24.7.13

Klab Filsafat Tobucil@Layarkita: Konsep Adimanusia Nietzsche dalam Film Rope (1948)

Senin, 22 Juli 2013

Klab Filsafat Tobucil disepakati untuk rehat terlebih dahulu di bulan puasa ini. Meski demikian, beberapa pesertanya masih tetap berkumpul di luar Tobucil, salah satunya di komunitas Layarkita. Layarkita, yang rutin memutar film setiap hari Senin di IFI - Bandung, kemarin mendiskusikan satu film dari Alfred Hitchcock berjudul Rope (1948).

Gambar diambil dari sini.
Film Rope bercerita tentang dua orang bernama Brandon dan Philip yang membunuh temannya, David, atas nama apa yang mereka katakan sebagai "pembunuhan sempurna". Pembunuhan sempurna tersebut adalah bentuk dari ekspresi pemahaman mereka akan filsafat Nietzsche tentang uebermensch atau adimanusia. Bagi Brandon dan Philip, David dibunuh karena dianggap sebagai manusia rendah atau Nietzsche menyebutnya sebagai kelompok kawanan. Agar semakin menarik, Brandon dan Philip sengaja mengadakan pesta di rumahnya (tempat mayat David disembunyikan) sebagai bentuk pengejawantahan ucapan Nietzsche tentang "hiduplah dalam bahaya". Di pesta tersebut, diundang beberapa orang temannya yang juga sekaligus teman David hanya untuk membuat pembunuhan sempurna tersebut makin menantang. Film Rope menarik karena selain filosofis, juga secara teknis tergolong tinggi. Film tersebut dilakukan dengan satu sorotan kamera yang lama dan panjang dengan total hanya sepuluh kali cut dalam durasi 1 jam 40 menit. 

Gambar diambil dari sini.
Setelah itu dilakukan diskusi tentang bagaimana konsep-konsep Nietzsche dalam film tersebut dicoba untuk diterjemahkan oleh Brandon dan Philip dalam bentuk pembunuhan sempurna. Ping berpendapat, "Pembunuhan tersebut menunjukkan bahwa pemahaman Brandon dan Philip atas konsep adimanusia-nya Nietzsche masih di tataran syari'at. Dalam level ma'rifat, justru Nietzsche menolak klaim berlebihan atas intelektualitas dan mengajak kita kembali ke manusia." Sedangkan Pak Moko mengatakan bahwa apa yang dimaksud dengan pembunuhan sempurna adalah manusia, dengan logikanya, berupaya membenarkan pembunuhan yang pada dasarnya bertentangan dengan hati nurani dan kecenderungan biologisnya. Sedangkan Agun, ia berpendapat bahwa yang disebut dengan adimanusia di film ini sesungguhnya bukan Brandon dan Philip, melainkan Rupert Cadell, seseorang yang dituakan oleh mereka dan malah mengungkap pembunuhan yang mereka lakukan. Alasannya? Kata Agun, "Rupert adalah yang mengajari Brandon dan Philip tentang konsep adimanusia dan dia juga sanggup menyibak kebohongan yang disembunyikan keduanya. Maka Rupert sebenarnya lebih jenius dari Brandon dan Philip yang membunuh atas nama intelegensia."

Diskusi berlangsung selama hampir dua jam dan dikomentari oleh Tobing dengan kalimat, "Hitchcock sendiri mungkin kaget betapa filmnya, yang mungkin ia fungsikan pada mulanya sebagai hiburan, ternyata bisa didiskusikan sedemikian panjang lebar seperti ini." 

Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin