dan teoritik.

Selama delapan belas bulan ini selain membawakan tema keseharian dan beberapa tema berat dalam diskusinya, tidak jarang pula KFT memutar sebuah film. Film yang sebagai refleksi atas kehidupan sehari-hari menjadi hangat untuk diangkat kedalam wacana diskusi bersama, film-film yang diputar di KFT pun meliputi film-film yang sederhana sekaligus mudah dicerna sampai film-film yang bahkan untuk menangkap jalan ceritanya pun butuh pendalaman Filsafat. Inilah hal yang menarik dalam KFT selain menjadikan tema keseharian untuk didiskusikan sebuah film pun dapat dijadikan sarana peserta dalam menangkap fenomena keseharian di dalamnya. 

Bagi saya sendiri kehadiran KFT memberi ruang kepada saya untuk dapat lebih memperhatikan hal-hal yang sederhana dalam kaca mata dan sudut pandang yang berbeda. Menjadi sarana sharing besama bahkan menjadi tempat ‘curhat’ berbagai masalah hidup dan menjadi kelas yang dimana murid dan guru adalah sama, siapapun bisa menjadi guru dan siapapun bisa menjadi murid, bahkan menjadi keduanya. 

Kedepannya, KFT berencana membuat even tahunan yaitu Pesta Filsuf. Hari dimana kita bersama-sama merayakan keganjilan dalam hidup dan mendiskusikanya dalam suasana gembira, suka ria dan hal-hal yang menyenangkan lainnya. Selain itu event Pesta Filsuf KFT menjadi sarana yang tepat dalam memperkenalkan filsafat kepada semua lapisan masyarakat dan menjadi ‘alat’ pertolongan bagi filsafat yang telah dianggap tenggelam di dalam kolam intelektual oleh kebanyakan orang.

Rudy Rinaldi
Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin