16.1.14

Kelas Menulis Feature; Pertemuan Pertama di Angkatan #8


Berkenalan ataupun memperkenalkan diri tentunya sudah menjadi sebuah petanda bagi setiap pertemuan. Selain nama, pekerjaan, ataupun identitas lainnya yang umum diucapkan ketika berkenalan pasti selalu disertai alasan. Seperti pada kelas menulis feature hari ini (16/01/14), bagaimana para pesertanya dapat berkenalan satu sama lain. Tidak hanya pada orang-orang saja, tetapi juga berkenalan dengan feature itu sendiri.
sang Mentor: kiri; jaket merah: Adi Marsiela, kanan; jaket coklat: Zaky Yamani

Angkatan kali ini berjumlah tujuh orang, yang terdiri dari Ratna, Sugiharto, Bobi, Mutia, dan ketiga perserta lainnya yang berhalangan hadir. Ketertarikan mereka pada penulisan feature mempertemukan mereka walaupun mereka berasal dari tempat yang sama sekali berbeda. Ratna seorang cerpenis dari Garut, lalu Bobi dan Sugiharto mahasiswa jurnalistik, juga Mutia yang mengambil jurusan pendidikan Biologi.

Seperti angkatan-angkatan sebelumya, kelas menulis feature dimentori oleh Adi Marsiela, Zaky Yamani, dan Anwar Siswadi. Pada pertemuan pertama, para mentor tidak langsung lompat menuju materi. Mereka memperkenalkan apa yang akan mereka ajarkan selama delapan pertemuan kedepan pada para peserta. Apa itu feature, bagaimana dan apa saja yang harus dilakukan dalam menulis feature, dari mana saja ide-ide yang dibawakan dalam tulisan feature berasal, bagaimana cara menggali ide-ide menarik yang akan ditulis, hingga membahas berbagai permasalahan dalam menulis yang sering dialami para peserta.

Walaupun pada dasarnya feature bukanlah tulisan fiksi, namun hasil karya yang dihasilkan haruslah semenarik tulisan fiksi. Bagaimana membangun lead yang menarik, mengolah fakta-fakta dalam permasalahan yang diangkat ke dalam tatanan kalimat, frasa, dan diksi yang tepat, hingga bagaimana tulisan bisa membawa pembaca menekuni tulisan sampai akhir tanpa bosan, dibahas secara umum sebagai pengantar.


Tidak berheni sampai disitu, cerita-cerita menarik dari karya wartawan-wartawan mengagumkan pun dipaparkan sebagai contoh. Seperti the perfect storm, fear and loathing in las vegas, dan karya-karya sang mentor yang membumi, menjadikan feature sebagai sosok yang semakin membawa perhatian.

Apa yang didapatkan para peserta setelah berkenalan dengan feature pastilah berbeda-beda, namun tidak berhenti sampai disitu saja. Walaupun perkenalan seringkali terjadi cukup singkat, kelanjutan dari sebuah perkenalan bisa berjalan hingga puluhan tahun bahkan lebih. Sama halnya dengan perkenalan kali ini. Sebuah jembatan menuju karya-karya baru akan lahir dalam feature. Sampai jumpa di pertemuan berikutnya!




Google Twitter FaceBook

1 comment:

Putri Bilqisa said...

ya ampun gak nyangka ada mbak ratna di angkatan ini :( ak tadinya mau ikut tapi blm ada uang .. :) semangat ya semuanya . ak nyusul angkatan berikutnya deh ...

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin